Pahami arti rasio harga terhadap laba, kuasai kunci utama penilaian saham

Saat berinvestasi saham, rasio harga terhadap laba (PE) adalah alat penilaian inti yang harus dikuasai. Banyak investor masih agak bingung tentang “pengertian rasio PE” dan tidak tahu bagaimana menggunakan indikator ini untuk menilai nilai sebenarnya dari saham. Sebenarnya, rasio PE tidaklah misterius; dengan memahami prinsip dan cara perhitungannya, bahkan pemula pun dapat dengan cepat menguasainya.

Pengertian Rasio PE: Memahami indikator kunci ini dalam satu kalimat

Rasio PE (atau PER) secara sederhana berarti: berapa tahun Anda perlu mengandalkan laba perusahaan ini untuk mengembalikan investasi Anda.

Dari sudut pandang lain, rasio PE adalah ukuran untuk menilai apakah saham “mahal atau murah”. Sebagai contoh, jika sebuah saham memiliki rasio PE 15, artinya perusahaan ini membutuhkan 15 tahun untuk menghasilkan nilai pasar saat ini, atau dengan kata lain, Anda perlu 15 tahun untuk kembali modal dari laba perusahaan tersebut.

Rasio PE juga dikenal sebagai Price Earnings Ratio (PER), merupakan metode penilaian yang paling umum di pasar saham. Rasio ini memberi tahu investor apakah harga saham saat ini wajar relatif terhadap kemampuan perusahaan menghasilkan laba.

Cara menghitung rasio PE: dua rumus mudah dipahami

Perhitungan rasio PE sangat langsung, ada dua metode utama:

Metode 1: Harga saham ÷ Laba per saham (EPS)

Ini adalah cara paling umum. Misalnya, sebuah saham dihargai 500 yuan, dan laba per sahamnya adalah 25 yuan, maka rasio PE = 500 ÷ 25 = 20.

Metode 2: Nilai pasar total perusahaan ÷ Total laba bersih perusahaan

Hasilnya sama, hanya menggunakan data seluruh perusahaan untuk perhitungan.

Contoh nyata: TSMC (2330.TW) harga saham 520 yuan, laba per saham 39.2 yuan tahun 2022, maka rasio PE = 520 ÷ 39.2 = 13.3. Ini berarti, dengan harga saat itu, membeli saham TSMC membutuhkan sekitar 13 tahun untuk kembali modal.

Jenis-jenis rasio PE: memahami tiga tipe utama

Dalam praktik investasi, karena data laba yang digunakan berbeda, rasio PE dibagi menjadi tiga tipe:

Static Price Earnings Ratio——berdasarkan laba masa lalu

Rumus perhitungan: Harga saham ÷ EPS tahunan

Rasio PE statis menggunakan laba tahunan yang sudah diumumkan perusahaan tahun sebelumnya. Misalnya, EPS TSMC tahun 2022 adalah jumlah dari empat kuartal: 7.82 + 9.14 + 10.83 + 11.41 = 39.2.

Data ini cukup stabil, sehingga saat harga saham berfluktuasi, PE akan berubah, makanya disebut “statis”. Keuntungannya adalah data yang akurat dan dapat diandalkan, kekurangannya adalah cenderung tertinggal, terutama saat ekonomi berubah cepat.

Dynamic Price Earnings Ratio—— mencerminkan kinerja 12 bulan terbaru

Rumus perhitungan: Harga saham ÷ Jumlah EPS 4 kuartal terbaru

Rasio PE dinamis juga dikenal sebagai TTM (Trailing Twelve Months), artinya dihitung dari data 12 bulan terbaru. Karena perusahaan publik merilis laporan keuangan setiap kuartal, maka sebenarnya ini adalah jumlah EPS dari 4 kuartal terakhir.

