Sering mendengar orang di dalam komunitas mengatakan satu kalimat: "Banyak uang tidak seaman uang yang sudah masuk ke kantong"—pernyataan ini memang tepat sasaran.
Beberapa waktu lalu, ada seorang teman yang aset kripto-nya melonjak puluhan kali lipat, dan berencana mencairkan beberapa juta rupiah. Hasilnya, hanya mentransfer 50 juta ke rekening bank, langsung saja manajer nasabah bank menelepon, menanyakan serangkaian pertanyaan yang membuat dia berkeringat dingin. Ini bukan kasus tunggal. Sebagai orang yang sudah lama berada di dalam komunitas ini, saya ingin mengulas dengan baik tentang "penarikan dana yang aman"—terutama bagi teman-teman yang memiliki jumlah dana yang cukup besar.
**Poin utama dalam pengendalian risiko bank**
Banyak orang memiliki salah pengertian, mengira "transfer kecil tidak akan dipedulikan bank, hanya yang besar yang akan diperiksa." Tapi sistem pengendalian risiko bank jauh lebih detail dari yang dibayangkan. Dua batasan utama yang harus diingat:
**Yang pertama adalah ambang batas jumlah uang.** Jika dalam satu hari total mencapai lebih dari 50 juta rupiah, otomatis akan memicu "laporan transaksi besar" dari bank. Setelah itu, manajer nasabah kemungkinan besar akan menghubungi untuk "menyapa"—secara kasat mata mereka merekomendasikan produk investasi, tetapi sebenarnya sedang menguji ke mana dana tersebut akan dialihkan. Saat menghadapi situasi ini, tetap tenang saja, cukup jawab "hasil investasi," tanpa perlu berlebihan menjelaskan atau terlihat gugup.
**Yang kedua adalah frekuensi transfer.** Sekalipun jumlahnya kecil, jika dalam waktu singkat sering melakukan transaksi masuk dan keluar (misalnya dalam satu hari melakukan 10 kali transaksi, masing-masing puluhan juta, atau langsung mentransfer setelah dana masuk), ini akan langsung memicu mekanisme "monitor transaksi mencurigakan." Saya pernah melihat kasus paling menyebalkan: seseorang melakukan transfer 50 juta setiap hari selama 6 hari, dan hasilnya langsung dibatasi akses transaksi non-kasir, hanya bisa menarik tunai di teller bank, bahkan diminta menunjukkan bukti lengkap sumber dana.
**Pemahaman kunci**
Bank tidak sedang menekan orang yang menghasilkan uang, melainkan mencegah dana dari sumber yang tidak jelas. Begitu riwayat transaksi menunjukkan kejanggalan, yang ringan akan dibatasi fungsi transaksi, yang berat bisa langsung dibekukan akun. Jadi, merencanakan ritme penarikan dana sebelum dilakukan jauh lebih bijaksana daripada harus menjelaskan setelahnya.
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
14 Suka
Hadiah
14
7
Posting ulang
Bagikan
Komentar
0/400
GasFeeCrybaby
· 9jam yang lalu
Waduh, 500.000 langsung diperhatikan begitu saja, teman saya sebelumnya juga mengalami hal ini, sekarang penarikan harus dibagi-bagi, sangat merepotkan
Lihat AsliBalas0
BlockchainDecoder
· 9jam yang lalu
Data ini memang benar-benar diremehkan, berdasarkan penelitian menunjukkan bahwa algoritma pengendalian risiko bank jauh lebih kompleks dari yang terlihat, dari segi teknologi, frekuensi abnormal dan lonjakan jumlah dana sudah lama dimasukkan ke dalam sistem penilaian multidimensi. Yang perlu diperhatikan adalah banyak orang masih berpegang pada persepsi "jumlah kecil tidak masalah", padahal ini justru yang paling berbahaya...
Lihat AsliBalas0
ETHmaxi_NoFilter
· 9jam yang lalu
Jika mencapai 500.000, langsung menjadi target, benar-benar luar biasa... Teman saya waktu itu langsung dibatasi untuk transaksi non-kasir, harus antre di loket untuk menarik tunai, momen memalukan. Frekuensi lebih penting daripada jumlah, harus pamer dengan menyebar transfer secara bergiliran.
