Ledger, produsen dompet cryptocurrency yang berbasis di Paris, telah mengungkapkan adanya pelanggaran data yang mempengaruhi mitra e-commerce-nya, Global-e. Namun, perusahaan menegaskan bahwa aset kripto pengguna dan kredensial keamanan tetap sepenuhnya terlindungi.
Apa yang Terjadi dalam Pelanggaran Ini
Akses tidak sah tersebut menargetkan sistem data pesanan Global-e, yang memproses transaksi untuk Ledger.com. Global-e, sebuah platform e-commerce dan pembayaran asal Israel yang diperdagangkan di Nasdaq (ticker: GLBE), berfungsi sebagai merchant record untuk toko online Ledger. Beberapa informasi pembelian pelanggan yang terkait dengan pesanan Ledger dikompromikan selama insiden ini.
Aset Kripto Anda Aman
Meskipun pelanggaran mempengaruhi data pesanan, Ledger menegaskan bahwa keamanan inti dari produk-produknya tetap utuh. Karena dompet Ledger beroperasi dengan model self-custodial, Global-e tidak memiliki akses ke informasi penting pengguna termasuk:
Frasa pemulihan 24 kata
Saldo atau kepemilikan cryptocurrency
Kunci pribadi atau data keamanan
Informasi kartu pembayaran
Pemisahan arsitektur ini berarti pelanggaran tersebut tidak dapat mengekspos aset digital pengguna yang sebenarnya atau mengompromikan fungsi dompet.
Tanggapan Perusahaan dan Penyidikan
Ledger telah mengontrak ahli forensik independen untuk menyelidiki insiden ini secara menyeluruh. Perusahaan telah memberi tahu pelanggan yang terdampak dan sedang bekerja untuk menentukan cakupan lengkap data yang dikompromikan.
Ini menandai kekhawatiran keamanan lain yang terkait dengan ekosistem Ledger. Pada Desember 2023, perusahaan mengungkapkan adanya akses tidak sah ke Ledger Connect Kit-nya, di mana kode berbahaya mengeksploitasi kerentanan phishing yang menargetkan seorang karyawan. Insiden tersebut mendorong peringatan kepada pengguna untuk sementara waktu menghentikan interaksi dengan aplikasi terdesentralisasi.
Tentang Skala Ledger
Dengan 12 tahun beroperasi dan lebih dari 7,5 juta dompet perangkat keras yang terjual secara global, Ledger memperkirakan perangkatnya mengamankan sekitar 20% dari aset cryptocurrency di dunia. Perusahaan mengoperasikan solusi perangkat keras (Stax dan dompet Nano) serta produk dompet perangkat lunak yang melayani jutaan pengguna di seluruh dunia.
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
Pengguna Ledger Terdampak oleh Kebocoran Platform Pembayaran Pihak Ketiga: Aset Tetap Aman
Ledger, produsen dompet cryptocurrency yang berbasis di Paris, telah mengungkapkan adanya pelanggaran data yang mempengaruhi mitra e-commerce-nya, Global-e. Namun, perusahaan menegaskan bahwa aset kripto pengguna dan kredensial keamanan tetap sepenuhnya terlindungi.
Apa yang Terjadi dalam Pelanggaran Ini
Akses tidak sah tersebut menargetkan sistem data pesanan Global-e, yang memproses transaksi untuk Ledger.com. Global-e, sebuah platform e-commerce dan pembayaran asal Israel yang diperdagangkan di Nasdaq (ticker: GLBE), berfungsi sebagai merchant record untuk toko online Ledger. Beberapa informasi pembelian pelanggan yang terkait dengan pesanan Ledger dikompromikan selama insiden ini.
Aset Kripto Anda Aman
Meskipun pelanggaran mempengaruhi data pesanan, Ledger menegaskan bahwa keamanan inti dari produk-produknya tetap utuh. Karena dompet Ledger beroperasi dengan model self-custodial, Global-e tidak memiliki akses ke informasi penting pengguna termasuk:
Pemisahan arsitektur ini berarti pelanggaran tersebut tidak dapat mengekspos aset digital pengguna yang sebenarnya atau mengompromikan fungsi dompet.
Tanggapan Perusahaan dan Penyidikan
Ledger telah mengontrak ahli forensik independen untuk menyelidiki insiden ini secara menyeluruh. Perusahaan telah memberi tahu pelanggan yang terdampak dan sedang bekerja untuk menentukan cakupan lengkap data yang dikompromikan.
Ini menandai kekhawatiran keamanan lain yang terkait dengan ekosistem Ledger. Pada Desember 2023, perusahaan mengungkapkan adanya akses tidak sah ke Ledger Connect Kit-nya, di mana kode berbahaya mengeksploitasi kerentanan phishing yang menargetkan seorang karyawan. Insiden tersebut mendorong peringatan kepada pengguna untuk sementara waktu menghentikan interaksi dengan aplikasi terdesentralisasi.
Tentang Skala Ledger
Dengan 12 tahun beroperasi dan lebih dari 7,5 juta dompet perangkat keras yang terjual secara global, Ledger memperkirakan perangkatnya mengamankan sekitar 20% dari aset cryptocurrency di dunia. Perusahaan mengoperasikan solusi perangkat keras (Stax dan dompet Nano) serta produk dompet perangkat lunak yang melayani jutaan pengguna di seluruh dunia.