Contohnya, EPS Q1 2023 TSMC adalah 5 yuan, maka EPS 4 kuartal terbaru = 9.14 + 10.83 + 11.41 + 5 = 36.38, maka PE(TTM) = 520 ÷ 36.38 = 14.3. Pendekatan ini lebih cepat dan lebih akurat dalam mencerminkan laba terbaru perusahaan.

Dynamic Price Earnings Ratio——berbasis ekspektasi laba masa depan

Rumus perhitungan: Harga saham ÷ EPS tahunan perkiraan

Rasio PE dinamis menggunakan prediksi laba dari analis. Jika perkiraan EPS TSMC tahun 2023 adalah 35 yuan, maka PE dinamis = 520 ÷ 35 = 14.9.

Namun, perlu diingat bahwa prediksi dari berbagai lembaga berbeda cukup jauh, dan prediksi sendiri rentan terhadap kesalahan, sehingga data ini memiliki nilai referensi yang relatif rendah.

Jenis Rumus Kelebihan Kekurangan
Static PE Harga saham / EPS tahunan Data akurat Respons tertinggal
Dynamic PE Harga saham / EPS 4 kuartal terbaru Lebih cepat Tidak bisa prediksi masa depan
Ekspektasi PE Harga saham / EPS perkiraan Proyeksi kuat Akurasi prediksi rendah

Berapa rasio PE yang dianggap wajar: dua pendekatan penilaian

Ketika melihat angka rasio PE, bagaimana tahu apakah tinggi atau rendah? Ada dua metode utama:

Perbandingan antar industri: paling langsung

Perbedaan rasio PE antar industri sangat besar. Sebagai contoh, data pasar saham Taiwan tahun 2023, rasio PE industri otomotif bisa mencapai 98, sedangkan industri pelayaran hanya 1.8. Jadi, tidak bisa membandingkan antar industri secara langsung.

Cara yang benar adalah membandingkan perusahaan dalam industri dan bidang usaha yang sama. Misalnya, PE TSMC (2330.TW) adalah 23.85, sedangkan pesaing UMC (2303.TW) adalah 15, jadi perbandingan ini bermakna. Ini menunjukkan bahwa valuasi TSMC relatif lebih tinggi, biasanya mencerminkan pasar yang optimis terhadap prospek perusahaan tersebut.

Analisis historis: membandingkan dengan data masa lalu perusahaan

Dengan membandingkan PE saat ini dengan PE perusahaan dalam beberapa tahun terakhir, kita bisa melihat posisi valuasi saat ini.

Contohnya, PE TSMC saat ini 23.85 berada di kisaran atas dari lima tahun terakhir, tidak di zona gelembung saat tertinggi, dan juga lebih tinggi dari titik terendah, menunjukkan harga saham berada dalam fase kenaikan yang wajar dan mencerminkan pasar yang cukup optimis terhadap prospek perusahaan.

Grafik aliran rasio PE: satu gambar untuk memahami tingkat valuasi

Agar lebih intuitif dalam menilai apakah harga saham mahal atau murah, bisa menggunakan grafik aliran rasio PE. Grafik ini menampilkan 5-6 garis di atas grafik harga saham, di mana setiap garis dihitung berdasarkan rumus: Harga saham = EPS × Rasio PE.

Garis paling atas adalah harga saham saat rasio PE tertinggi dalam sejarah, dan garis paling bawah adalah harga saham saat rasio PE terendah dalam sejarah.

Contohnya, jika harga saham TSMC saat ini berada di antara garis ke-3 dan ke-4, itu menunjukkan harga saham berada dalam valuasi yang relatif rendah, dan mungkin merupakan peluang beli yang baik. Namun, perlu diingat bahwa valuasi rendah tidak otomatis menjamin keuntungan, harus dipadukan dengan analisis fundamental perusahaan, tren industri, dan faktor lain.

Rasio PE dan pergerakan harga saham tidak memiliki hubungan mutlak

Ini adalah kesalahan umum yang sering dilakukan pemula. Rasio PE rendah tidak selalu berarti saham akan naik, dan PE tinggi tidak selalu berarti saham akan turun.

