Sebuah pelanggaran keamanan besar melanda pasar kripto pada 10 Januari sekitar pukul 23:00 UTC. Melalui taktik rekayasa sosial yang canggih, penyerang berhasil mengompromikan sebuah dompet perangkat keras dan melarikan diri dengan lebih dari $282 juta dalam total kepemilikan LTC dan BTC. Aset yang dicuri kemudian dengan cepat dialirkan melalui beberapa platform pertukaran instan—sebuah pola pencucian uang klasik. Penyerang mengonversi cryptocurrency tersebut menjadi Monero, berusaha menyembunyikan jejak transaksi dan memecahkan forensik on-chain. Manuver ini sementara meningkatkan aktivitas perdagangan Monero di beberapa platform, meninggalkan peserta pasar bertanya-tanya tentang skala sebenarnya dari aliran dana. Insiden ini menyoroti kerentanan kritis dalam keamanan dompet perangkat keras: bahkan solusi penyimpanan dingin yang paling populer tetap rentan terhadap rekayasa sosial ketika perilaku manusia menjadi tautan terlemah. Ini adalah pengingat keras bahwa keamanan teknis saja tidak cukup—kesadaran pengguna dan praktik keamanan operasional sama pentingnya dalam melindungi aset digital.
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
9 Suka
Hadiah
9
6
Posting ulang
Bagikan
Komentar
0/400
SerumSurfer
· 10jam yang lalu
Aduh, lagi-lagi skenario social engineering ini, dompet dingin pun tidak bisa lepas dari kenyataan yang benar-benar gila
Harganya segitu saja? Bahkan yang mahal pun sia-sia
28 miliar dolar hilang begitu saja, astaga
Mencuci uang dengan Monero, ini sudah pola lama
Variabel human ini terlalu mematikan, teknologi sekuat apapun tidak bisa mengatasinya
Memang manusia adalah bug terbesar
Lihat berita seperti ini terlalu sering, saya jadi mati rasa
Rasanya dompet yang tidak dimiliki siapa pun benar-benar aman
Lihat AsliBalas0
HorizonHunter
· 10jam yang lalu
2.8 miliar dolar AS hilang begitu saja, serangan sosial engineering benar-benar luar biasa
Dompet perangkat keras juga tidak aman lagi? Jadi apa yang bisa saya percaya
Ini lagi-lagi pencucian uang dengan XMR, pola ini sudah basi
DYOR semua, bahkan dompet yang paling canggih pun tidak bisa mengalahkan satu panggilan telepon
Lihat AsliBalas0
Ser_APY_2000
· 10jam yang lalu
天哪2.8亿美金just like that... manusia memang adalah celah keamanan terbesar
Dompet perangkat keras juga tidak bisa menghindar dari teknik social engineering ini, sekecil apapun tetap tidak berguna
28200万 hilang, diubah ke Monero ingin menghilang? Lucu banget, bukti di blockchain tidak semudah itu untuk dipermainkan
Aku sudah bilang, tanpa kesadaran keamanan dalam operasi, teknologi sekeren apapun tetap hanya hiasan
Gelombang ini memang harus direnungkan, dompet dingin sudah mencapai puncaknya tapi tetap saja diretas
Kembali lagi ke social engineering dan skema trading berantai, bagaimana metode pencucian uang kuno ini masih sangat efektif
Dompet perangkat keras juga tidak bisa menyelamatkanmu jika kamu adalah orang bodoh
Dompet keras juga jatuh? Kalau begitu, apakah koin di dompet dingin saya juga harus panik...
Manusia tetap menjadi celah terbesar, eh
282 juta hilang begitu saja, tidak berani membayangkan mental si bro itu
Monero kali ini kena tipu, tidak bersalah jadi korban
Pekerjaan sosial ini sulit dicegah, bro, tidak ada jalan keluar
Sekuat apapun teknologi, tetap tidak bisa menahan jika otak manusia tiba-tiba ceroboh...
Peristiwa ini mengingatkan saya untuk benar-benar mengukir frase pemulihan di atas plat logam
Sebuah pelanggaran keamanan besar melanda pasar kripto pada 10 Januari sekitar pukul 23:00 UTC. Melalui taktik rekayasa sosial yang canggih, penyerang berhasil mengompromikan sebuah dompet perangkat keras dan melarikan diri dengan lebih dari $282 juta dalam total kepemilikan LTC dan BTC. Aset yang dicuri kemudian dengan cepat dialirkan melalui beberapa platform pertukaran instan—sebuah pola pencucian uang klasik. Penyerang mengonversi cryptocurrency tersebut menjadi Monero, berusaha menyembunyikan jejak transaksi dan memecahkan forensik on-chain. Manuver ini sementara meningkatkan aktivitas perdagangan Monero di beberapa platform, meninggalkan peserta pasar bertanya-tanya tentang skala sebenarnya dari aliran dana. Insiden ini menyoroti kerentanan kritis dalam keamanan dompet perangkat keras: bahkan solusi penyimpanan dingin yang paling populer tetap rentan terhadap rekayasa sosial ketika perilaku manusia menjadi tautan terlemah. Ini adalah pengingat keras bahwa keamanan teknis saja tidak cukup—kesadaran pengguna dan praktik keamanan operasional sama pentingnya dalam melindungi aset digital.