Belakangan ini saya melihat sebuah analisis menarik—seorang mantan analis Bank Inggris menulis surat kepada Gubernur, membahas sebuah skenario hipotetis: jika terjadi pengungkapan informasi besar-besaran yang menyebabkan kepercayaan publik terguncang secara serius, hal ini bisa memicu reaksi berantai.
Orang ini menyebutkan dalam suratnya bahwa dalam krisis seperti itu, mungkin akan terjadi penarikan dana dari bank dan ketidakstabilan sosial. Tapi dia menunjukkan sebuah fenomena menarik—banyak orang akan beralih mencari cara penyimpanan nilai yang lebih stabil dan dapat diandalkan.
Ini menimbulkan sebuah pertanyaan inti: mengapa Bitcoin dianggap baik dalam skenario ekstrem seperti ini?
Logikanya sebenarnya cukup sederhana. Ketika kepercayaan terhadap sistem keuangan tradisional terguncang, aset terdesentralisasi justru menjadi pilihan alternatif. Bitcoin tidak bergantung pada lembaga pusat mana pun, pasokannya tetap, dan aturan operasinya transparan—karakteristik ini menjadi sangat menarik dalam krisis kepercayaan.
Dari sejarah, setiap kali ketidakpastian besar dalam bidang keuangan atau politik muncul, orang akan mencari alat penyimpanan nilai yang tidak dikendalikan oleh satu entitas tunggal. Baik emas maupun aset kripto pada dasarnya mengikuti logika yang sama.
Tentu saja, ini hanyalah analisis hipotetis, situasi nyata bisa jauh lebih kompleks. Tapi ini mengingatkan kita akan satu kenyataan: keberadaan aset terdesentralisasi sebenarnya bermakna karena mereka menawarkan kemungkinan yang independen dari sistem keuangan tradisional.
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
10 Suka
Hadiah
10
5
Posting ulang
Bagikan
Komentar
0/400
MondayYoloFridayCry
· 5jam yang lalu
Tunggu, jika krisis kepercayaan yang sebenarnya datang, kebanyakan orang tetap akan mengumpulkan uang tunai... Bitcoin? Haha
---
Logika ini terdengar bagus, tetapi dalam kenyataan, orang benar-benar panik tetap harus menimbun makanan dan uang tunai
---
Jadi, intinya adalah keuangan tradisional harus gagal dulu baru giliran Bitcoin? Tapi saya tetap berharap mereka tidak datang terlalu cepat
---
Seorang analis dari Bank Inggris lama mengatakan ini, terdengar seperti mereka sedang merancang alasan untuk kita
---
Klaim bahwa pasokan tetap transparan dan terbatas sudah saya dengar terlalu sering, yang penting adalah apakah ada yang mau menerima saat saatnya tiba
---
Emas selama ribuan tahun tidak pernah mengalami masalah, Bitcoin hanya puluhan tahun, masih berani dibandingkan?
---
Bukankah ini hanya membuktikan rasionalitas menimbun koin saat kiamat? Seperti yang dikatakan, terdengar sangat ilmiah
Lihat AsliBalas0
MEVictim
· 5jam yang lalu
Jujur saja, begitu risiko sistemik meledak, siapa lagi yang percaya pada uang kertas?
Lihat AsliBalas0
ProtocolRebel
· 5jam yang lalu
Singkatnya, ketika sistem runtuh, orang baru ingat BTC, logika ini sudah lama terbukti.
Lihat AsliBalas0
ForkThisDAO
· 5jam yang lalu
Ini lagi-lagi soal krisis kepercayaan, kalau dikatakan dengan baik adalah "sistem akan runtuh segera naik kendaraan"... tetapi pola bicara ini memang selalu berhasil, anggap saja sebagai lindung nilai.
Lihat AsliBalas0
RetiredMiner
· 5jam yang lalu
Kompromi adalah kematian, Bitcoin adalah jawabannya.
---
Singkatnya, hari keruntuhan kepercayaan adalah musim semi kita.
---
Haha para bankir akhirnya mengerti, desentralisasi sama sekali bukan pilihan, melainkan kebutuhan.
---
Sejarah akan membuktikan semuanya, sekarang yang kita simpan adalah yang benar.
---
Akhirnya, ini semua tentang risiko sistemik, seharusnya kita sudah melihat Bitcoin sejak dulu.
---
Analisis ini tidak salah, tapi kenapa baru dibahas sekarang, kenapa tidak dari dulu.
---
Jumlah pasokan yang tetap sudah cukup, yang lain hanyalah omong kosong.
---
Tunggu dan lihat bagaimana kejatuhan keuangan tradisional, kami sudah siap.
Belakangan ini saya melihat sebuah analisis menarik—seorang mantan analis Bank Inggris menulis surat kepada Gubernur, membahas sebuah skenario hipotetis: jika terjadi pengungkapan informasi besar-besaran yang menyebabkan kepercayaan publik terguncang secara serius, hal ini bisa memicu reaksi berantai.
Orang ini menyebutkan dalam suratnya bahwa dalam krisis seperti itu, mungkin akan terjadi penarikan dana dari bank dan ketidakstabilan sosial. Tapi dia menunjukkan sebuah fenomena menarik—banyak orang akan beralih mencari cara penyimpanan nilai yang lebih stabil dan dapat diandalkan.
Ini menimbulkan sebuah pertanyaan inti: mengapa Bitcoin dianggap baik dalam skenario ekstrem seperti ini?
Logikanya sebenarnya cukup sederhana. Ketika kepercayaan terhadap sistem keuangan tradisional terguncang, aset terdesentralisasi justru menjadi pilihan alternatif. Bitcoin tidak bergantung pada lembaga pusat mana pun, pasokannya tetap, dan aturan operasinya transparan—karakteristik ini menjadi sangat menarik dalam krisis kepercayaan.
Dari sejarah, setiap kali ketidakpastian besar dalam bidang keuangan atau politik muncul, orang akan mencari alat penyimpanan nilai yang tidak dikendalikan oleh satu entitas tunggal. Baik emas maupun aset kripto pada dasarnya mengikuti logika yang sama.
Tentu saja, ini hanyalah analisis hipotetis, situasi nyata bisa jauh lebih kompleks. Tapi ini mengingatkan kita akan satu kenyataan: keberadaan aset terdesentralisasi sebenarnya bermakna karena mereka menawarkan kemungkinan yang independen dari sistem keuangan tradisional.