Apa yang harus dilakukan saat saham naik batas atas atau turun batas bawah? Satu artikel untuk memahami bagaimana investor harus menghadapi fluktuasi ekstrem pasar
Fenomena yang paling membuat investor mencintai dan membenci di pasar saham, tak lain adalah batas kenaikan dan batas penurunan saham. Dua kondisi ekstrem ini sering kali mewakili puncak sentimen pasar, namun juga membuat banyak investor pemula bingung. Pertanyaan kunci adalah: saat saham mencapai batas kenaikan atau penurunan, apakah kita masih bisa melakukan transaksi? Bagaimana cara beroperasi menghadapi situasi ini?
Menghadapi batas kenaikan dan penurunan, apa reaksi pertama investor seharusnya?
Kebanyakan orang saat melihat saham mencapai batas kenaikan, langsung membeli; saat melihat batas penurunan, langsung menjual. Tapi ini justru adalah cara paling mudah tersandung.
Penilaian rasional adalah kunci. Pertama, pahami mengapa saham ini bisa mencapai batas kenaikan atau penurunan, agar bisa menentukan strategi. Misalnya, saham yang turun batas, tapi perusahaan tidak bermasalah, hanya karena sentimen pasar yang terbawa atau faktor jangka pendek, kemungkinan besar akan rebound lagi. Operasi terbaik saat itu adalah memegang atau menambah posisi kecil.
Sebaliknya, saat melihat batas kenaikan, jangan terburu-buru. Pastikan dulu apakah benar ada faktor fundamental yang mendukung harga saham terus naik. Jika faktor positif terbatas, menunggu dan observasi adalah pilihan paling bijak.
Apa itu batas kenaikan dan batas penurunan? Penjelasan paling sederhana
Batas kenaikan adalah saat harga saham naik sampai batas maksimum yang ditentukan hari itu, sudah menahan kenaikan; batas penurunan adalah saat harga saham turun sampai batas minimum hari itu, sudah menyentuh dasar.
Sebagai contoh di pasar saham Taiwan, saham yang terdaftar tidak boleh naik atau turun lebih dari 10% dari harga penutupan hari sebelumnya. Misalnya, jika TSMC tutup di 600元, hari ini maksimal naik ke 660元, dan minimal turun ke 540元.
Di layar pasar, saham yang mencapai batas kenaikan akan diberi tanda merah, dan batas penurunan diberi tanda hijau, sehingga langsung terlihat.
Saat batas kenaikan dan penurunan, Anda sebenarnya tetap bisa melakukan transaksi normal
Banyak orang salah paham bahwa saat batas kenaikan atau penurunan, tidak bisa bertransaksi. Ini adalah kesalahpahaman umum.
Saat batas kenaikan: Anda tetap bisa memasang order beli atau jual. Tapi perlu diperhatikan, order beli tidak selalu langsung terpenuhi, karena sudah ada banyak orang yang antre membeli. Tapi jika memasang order jual, karena banyak yang ingin membeli, biasanya langsung terpenuhi.
Saat batas penurunan: Juga tetap bisa bertransaksi. Order beli biasanya langsung terpenuhi (karena banyak yang ingin menjual), tapi order jual harus antre.
Singkatnya, bila saham mencapai batas kenaikan, menjual itu mudah, membeli sulit; saat batas penurunan, membeli mudah, menjual sulit.
Apa yang menyebabkan saham mencapai batas kenaikan?
Penyebab umum batas kenaikan meliputi:
Berita positif yang mendorong — Perusahaan mengumumkan laporan keuangan yang bagus (pendapatan kuartalan melonjak, EPS meningkat pesat) atau menerima pesanan besar. Contohnya, TSMC sering mencapai batas kenaikan karena mendapatkan pesanan besar dari Apple, NVIDIA; kebijakan yang mendukung juga bisa memicu masuknya dana, seperti subsidi untuk industri energi hijau, kendaraan listrik, yang langsung mendorong saham terkait ke batas kenaikan.
Daya tarik pasar terhadap tema populer — Saham konsep AI langsung melonjak karena permintaan server yang melonjak; saham biotech sering menjadi favorit spekulasi; saat akhir kuartal, dana institusi dan pelaku utama suka mengerek saham elektronik kecil dan menengah untuk meningkatkan kinerja, dan begitu ada pemicu, langsung ke batas kenaikan.
Breakthrough teknikal yang kuat — Harga menembus area konsolidasi jangka panjang dengan volume besar, atau margin pinjaman yang terlalu tinggi memicu aksi short squeeze, semuanya menarik minat beli yang mendorong harga langsung ke batas atas.
Kunci dari pelaku utama — Ketika dana asing dan dana institusi terus membeli besar-besaran, atau pelaku utama mengunci saham kecil dan menengah dengan sangat rapat, pasar tidak punya saham untuk dijual, dan begitu ada dorongan, langsung terkunci di batas atas, membuat investor ritel sulit membeli.
Berita buruk yang menghantam — Laporan keuangan yang mengecewakan (kerugian membesar, margin laba menurun), masalah internal perusahaan (kecurangan keuangan, pejabat terlibat kasus), industri yang sedang menurun, menyebabkan panic selling besar-besaran, langsung ke batas penurunan.
