Ada ketidaksesuaian yang menarik yang sedang terjadi saat ini. Angka-angka di atas kertas menceritakan satu kisah—metrik membaik, data tren menunjukkan peningkatan—namun kebanyakan orang masih merasa bahwa keadaan semakin memburuk, bukan membaik. Jadi, apa yang sebenarnya terjadi?
Sebagian dari itu berkaitan dengan waktu. Perbaikan ekonomi tidak selalu langsung dirasakan oleh dompet orang. Mereka pertama kali muncul di headline, lalu secara bertahap meresap ke kehidupan nyata. Sementara itu, ingatan orang tentang masa-masa sulit tetap melekat. Tetangga Anda mengingat saat bahan makanan harganya lebih murah tiga tahun lalu; laporan terbaru tentang pertumbuhan PDB tidak mengubah pengalaman hidup itu.
Ada juga faktor kepercayaan. Setelah headline sebelumnya meleset, investor dan orang biasa belajar untuk menjadi skeptis. Ketika data menunjukkan perbaikan, orang bertanya-tanya: "Perbaikan untuk siapa?" Itu bukan hal yang tidak rasional—itu adalah pengenalan pola.
Bagi trader dan pengamat crypto, kesenjangan ini penting. Sentimen pasar tidak selalu mengikuti fundamental. Kadang-kadang dibutuhkan minggu atau bulan agar data ekonomi positif mengubah suasana hati kolektif. Grafik mungkin menunjukkan peluang sementara feed sosial berteriak hati-hati. Di situlah psikologi trading yang sebenarnya berperan. Memahami jeda antara data dan persepsi ini bisa menjadi keunggulan yang Anda butuhkan saat semua orang masih terjebak dalam ketakutan kemarin.
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
18 Suka
Hadiah
18
6
Posting ulang
Bagikan
Komentar
0/400
DaisyUnicorn
· 14jam yang lalu
Data terlihat bagus, tapi di dompet masih sama sekali belum bertambah... Makanya aku selalu bilang, melihat chart tidak sebaik melihat hati manusia, sentimenlah yang benar-benar alpha🌼
Lihat AsliBalas0
SmartContractWorker
· 14jam yang lalu
Data terlihat bagus, gaji saya tetap tidak naik, ini mungkin menjadi lelucon terbesar tahun ini.
Lihat AsliBalas0
TopBuyerForever
· 14jam yang lalu
Data terlihat bagus tapi dompet menangis, aku sangat paham ini, setiap kali selalu dengan pola yang sama
Lihat AsliBalas0
ruggedSoBadLMAO
· 14jam yang lalu
Data terlihat bagus, dompet saya tetap saja kosong, ini benar-benar aneh
Lihat AsliBalas0
NotAFinancialAdvice
· 14jam yang lalu
Data bagus tapi buat apa, dompet saya tetap kosong
---
Itu lagi lagi, tunggu sampai saya lihat uang yang bertambah di akun baru percaya
---
Itulah sebabnya saya hanya melihat chart bukan berita, sentimen adalah bos sejati
---
"improving for whom" kalimat itu menyentuh... memang bukan irasional, cuma takut dipotong
---
Jadi peluangnya ada di lag ini? Kalau begitu saya harus segera bertindak sebelum ketakutan kolektif sadar
---
Efek mercusuar yang khas, data selalu lebih cepat dari kenyataan
---
HODL atau jual? Saya lihat dulu apa kata Twitter
---
Tiga tahun lalu sayur murah, laporan GDP tidak akan pernah menyelamatkan, sesederhana itu
Lihat AsliBalas0
4am_degen
· 14jam yang lalu
Data bagus secara visual, tapi kalau dompet tidak punya uang itu palsu, ini adalah kenyataan
---
Sial, lagi-lagi pola ini, PDB naik harga sayur tetap mahal, siapa peduli dengan angka-angka ini
---
Bagaimana trader ritel bisa mendapatkan keuntungan dari gap ini, orang kaya sudah makan semuanya duluan
---
Jadi setelah tingkat kepercayaan jatuh ke titik terendah, semua berita baik sia-sia, inilah pasar saat ini
---
Intinya adalah timing yang buruk, saat berita baik datang kita sudah tereliminasi duluan
---
Grafik vs panic di Twitter, selalu yang terakhir yang menang, hanya permainan psikologis
---
Tunggu, contoh harga sayur tiga tahun lalu itu luar biasa, langsung mengena dan menjelaskan semuanya
---
Psikologi trading memang seperti itu, mengetahui adanya gap saja tidak cukup, di depan emosi semuanya jadi omong kosong
Ada ketidaksesuaian yang menarik yang sedang terjadi saat ini. Angka-angka di atas kertas menceritakan satu kisah—metrik membaik, data tren menunjukkan peningkatan—namun kebanyakan orang masih merasa bahwa keadaan semakin memburuk, bukan membaik. Jadi, apa yang sebenarnya terjadi?
Sebagian dari itu berkaitan dengan waktu. Perbaikan ekonomi tidak selalu langsung dirasakan oleh dompet orang. Mereka pertama kali muncul di headline, lalu secara bertahap meresap ke kehidupan nyata. Sementara itu, ingatan orang tentang masa-masa sulit tetap melekat. Tetangga Anda mengingat saat bahan makanan harganya lebih murah tiga tahun lalu; laporan terbaru tentang pertumbuhan PDB tidak mengubah pengalaman hidup itu.
Ada juga faktor kepercayaan. Setelah headline sebelumnya meleset, investor dan orang biasa belajar untuk menjadi skeptis. Ketika data menunjukkan perbaikan, orang bertanya-tanya: "Perbaikan untuk siapa?" Itu bukan hal yang tidak rasional—itu adalah pengenalan pola.
Bagi trader dan pengamat crypto, kesenjangan ini penting. Sentimen pasar tidak selalu mengikuti fundamental. Kadang-kadang dibutuhkan minggu atau bulan agar data ekonomi positif mengubah suasana hati kolektif. Grafik mungkin menunjukkan peluang sementara feed sosial berteriak hati-hati. Di situlah psikologi trading yang sebenarnya berperan. Memahami jeda antara data dan persepsi ini bisa menjadi keunggulan yang Anda butuhkan saat semua orang masih terjebak dalam ketakutan kemarin.