#Strategy加仓BTC Independensi Federal Reserve menghadapi tantangan yang belum pernah terjadi sebelumnya. Selasa ini, pengadilan tertinggi AS akan menggelar sidang untuk memeriksa sebuah kasus penting—kasus Trump tim vs. Dewan Gubernur Federal Reserve Lisa Cook. Ini bukan sekadar sengketa personal, melainkan menyentuh pertahanan sistem yang telah dibangun selama seratus tahun oleh Federal Reserve.
Alur kejadian sebenarnya cukup jelas. Mantan Presiden Trump sebelum meninggalkan jabatannya pernah mencoba mengganti Cook dengan alasan "penipuan hipotek". Cook kemudian mengajukan permohonan larangan ke pengadilan, dan hingga saat ini tetap mempertahankan posisinya demi perlindungan tersebut. Inti dari kedua belah pihak adalah: apakah Presiden memiliki kekuasaan untuk melewati klausul "hanya dapat diberhentikan karena alasan tertentu" dalam "Federal Reserve Act", dan dapat dengan sembarangan mengganti Dewan Gubernur Federal Reserve berdasarkan alasan politik?
Jawaban atas pertanyaan ini akan secara langsung membentuk kembali wajah kebijakan moneter di masa depan. Analisis UBS menunjukkan risiko yang terkait: jika Gedung Putih memenangkan gugatan ini, Ketua Federal Reserve Powell dan seluruh dewan bisa saja sewaktu-waktu dipandang sebagai "terlalu politik" dan dipaksa keluar. Kebijakan moneter seharusnya independen dari pertarungan politik, tetapi jika tembok sistem ini runtuh, proses pembuatan kebijakan pasti akan berubah menjadi alat perebutan kekuasaan. Bagi pasar, ini berarti kepercayaan terhadap netralitas Federal Reserve akan terkikis—performa dolar AS, saham AS, dan obligasi AS akan langsung mencerminkan krisis kepercayaan ini.
Departemen Kehakiman sudah mengambil langkah. Mereka mengirimkan panggilan pengadilan kepada Federal Reserve untuk menyelidiki apakah biaya renovasi gedung kantor mengandung unsur penipuan terhadap Kongres. Secara umum, ini dipandang sebagai langkah untuk mengumpulkan kekuatan dalam kemungkinan tindakan pemecatan. "Jalur gelap" ini menunjukkan bahwa pengawasan terhadap pengelolaan Federal Reserve oleh pejabat tinggi jauh melampaui satu orang, yaitu Cook.
Dimensi waktu juga patut diperhatikan. Masa jabatan Powell sebagai Ketua akan berakhir pada Mei 2026, tetapi masa jabatannya sebagai anggota dewan akan berlanjut hingga 2028. Jika Kongres terjebak dalam kebuntuan politik dan gagal mengonfirmasi calon baru, Powell mungkin tetap menjabat sebagai anggota dewan—yang bisa menjadi benteng terakhir untuk menahan intervensi politik.
Putusan pengadilan tertinggi akan memicu reaksi berantai. Sebuah referensi adalah kasus "Trump vs. Wilcox" tahun lalu, di mana pengadilan tertinggi sudah mulai melemahkan perlindungan jabatan beberapa lembaga independen. Namun, Ketua Hakim Roberts secara khusus menyebutkan bahwa Federal Reserve adalah "entitas semi-swasta yang memiliki struktur unik", pernyataan ini menyisakan ruang imajinasi tentang perlakuan berbeda terhadap sistem tersebut. Apakah sidang besok akan mampu membangun perlindungan baru, atau tembok ini juga akan runtuh, jawaban akan segera terungkap.
Peringatan UBS menyentuh masalah yang lebih dalam: tahun 2026 pasti akan penuh gejolak. Jika kasus Cook akhirnya kalah, seluruh pasar akan kehilangan ekspektasi bahwa Federal Reserve "di luar pengaruh politik", dan kepercayaan terhadap dasar kredibilitas dolar AS sebagai mata uang cadangan global juga akan goyah. Taruhan dari kasus ini bukan sekadar posisi yang akan didapatkan atau hilang, melainkan kestabilan sistem kepercayaan dolar AS secara fundamental. Bagi setiap pengelola aset, ini adalah variabel yang harus dipantau secara ketat.
