Masih ingat prediksi pada 21 November? BTC harus rebound 20%, tidak bisa lari satu sen pun. Saat pasar jatuh ke titik terburuk, justru menjadi waktu emas untuk masuk pasar—mereka yang menyerukan beli saat ini biasanya yang paling paham. Beberapa orang memilih keluar saat paling panik, hasilnya malah dipermalukan, kan? Mereka yang bisa mengikuti operasi ini menunjukkan bahwa mereka benar-benar berbeda dalam memahami irama pasar. Logika rebound kali ini sebenarnya sangat sederhana: pesimis ekstrem adalah malam sebelum optimisme ekstrem.
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
12 Suka
Hadiah
12
5
Posting ulang
Bagikan
Komentar
0/400
LidoStakeAddict
· 6jam yang lalu
Itu lagi-lagi argumen yang sangat pesimis dan sangat optimis, benar tapi berapa banyak yang benar-benar melakukannya
Lihat AsliBalas0
RektHunter
· 6jam yang lalu
Saya memang tidak ikut dalam gelombang bottoming itu, sekarang melihat rebound hanya menganggur, jangan dibahas lagi
Lihat AsliBalas0
GateUser-40edb63b
· 6jam yang lalu
Sejujurnya, gelombang bulan November kemarin memang saya tidak mengikuti. Sekarang menonton rekamannya memang sedikit menyakitkan. Tapi hal seperti ini ya begitu, lain kali lebih berhati-hati lagi.
Lihat AsliBalas0
StakeHouseDirector
· 6jam yang lalu
Wtf, gelombang bulan November itu memang benar-benar memanfaatkan peluang dan merasa sangat menyenangkan, sekarang melihat teman-teman yang saat itu panik jualan agak kasihan
Lihat AsliBalas0
HashBard
· 6jam yang lalu
ngl seluruh tesis "panik = entri" terasa berbeda saat kamu benar-benar memiliki keyakinan untuk bertindak atasnya... kebanyakan orang hanya menonton grafik berdarah & berkata pada diri mereka sendiri bahwa mereka *seharusnya* membeli haha
Masih ingat prediksi pada 21 November? BTC harus rebound 20%, tidak bisa lari satu sen pun. Saat pasar jatuh ke titik terburuk, justru menjadi waktu emas untuk masuk pasar—mereka yang menyerukan beli saat ini biasanya yang paling paham. Beberapa orang memilih keluar saat paling panik, hasilnya malah dipermalukan, kan? Mereka yang bisa mengikuti operasi ini menunjukkan bahwa mereka benar-benar berbeda dalam memahami irama pasar. Logika rebound kali ini sebenarnya sangat sederhana: pesimis ekstrem adalah malam sebelum optimisme ekstrem.