Ketegangan geopolitik semakin memanas dengan cepat. Ancaman tarif Trump terhadap Greenland kini memicu alarm serius di seluruh Eropa. Brussels telah secara tegas memperingatkan tentang "lingkaran kejatuhan yang berbahaya"—dan itu bukan bahasa yang santai.
Inilah yang sedang terjadi: peningkatan hambatan perdagangan biasanya menyebar ke pasar global. Ketika perang tarif memanas antara blok ekonomi utama, biasanya akan menimbulkan ketakutan di kalangan investor, memperketat likuiditas, dan menggeser aliran modal secara tidak terduga. Pasar crypto tidak beroperasi dalam isolasi—mereka merespons kondisi makro yang lebih luas.
Perlawanan dari Eropa menunjukkan bahwa ini bukan sekadar postur. Jika ketegangan tarif semakin meningkat antara AS dan UE, kita bisa melihat volatilitas pasar yang meningkat di berbagai kelas aset, termasuk aset digital. Preseden sejarah menunjukkan bahwa periode perlindungan yang meningkat seringkali berkorelasi dengan perilaku lari ke aman dan penyeimbangan portofolio.
Bagi trader dan manajer portofolio yang memantau faktor risiko: ketidakpastian geopolitik + kejutan kebijakan perdagangan = selera risiko yang lebih rendah. Itu bisa berujung pada rotasi sektor dan tekanan pada aset berisiko. Ruang crypto harus memantau perkembangan ini dengan cermat saat negosiasi berlangsung.
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
9 Suka
Hadiah
9
4
Posting ulang
Bagikan
Komentar
0/400
LiquidityHunter
· 6jam yang lalu
Intinya adalah likuiditas akan menyusut terlebih dahulu, dan harga koin akan mengikuti turun
Lihat AsliBalas0
PumpStrategist
· 6jam yang lalu
Bentuknya sudah terbentuk, guncangan geopolitik kali ini memang akan melepaskan risiko. Yang penting adalah kapan likuiditas benar-benar akan mengencang—sebaran kepemilikan menunjukkan bahwa institusi sedang diam-diam mengurangi posisi, tetapi investor ritel masih dalam keadaan tidak sadar. Pola pikir tipikal petani bawang, baru menyadari setelah BTC menembus level support. Dari sudut pandang strategi probabilitas, saat ini memang memasuki zona overbought, disarankan untuk melihat secara rasional, jangan terbawa oleh emosi kepanikan.
Lihat AsliBalas0
CryptoSourGrape
· 6jam yang lalu
Gelombang geopolitik ini benar-benar bisa menyebabkan penurunan harga, yang penting adalah jika perang dagang antara AS dan Eropa meningkat, lembaga-lembaga pasti akan masuk secara besar-besaran untuk menstabilkan aset. Dunia kripto kali ini mungkin akan terkena dampaknya, sekarang yang masih berani memegang posisi besar hanyalah para penjudi.
Lihat AsliBalas0
VitalikFanboy42
· 6jam yang lalu
Situasi makro memang sangat menekan. Intinya sekarang adalah di mana likuiditas berada, jika institusi besar benar-benar mulai mengambil risiko, aset safe haven seperti BTC justru bisa menjadi lebih menarik. Ketika perang dagang antara Eropa dan Amerika dimulai, pasar kripto justru berpotensi meningkat, karena setiap kali ketidakpastian kebijakan tinggi dalam sejarah, situasi seperti ini selalu terjadi.
Ketegangan geopolitik semakin memanas dengan cepat. Ancaman tarif Trump terhadap Greenland kini memicu alarm serius di seluruh Eropa. Brussels telah secara tegas memperingatkan tentang "lingkaran kejatuhan yang berbahaya"—dan itu bukan bahasa yang santai.
Inilah yang sedang terjadi: peningkatan hambatan perdagangan biasanya menyebar ke pasar global. Ketika perang tarif memanas antara blok ekonomi utama, biasanya akan menimbulkan ketakutan di kalangan investor, memperketat likuiditas, dan menggeser aliran modal secara tidak terduga. Pasar crypto tidak beroperasi dalam isolasi—mereka merespons kondisi makro yang lebih luas.
Perlawanan dari Eropa menunjukkan bahwa ini bukan sekadar postur. Jika ketegangan tarif semakin meningkat antara AS dan UE, kita bisa melihat volatilitas pasar yang meningkat di berbagai kelas aset, termasuk aset digital. Preseden sejarah menunjukkan bahwa periode perlindungan yang meningkat seringkali berkorelasi dengan perilaku lari ke aman dan penyeimbangan portofolio.
Bagi trader dan manajer portofolio yang memantau faktor risiko: ketidakpastian geopolitik + kejutan kebijakan perdagangan = selera risiko yang lebih rendah. Itu bisa berujung pada rotasi sektor dan tekanan pada aset berisiko. Ruang crypto harus memantau perkembangan ini dengan cermat saat negosiasi berlangsung.