Sumber: Coinomedia
Judul Asli: BlackRock Capai $14 Triliun dalam Aset di Bawah Manajemen
Tautan Asli:
Dalam momen bersejarah bagi keuangan global, BlackRock secara resmi telah melewati $14 triliun dalam aset di bawah manajemen (AUM) per awal 2026. Pengumuman ini menandai tonggak penting lainnya bagi pengelola aset terbesar di dunia, semakin memperkuat pengaruhnya di sektor keuangan tradisional dan digital.
Pertumbuhan ini terjadi di tengah meningkatnya permintaan institusional, kinerja yang kuat di seluruh penawaran ETF-nya, dan langkah strategis ke pasar berkembang—terutama cryptocurrency dan investasi ESG (Environmental, Social, Governance). Lonjakan AUM ini mencerminkan kepercayaan investor dan kemampuan BlackRock untuk beradaptasi dengan tren pasar yang berubah.
Apa yang Mendorong Pertumbuhan Ini?
Beberapa faktor berkontribusi pada rekor AUM BlackRock:
Perluasan ke ETF crypto: Setelah keberhasilan peluncuran ETF Bitcoin dan Ethereum-nya, BlackRock telah melihat arus masuk yang signifikan dari investor ritel dan institusional.
Diversifikasi global: Investasi strategis di Eropa, Asia, dan Amerika Latin telah memperluas basis aset perusahaan.
Fokus ESG yang meningkat: Portofolio dana berkelanjutan yang semakin berkembang terus menarik modal, terutama dari investor muda dan yang berorientasi dampak.
CEO Larry Fink menekankan komitmen perusahaan terhadap “investasi jangka panjang berbasis teknologi” dan mengisyaratkan integrasi AI dan blockchain yang lebih dalam dalam pengelolaan portofolio.
Mengapa Ini Penting
Kenaikan BlackRock ke $14 triliun AUM bukan hanya tentang skala—ini menandai konsolidasi yang semakin besar dalam industri pengelolaan aset. Dengan tingkat pengaruh ini, BlackRock memainkan peran kunci dalam alokasi modal global, mempengaruhi segala hal mulai dari suku bunga hingga aliran ekuitas dan sekarang, bahkan struktur pasar crypto.
Seiring raksasa keuangan tradisional seperti BlackRock terus memperluas ke aset digital, garis antara Wall Street dan Web3 semakin kabur—mengubah masa depan investasi.
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
BlackRock Mencapai $14 Triliun dalam Aset di Bawah Manajemen
Sumber: Coinomedia Judul Asli: BlackRock Capai $14 Triliun dalam Aset di Bawah Manajemen Tautan Asli: Dalam momen bersejarah bagi keuangan global, BlackRock secara resmi telah melewati $14 triliun dalam aset di bawah manajemen (AUM) per awal 2026. Pengumuman ini menandai tonggak penting lainnya bagi pengelola aset terbesar di dunia, semakin memperkuat pengaruhnya di sektor keuangan tradisional dan digital.
Pertumbuhan ini terjadi di tengah meningkatnya permintaan institusional, kinerja yang kuat di seluruh penawaran ETF-nya, dan langkah strategis ke pasar berkembang—terutama cryptocurrency dan investasi ESG (Environmental, Social, Governance). Lonjakan AUM ini mencerminkan kepercayaan investor dan kemampuan BlackRock untuk beradaptasi dengan tren pasar yang berubah.
Apa yang Mendorong Pertumbuhan Ini?
Beberapa faktor berkontribusi pada rekor AUM BlackRock:
CEO Larry Fink menekankan komitmen perusahaan terhadap “investasi jangka panjang berbasis teknologi” dan mengisyaratkan integrasi AI dan blockchain yang lebih dalam dalam pengelolaan portofolio.
Mengapa Ini Penting
Kenaikan BlackRock ke $14 triliun AUM bukan hanya tentang skala—ini menandai konsolidasi yang semakin besar dalam industri pengelolaan aset. Dengan tingkat pengaruh ini, BlackRock memainkan peran kunci dalam alokasi modal global, mempengaruhi segala hal mulai dari suku bunga hingga aliran ekuitas dan sekarang, bahkan struktur pasar crypto.
Seiring raksasa keuangan tradisional seperti BlackRock terus memperluas ke aset digital, garis antara Wall Street dan Web3 semakin kabur—mengubah masa depan investasi.