Pasar cenderung memberi valuasi lebih tinggi kepada saham tertentu karena prospek masa depannya yang cerah. Inilah sebabnya banyak saham teknologi memiliki PE sangat tinggi, tetapi harga sahamnya tetap naik—pasar yakin bahwa saham tersebut layak dihargai seperti itu. Sebaliknya, industri tradisional dengan PE rendah pun bisa terus menurun.

Keterbatasan rasio PE: tiga kekurangan utama yang harus diketahui

Meskipun rasio PE sangat berguna, ia memiliki keterbatasan yang jelas:

1. Mengabaikan risiko utang perusahaan

Rasio PE hanya melihat nilai ekuitas, tidak mempertimbangkan utang perusahaan. Dua perusahaan dengan rasio PE sama bisa sangat berbeda risiko, tergantung apakah mereka menghasilkan laba dari modal sendiri atau dari leverage tinggi.

Saat suku bunga naik atau ekonomi melambat, perusahaan dengan utang tinggi akan menghadapi tekanan lebih besar. Jadi, saat membandingkan rasio PE, perlu juga memperhatikan rasio utang perusahaan.

2. Definisi PE tinggi dan rendah sangat subjektif

PE tinggi bisa mencerminkan berbagai kondisi: perusahaan sedang mengalami masa sulit tetapi fundamentalnya baik, perusahaan memiliki potensi pertumbuhan besar yang sudah dihargai pasar, atau hanya gelembung spekulatif. Setiap kondisi memiliki nilai investasi yang berbeda, dan sulit menilai hanya dari satu angka.

Oleh karena itu, tidak bisa sembarangan mengatakan “PE tinggi tidak layak beli” atau “PE rendah harus beli”, harus dianalisis berdasarkan kondisi perusahaan secara spesifik.

3. Tidak berlaku untuk perusahaan yang merugi

Perusahaan startup, industri bioteknologi, dan banyak perusahaan lain yang belum menghasilkan laba, sehingga tidak bisa dihitung rasio PE. Dalam kasus ini, perlu menggunakan indikator valuasi lain seperti rasio harga terhadap nilai buku (PB) atau rasio harga terhadap pendapatan (PS).

Perbedaan dan penggunaan indikator PE, PB, PS

Dalam praktik investasi, tergantung karakteristik perusahaan, kita akan menggunakan indikator valuasi yang berbeda:

Indikator Objek yang cocok Rumus Standar penilaian
PE (Rasio Harga terhadap Laba) Perusahaan matang dengan laba stabil Harga saham ÷ EPS PE rendah = lebih murah
PB (Rasio Harga terhadap Nilai Buku) Perusahaan siklik dan perputaran tinggi Harga saham ÷ Nilai buku per saham PB<1 relatif murah, PB>1 relatif mahal
PS (Rasio Harga terhadap Pendapatan) Perusahaan startup yang belum laba Harga saham ÷ Pendapatan per saham PS rendah = lebih murah

Dengan memahami arti rasio PE, Anda bisa menilai nilai saham secara lebih ilmiah dan menghindari kejar harga tinggi secara buta atau panik berlebihan. Namun, keputusan investasi tidak boleh hanya bergantung pada satu indikator, harus dilakukan analisis komprehensif dari berbagai data dan prospek perusahaan.

Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
  • Hadiah
  • Komentar
  • Posting ulang
  • Bagikan
Komentar
0/400
Tidak ada komentar
  • Sematkan

Perdagangkan Kripto Di Mana Saja Kapan Saja
qrCode
Pindai untuk mengunduh aplikasi Gate
Komunitas
Bahasa Indonesia
  • 简体中文
  • English
  • Tiếng Việt
  • 繁體中文
  • Español
  • Русский
  • Français (Afrique)
  • Português (Portugal)
  • Bahasa Indonesia
  • 日本語
  • بالعربية
  • Українська
  • Português (Brasil)