Lihat AsliBalas0
YieldFarmRefugee
· 9jam yang lalu
500.000 dalam sehari saja sudah dibombardir dengan panggilan telepon, trik ini benar-benar luar biasa... Teman saya juga, mentransfer secara tersebar malah lebih mudah untuk dipperhatikan, pihak bank memang cukup licik.
Lihat AsliBalas0
GasFeeWhisperer
· 9jam yang lalu
Benar, sering melakukan transfer kecil secara berulang malah lebih mudah untuk dipantau, hal ini banyak orang salah paham tentang hal ini
Lihat AsliBalas0
rekt_but_not_broke
· 9jam yang lalu
Di bawah 500.000, bank langsung memperhatikan, baru sadar mengapa orang di dalam lingkaran selalu bilang harus diversifikasi penarikan. Kalau tahu dari awal, tidak akan langsung menarik semuanya.
Lihat AsliBalas0
LiquidatedTwice
· 9jam yang lalu
50万 jika sekali keluar tangan, bank langsung mengawasi, inilah sebabnya mengapa saya sekarang membagi ke beberapa akun... biaya kuliah terlalu mahal
Sering mendengar orang di dalam komunitas mengatakan satu kalimat: "Banyak uang tidak seaman uang yang sudah masuk ke kantong"—pernyataan ini memang tepat sasaran.
Beberapa waktu lalu, ada seorang teman yang aset kripto-nya melonjak puluhan kali lipat, dan berencana mencairkan beberapa juta rupiah. Hasilnya, hanya mentransfer 50 juta ke rekening bank, langsung saja manajer nasabah bank menelepon, menanyakan serangkaian pertanyaan yang membuat dia berkeringat dingin. Ini bukan kasus tunggal. Sebagai orang yang sudah lama berada di dalam komunitas ini, saya ingin mengulas dengan baik tentang "penarikan dana yang aman"—terutama bagi teman-teman yang memiliki jumlah dana yang cukup besar.
**Poin utama dalam pengendalian risiko bank**
Banyak orang memiliki salah pengertian, mengira "transfer kecil tidak akan dipedulikan bank, hanya yang besar yang akan diperiksa." Tapi sistem pengendalian risiko bank jauh lebih detail dari yang dibayangkan. Dua batasan utama yang harus diingat:
**Yang pertama adalah ambang batas jumlah uang.** Jika dalam satu hari total mencapai lebih dari 50 juta rupiah, otomatis akan memicu "laporan transaksi besar" dari bank. Setelah itu, manajer nasabah kemungkinan besar akan menghubungi untuk "menyapa"—secara kasat mata mereka merekomendasikan produk investasi, tetapi sebenarnya sedang menguji ke mana dana tersebut akan dialihkan. Saat menghadapi situasi ini, tetap tenang saja, cukup jawab "hasil investasi," tanpa perlu berlebihan menjelaskan atau terlihat gugup.
**Yang kedua adalah frekuensi transfer.** Sekalipun jumlahnya kecil, jika dalam waktu singkat sering melakukan transaksi masuk dan keluar (misalnya dalam satu hari melakukan 10 kali transaksi, masing-masing puluhan juta, atau langsung mentransfer setelah dana masuk), ini akan langsung memicu mekanisme "monitor transaksi mencurigakan." Saya pernah melihat kasus paling menyebalkan: seseorang melakukan transfer 50 juta setiap hari selama 6 hari, dan hasilnya langsung dibatasi akses transaksi non-kasir, hanya bisa menarik tunai di teller bank, bahkan diminta menunjukkan bukti lengkap sumber dana.
**Pemahaman kunci**
Bank tidak sedang menekan orang yang menghasilkan uang, melainkan mencegah dana dari sumber yang tidak jelas. Begitu riwayat transaksi menunjukkan kejanggalan, yang ringan akan dibatasi fungsi transaksi, yang berat bisa langsung dibekukan akun. Jadi, merencanakan ritme penarikan dana sebelum dilakukan jauh lebih bijaksana daripada harus menjelaskan setelahnya.