Fenomena menarik: ketika investor ritel panik menjual saat pasar berada di titik terendah, para pemain besar di Wall Street justru diam-diam membeli secara besar-besaran.
Berita terbaru menunjukkan bahwa Wells Fargo baru-baru ini menginvestasikan 3,83 miliar dolar AS untuk membeli Bitcoin, dan Bank Amerika juga mengikuti tren dengan masuk secara besar-besaran. Kedua lembaga keuangan terkemuka di AS ini secara bersamaan melakukan aksi, sedikit banyak mengungkapkan sikap nyata investor institusional terhadap pasar—semakin pasar turun, mereka justru semakin membeli.
Fenomena ini bukan kebetulan. Logika masuknya lembaga keuangan tradisional sering kali berlawanan dengan investor ritel. Ketika suasana pasar sangat pesimis dan banyak investor berebut-rebut memotong kerugian, justru saat itulah waktu terbaik untuk mengakumulasi dana saat harga sedang rendah. Kehadiran berulang Bank Amerika di daftar pembelian Bitcoin mencerminkan pengakuan terhadap nilai jangka panjang aset ini oleh institusi.
Bagi investor yang masih menunggu dan memperhatikan, mungkin ini saatnya untuk berpikir: di balik penjualan panik, sebenarnya siapa yang berdiri?
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
23 Suka
Hadiah
23
5
Posting ulang
Bagikan
Komentar
0/400
gas_fee_therapist
· 01-10 20:31
Kembali lagi dengan skenario ini, skrip lama di mana investor ritel menjadi korban kerugian
Lihat AsliBalas0
DegenDreamer
· 01-10 11:39
Itulah sebabnya saya selalu menjadi orang yang menjual kerugian, bank sedang menyapu bersih, saya melarikan diri hahaha
Lihat AsliBalas0
DefiVeteran
· 01-10 11:27
Kembali lagi dengan pola ini, investor ritel selalu menjadi penanggung kerugian, bangunlah semua.
Lihat AsliBalas0
gaslight_gasfeez
· 01-10 11:26
Saat investor ritel memotong kerugian, institusi besar sedang membeli, skenario ini selalu sama setiap kali, tinggal siapa yang bisa tahan untuk tidak bergerak...
Lihat AsliBalas0
CountdownToBroke
· 01-10 11:22
Sialan, ini lagi lagi, sifat investor ritel yang menjadi korban sudah tertanam dalam DNA-nya
Fenomena menarik: ketika investor ritel panik menjual saat pasar berada di titik terendah, para pemain besar di Wall Street justru diam-diam membeli secara besar-besaran.
Berita terbaru menunjukkan bahwa Wells Fargo baru-baru ini menginvestasikan 3,83 miliar dolar AS untuk membeli Bitcoin, dan Bank Amerika juga mengikuti tren dengan masuk secara besar-besaran. Kedua lembaga keuangan terkemuka di AS ini secara bersamaan melakukan aksi, sedikit banyak mengungkapkan sikap nyata investor institusional terhadap pasar—semakin pasar turun, mereka justru semakin membeli.
Fenomena ini bukan kebetulan. Logika masuknya lembaga keuangan tradisional sering kali berlawanan dengan investor ritel. Ketika suasana pasar sangat pesimis dan banyak investor berebut-rebut memotong kerugian, justru saat itulah waktu terbaik untuk mengakumulasi dana saat harga sedang rendah. Kehadiran berulang Bank Amerika di daftar pembelian Bitcoin mencerminkan pengakuan terhadap nilai jangka panjang aset ini oleh institusi.
Bagi investor yang masih menunggu dan memperhatikan, mungkin ini saatnya untuk berpikir: di balik penjualan panik, sebenarnya siapa yang berdiri?