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
6 Suka
Hadiah
6
3
Posting ulang
Bagikan
Komentar
0/400
RektButStillHere
· 7jam yang lalu
Jika tembok Federal Reserve ini benar-benar runtuh, kepercayaan dolar masih tersisa apa... 2026 sudah pasti kacau balau
Lihat AsliBalas0
ForkLibertarian
· 7jam yang lalu
The Federal Reserve benar-benar dipermainkan, sekarang benar-benar tergantung pada bagaimana pengadilan tertinggi memutuskan
Lihat AsliBalas0
ContractCollector
· 7jam yang lalu
Jika independensi Federal Reserve benar-benar runtuh, akankah kepercayaan terhadap dolar AS tetap bertahan?
#Strategy加仓BTC Independensi Federal Reserve menghadapi tantangan yang belum pernah terjadi sebelumnya. Selasa ini, pengadilan tertinggi AS akan menggelar sidang untuk memeriksa sebuah kasus penting—kasus Trump tim vs. Dewan Gubernur Federal Reserve Lisa Cook. Ini bukan sekadar sengketa personal, melainkan menyentuh pertahanan sistem yang telah dibangun selama seratus tahun oleh Federal Reserve.
Alur kejadian sebenarnya cukup jelas. Mantan Presiden Trump sebelum meninggalkan jabatannya pernah mencoba mengganti Cook dengan alasan "penipuan hipotek". Cook kemudian mengajukan permohonan larangan ke pengadilan, dan hingga saat ini tetap mempertahankan posisinya demi perlindungan tersebut. Inti dari kedua belah pihak adalah: apakah Presiden memiliki kekuasaan untuk melewati klausul "hanya dapat diberhentikan karena alasan tertentu" dalam "Federal Reserve Act", dan dapat dengan sembarangan mengganti Dewan Gubernur Federal Reserve berdasarkan alasan politik?
Jawaban atas pertanyaan ini akan secara langsung membentuk kembali wajah kebijakan moneter di masa depan. Analisis UBS menunjukkan risiko yang terkait: jika Gedung Putih memenangkan gugatan ini, Ketua Federal Reserve Powell dan seluruh dewan bisa saja sewaktu-waktu dipandang sebagai "terlalu politik" dan dipaksa keluar. Kebijakan moneter seharusnya independen dari pertarungan politik, tetapi jika tembok sistem ini runtuh, proses pembuatan kebijakan pasti akan berubah menjadi alat perebutan kekuasaan. Bagi pasar, ini berarti kepercayaan terhadap netralitas Federal Reserve akan terkikis—performa dolar AS, saham AS, dan obligasi AS akan langsung mencerminkan krisis kepercayaan ini.
Departemen Kehakiman sudah mengambil langkah. Mereka mengirimkan panggilan pengadilan kepada Federal Reserve untuk menyelidiki apakah biaya renovasi gedung kantor mengandung unsur penipuan terhadap Kongres. Secara umum, ini dipandang sebagai langkah untuk mengumpulkan kekuatan dalam kemungkinan tindakan pemecatan. "Jalur gelap" ini menunjukkan bahwa pengawasan terhadap pengelolaan Federal Reserve oleh pejabat tinggi jauh melampaui satu orang, yaitu Cook.
Dimensi waktu juga patut diperhatikan. Masa jabatan Powell sebagai Ketua akan berakhir pada Mei 2026, tetapi masa jabatannya sebagai anggota dewan akan berlanjut hingga 2028. Jika Kongres terjebak dalam kebuntuan politik dan gagal mengonfirmasi calon baru, Powell mungkin tetap menjabat sebagai anggota dewan—yang bisa menjadi benteng terakhir untuk menahan intervensi politik.
Putusan pengadilan tertinggi akan memicu reaksi berantai. Sebuah referensi adalah kasus "Trump vs. Wilcox" tahun lalu, di mana pengadilan tertinggi sudah mulai melemahkan perlindungan jabatan beberapa lembaga independen. Namun, Ketua Hakim Roberts secara khusus menyebutkan bahwa Federal Reserve adalah "entitas semi-swasta yang memiliki struktur unik", pernyataan ini menyisakan ruang imajinasi tentang perlakuan berbeda terhadap sistem tersebut. Apakah sidang besok akan mampu membangun perlindungan baru, atau tembok ini juga akan runtuh, jawaban akan segera terungkap.
Peringatan UBS menyentuh masalah yang lebih dalam: tahun 2026 pasti akan penuh gejolak. Jika kasus Cook akhirnya kalah, seluruh pasar akan kehilangan ekspektasi bahwa Federal Reserve "di luar pengaruh politik", dan kepercayaan terhadap dasar kredibilitas dolar AS sebagai mata uang cadangan global juga akan goyah. Taruhan dari kasus ini bukan sekadar posisi yang akan didapatkan atau hilang, melainkan kestabilan sistem kepercayaan dolar AS secara fundamental. Bagi setiap pengelola aset, ini adalah variabel yang harus dipantau secara ketat.