Web2时代 pengguna secara pasif menjadi pengguna data, sementara kendali sebenarnya berada di tangan platform. Dengan berkembangnya protokol penyimpanan terdesentralisasi, situasinya mulai berubah. Melalui teknologi buku besar terdistribusi, pengguna dapat langsung mengelola aset digital mereka—baik itu kode, karya seni NFT, maupun data pribadi—yang dapat disimpan secara permanen di blockchain tanpa dikendalikan oleh perantara.
Token WAL dalam sistem ini memainkan peran ganda: sebagai alat pembayaran untuk interaksi jaringan, dan juga sebagai simbol kepemilikan penuh atas aset data oleh pengguna. Ketika semakin banyak aplikasi dibangun berdasarkan solusi penyimpanan terdesentralisasi semacam ini, kita akan melihat pola baru—data tidak lagi tersebar di berbagai platform terpusat, melainkan membentuk sebuah basis data yang transparan dan tidak dapat diubah.
Perubahan paradigma ini memiliki makna yang mendalam. Ini tidak hanya mendefinisikan ulang hak kepemilikan nilai data, tetapi juga mendorong ekosistem Web3 dari tahap konseptual menuju tahap aplikasi nyata. Pengguna akhirnya memiliki kesempatan untuk bertransformasi dari penyedia data pasif menjadi pemilik sejati dari aset digital mereka.
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
9 Suka
Hadiah
9
5
Posting ulang
Bagikan
Komentar
0/400
CryptoDouble-O-Seven
· 4jam yang lalu
Bagus sekali penjelasannya, tapi apakah benar-benar bisa memegang data di tangan sendiri?
---
Satu lagi koin penyelamat, dengar saja sudah cukup
---
Penyimpanan terdesentralisasi terdengar sangat bagus, tapi bayar gas saja hampir menangis
---
Akhirnya ada yang mengatakannya, sistem Web2 memang menjijikkan
---
WAL? Tunggu dulu, lihat saja berapa lama bisa bertahan
---
Konsep kepemilikan data ini sudah dipopulerkan selama bertahun-tahun, tapi yang benar-benar terealisasi apa?
Lihat AsliBalas0
ClassicDumpster
· 4jam yang lalu
Kepemilikan data ini dikatakan cukup baik, tetapi implementasinya tergantung pada ekosistem aplikasi, bukan?
Memang begitu, tetapi saat ini berapa banyak aplikasi penyimpanan terdesentralisasi di chain yang benar-benar bisa digunakan?
Peran ganda token WAL terdengar bagus, tapi takutnya ini hanya menjadi penipuan lagi
Dari penyedia pasif menjadi pemilik sejati, berapa banyak rug pull yang terjadi di antaranya?
Lihat AsliBalas0
BTCWaveRider
· 4jam yang lalu
Bagus sekali, tapi kenyataannya, perusahaan besar yang memanen keuntungan
Saya sudah sering melihat Token seperti WAL, tahu akhirnya bagaimana?
Kepemilikan data terdengar menyenangkan, tapi berapa banyak yang benar-benar menggunakannya, jangan terlalu bersemangat sendiri
Saya sudah bosan mendengar teori ini, yang penting siapa yang akan membayar
Penyimpanan permanen di blockchain? Biaya gas bisa membuat orang bangkrut
Lihat AsliBalas0
UnluckyLemur
· 4jam yang lalu
Singkatnya, kita ingin mengubah kita dari petani rumput menjadi tuan tanah, terdengar sangat indah.
Lihat AsliBalas0
FlashLoanLarry
· 4jam yang lalu
Terdengar bagus, tetapi implementasinya benar-benar tergantung pada aplikasi.
Web2时代 pengguna secara pasif menjadi pengguna data, sementara kendali sebenarnya berada di tangan platform. Dengan berkembangnya protokol penyimpanan terdesentralisasi, situasinya mulai berubah. Melalui teknologi buku besar terdistribusi, pengguna dapat langsung mengelola aset digital mereka—baik itu kode, karya seni NFT, maupun data pribadi—yang dapat disimpan secara permanen di blockchain tanpa dikendalikan oleh perantara.
Token WAL dalam sistem ini memainkan peran ganda: sebagai alat pembayaran untuk interaksi jaringan, dan juga sebagai simbol kepemilikan penuh atas aset data oleh pengguna. Ketika semakin banyak aplikasi dibangun berdasarkan solusi penyimpanan terdesentralisasi semacam ini, kita akan melihat pola baru—data tidak lagi tersebar di berbagai platform terpusat, melainkan membentuk sebuah basis data yang transparan dan tidak dapat diubah.
Perubahan paradigma ini memiliki makna yang mendalam. Ini tidak hanya mendefinisikan ulang hak kepemilikan nilai data, tetapi juga mendorong ekosistem Web3 dari tahap konseptual menuju tahap aplikasi nyata. Pengguna akhirnya memiliki kesempatan untuk bertransformasi dari penyedia data pasif menjadi pemilik sejati dari aset digital mereka.