Hasil obligasi 30 tahun Jepang baru-baru ini melonjak ke 3.55%, mencatat rekor tertinggi dalam sejarah. Angka ini terlihat sederhana, tetapi hal yang tersembunyi di baliknya layak untuk dipikirkan.
Apa arti dari hasil obligasi yang tinggi? Singkatnya, modal mulai menilai ulang risiko. Ketika aset tetap tradisional menawarkan imbal hasil yang lebih menarik, dana yang sebelumnya mengalir ke aset berisiko tinggi (termasuk cryptocurrency) akan dialihkan. Tetapi sekaligus, ini juga menandai berakhirnya era suku bunga rendah di Jepang selama bertahun-tahun.
Dari sudut pandang likuiditas global, pertanyaan kunci adalah—apakah Bank of Japan akan terus menerapkan kebijakan ultra-longgar? Jika tetap melakukan pengetatan, pelepasan dana arbitrase dan transaksi arbitrase yen mungkin akan memperburuk volatilitas pasar. Bagi pasar kripto, ini berarti pola likuiditas global sedang mengalami perubahan mendalam, sehingga perlu memantau aliran modal selanjutnya dengan cermat.
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
12 Suka
Hadiah
12
8
Posting ulang
Bagikan
Komentar
0/400
YieldWhisperer
· 01-22 08:29
Tunggu, apakah 3.55% benar-benar bisa menyedot begitu banyak dana? Hasil obligasi pemerintah Jepang memang naik, tetapi jika dibandingkan dengan obligasi AS, masih seperti adik. Saya justru berpikir bahwa gelombang ini lebih didorong oleh tekanan apresiasi yen yang memaksa bank sentral untuk berkompromi, dan penutupan posisi arbitrase adalah ancaman yang sebenarnya. Masalah pasar kripto bukan pada obligasi pemerintah Jepang, tetapi pada langkah selanjutnya Federal Reserve.
Lihat AsliBalas0
MerkleDreamer
· 01-21 23:27
Imbal hasil obligasi pemerintah Jepang yang melonjak memang patut diwaspadai, tetapi saya rasa ada satu poin kunci yang terlewatkan dalam analisis—seberapa besar pengaruh batasan 3,55% terhadap Bank of Japan? Jika Gubernur Kuroda benar-benar terus melonggarkan kebijakan, imbal hasil mungkin hanya gertakan semata, dan logika aliran dana ke kripto bisa berbalik. Saat ini masih dalam masa menunggu dan melihat, titik balik likuiditas belum begitu cepat dipastikan.
Lihat AsliBalas0
StableNomad
· 01-19 14:18
3.55% benar-benar cukup keras, Jepang ini benar-benar beralih sepenuhnya.
Lihat AsliBalas0
MetaEggplant
· 01-19 09:15
Obligasi Jepang kali ini benar-benar menyakitkan, pelepasan posisi arbitrase adalah gempa bumi yang sebenarnya
Lihat AsliBalas0
LiquidityWitch
· 01-19 09:15
Penguatan Yen benar-benar akan menimbulkan masalah, saat perdagangan arbitrase dilepaskan itulah yang menjadi poin utama
Lihat AsliBalas0
TokenDustCollector
· 01-19 09:14
3.55% benar-benar menjadi titik balik, mimpi "longgar" Jepang selama tiga puluh tahun akan berakhir.
Lihat AsliBalas0
RunWithRugs
· 01-19 09:11
Hasil imbal hasil obligasi pemerintah Jepang yang mencapai rekor tertinggi memang patut diperhatikan, tetapi saya rasa ada satu dimensi yang kurang dalam analisis—seberapa banyak dari kenaikan ini yang benar-benar didasarkan pada perbaikan fundamental ekonomi, dan berapa banyak yang merupakan gerakan refleksif dari penyesuaian harga pasar? Jika hanya yang terakhir, kemungkinan imbal hasil obligasi yang tinggi tidak akan bertahan lama. Selain itu, penguatan yen Jepang mungkin memiliki dampak yang lebih besar terhadap kripto dari yang diperkirakan, karena aliran dana Asia akan langsung terpengaruh.
Lihat AsliBalas0
ImpermanentPhobia
· 01-19 08:46
Kenaikan obligasi Jepang kali ini memang cukup tajam, tetapi jika dikatakan dana akan beralih ke kripto, saya rasa itu juga tergantung pada sikap bank sentral. Jika BOJ benar-benar mengalah, maka itu akan menjadi titik balik yang penting.
Hasil obligasi 30 tahun Jepang baru-baru ini melonjak ke 3.55%, mencatat rekor tertinggi dalam sejarah. Angka ini terlihat sederhana, tetapi hal yang tersembunyi di baliknya layak untuk dipikirkan.
Apa arti dari hasil obligasi yang tinggi? Singkatnya, modal mulai menilai ulang risiko. Ketika aset tetap tradisional menawarkan imbal hasil yang lebih menarik, dana yang sebelumnya mengalir ke aset berisiko tinggi (termasuk cryptocurrency) akan dialihkan. Tetapi sekaligus, ini juga menandai berakhirnya era suku bunga rendah di Jepang selama bertahun-tahun.
Dari sudut pandang likuiditas global, pertanyaan kunci adalah—apakah Bank of Japan akan terus menerapkan kebijakan ultra-longgar? Jika tetap melakukan pengetatan, pelepasan dana arbitrase dan transaksi arbitrase yen mungkin akan memperburuk volatilitas pasar. Bagi pasar kripto, ini berarti pola likuiditas global sedang mengalami perubahan mendalam, sehingga perlu memantau aliran modal selanjutnya dengan cermat.