Ada analogi yang berguna di sini: anggap perangkat lunak perusahaan sebagai mesin pabrik, dan agen sebagai tenaga kerja yang mengoperasikan peralatan tersebut. Keterampilan sejati bukanlah membangun mesin baru dari awal—melainkan melatih operator untuk menggunakan alat yang sudah ada secara efisien.



Ketika berbicara tentang pengembangan agen, tujuan haruslah integrasi yang cerdas, bukan menciptakan ulang roda. Anda ingin agen bekerja dengan kerangka kerja yang terbukti seperti React, memaksimalkan nilai dengan kode kustom minimal. Mengapa menulis ulang apa yang sudah berfungsi?

Inilah yang menarik: seiring agen berkembang dan mengambil lebih banyak tugas, permintaan akan perangkat lunak berkualitas kemungkinan akan meningkat daripada menurun. Alat yang lebih baik akan digunakan lebih banyak, bukan lebih sedikit. Pemenang dalam perubahan ini akan menjadi platform yang membuat agen menjadi kuat tanpa memaksa pengembang untuk memulai dari nol.
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
  • Hadiah
  • 3
  • Posting ulang
  • Bagikan
Komentar
0/400
bridgeOopsvip
· 9jam yang lalu
Penggunaan kembali alat memang inti, tetapi kenyataannya seringkali lebih kompleks. Tim sering dipaksa untuk menulis ulang karena kerangka kerja yang ada tidak mengikuti kebutuhan aneh dari Agent. Apakah rangka kerja React benar-benar dapat sepenuhnya menyesuaikan dengan alur kerja Agent? Agak optimis.
Lihat AsliBalas0
DataChiefvip
· 9jam yang lalu
Metafora ini tepat sasaran, tetapi saya rasa perlu menambahkan satu sudut pandang lagi: saat ini banyak tim memilih kerangka kerja secara impulsif, mereka sama sekali belum memikirkan dengan jelas apa yang sebenarnya harus dilakukan oleh agent. Hanya memiliki alat yang bagus saja tidak cukup, harus terlebih dahulu menyelesaikan kebutuhan dan desain proses, jika tidak, kerangka kerja yang paling hebat sekalipun akan sia-sia.
Lihat AsliBalas0
FudVaccinatorvip
· 9jam yang lalu
Perbandingan ini memang tepat. Namun saya justru merasa kuncinya bukan pada apakah menggunakan React atau tidak, melainkan apakah agent benar-benar dapat memahami batasan logika bisnis. Banyak tim saat ini hanya menggabungkan alat secara sembarangan, sehingga agent malah menjadi lebih rapuh. Integrasi yang dibangun di atas dasar yang tidak stabil, sekecil apa pun perluasan tetap sia-sia.
Lihat AsliBalas0
  • Sematkan

Perdagangkan Kripto Di Mana Saja Kapan Saja
qrCode
Pindai untuk mengunduh aplikasi Gate
Komunitas
Bahasa Indonesia
  • 简体中文
  • English
  • Tiếng Việt
  • 繁體中文
  • Español
  • Русский
  • Français (Afrique)
  • Português (Portugal)
  • Bahasa Indonesia
  • 日本語
  • بالعربية
  • Українська
  • Português (Brasil)