Sentimen panik pasar yang tinggi — Risiko sistemik muncul (seperti pandemi COVID-19 tahun 2020) menyebabkan banyak saham turun batas; kejatuhan pasar internasional juga menyebar, misalnya saat pasar AS anjlok, ADR TSMC memimpin kerusakan, dan saham teknologi Taiwan juga ikut turun ke batas.
Pelaku utama mulai menjual — Setelah mengerek harga untuk keluar, investor ritel terjebak; margin call yang lebih parah, seperti saat crash saham pelayaran tahun 2021, harga langsung jatuh dan memicu margin call, tekanan jual meningkat, dan investor ritel tidak sempat keluar.
Breakdown teknikal — Harga menembus garis support bulanan, kuartalan, dan support penting lainnya, memicu stop-loss jual; volume besar tiba-tiba muncul dengan candlestick hitam panjang adalah sinyal jelas pelaku utama menjual, dan tekanan jual langsung menyebabkan batas penurunan.
Pasar saham Taiwan memiliki batas kenaikan dan penurunan, bagaimana dengan pasar AS?
Menariknya, pasar AS tidak memiliki mekanisme batas kenaikan dan penurunan. Sebagai gantinya, ada mekanisme penghentian otomatis (juga disebut mekanisme penghentian perdagangan otomatis).
Saat harga bergerak ekstrem, sistem akan otomatis menghentikan perdagangan sementara, memberi waktu pasar untuk beristirahat, lalu membuka kembali setelah tenang.
Mekanisme penghentian otomatis di pasar AS terbagi menjadi dua:
Penghentian pasar secara umum — Saat indeks S&P 500 turun lebih dari 7% atau 13%, seluruh pasar akan berhenti selama 15 menit. Jika turun sampai 20%, pasar langsung tutup hari itu.
Penghentian saham individual — Jika satu saham naik atau turun lebih dari 5% dalam waktu singkat (misalnya 15 detik), akan dihentikan sementara. Standar dan durasi penghentian berbeda tergantung jenis saham.
Dibandingkan, pasar Taiwan membatasi fluktuasi harga untuk mengendalikan volatilitas, sedangkan pasar AS melalui penghentian otomatis untuk menenangkan pasar.
Saat menghadapi batas kenaikan dan penurunan, apa yang harus dilakukan investor?
Strategi satu: Transaksi saham terkait — Saat saham tertentu naik batas karena berita positif, pertimbangkan membeli perusahaan terkait di hulu-hilir atau saham sejenis. Misalnya, saat TSMC naik batas, biasanya saham semikonduktor lain juga ikut naik.
Strategi dua: Melalui pasar AS untuk investasi yang sama — Beberapa saham Taiwan juga terdaftar di AS, seperti TSMC(TSM). Bisa melalui perintah order melalui broker luar negeri, sehingga lebih praktis.
Strategi tiga: Menilai keberlanjutan berita positif/negatif — Apakah kenaikan harga setelah batas kenaikan bisa terus berlanjut tergantung dari apakah berita positif memiliki daya dorong jangka panjang. Setelah batas penurunan, jika fundamental tidak memburuk, justru bisa menjadi peluang beli di harga rendah.
Terakhir, ingatlah bahwa baik saat batas kenaikan maupun batas penurunan, mengejar harga tinggi secara impulsif dan menjual di harga rendah selalu awal dari kerugian. Lebih baik belajar, berpenilaian rasional, dan mengendalikan risiko, karena itulah jalan yang benar dalam berinvestasi.
Tiga langkah mudah mulai trading:
Daftar — Isi data dan kirim aplikasi
Deposit — Masukkan dana dengan berbagai metode cepat
Transaksi — Temukan peluang dan lakukan order dengan cepat
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
Apa yang harus dilakukan saat saham naik batas atas atau turun batas bawah? Satu artikel untuk memahami bagaimana investor harus menghadapi fluktuasi ekstrem pasar
Fenomena yang paling membuat investor mencintai dan membenci di pasar saham, tak lain adalah batas kenaikan dan batas penurunan saham. Dua kondisi ekstrem ini sering kali mewakili puncak sentimen pasar, namun juga membuat banyak investor pemula bingung. Pertanyaan kunci adalah: saat saham mencapai batas kenaikan atau penurunan, apakah kita masih bisa melakukan transaksi? Bagaimana cara beroperasi menghadapi situasi ini?
Menghadapi batas kenaikan dan penurunan, apa reaksi pertama investor seharusnya?
Kebanyakan orang saat melihat saham mencapai batas kenaikan, langsung membeli; saat melihat batas penurunan, langsung menjual. Tapi ini justru adalah cara paling mudah tersandung.
Penilaian rasional adalah kunci. Pertama, pahami mengapa saham ini bisa mencapai batas kenaikan atau penurunan, agar bisa menentukan strategi. Misalnya, saham yang turun batas, tapi perusahaan tidak bermasalah, hanya karena sentimen pasar yang terbawa atau faktor jangka pendek, kemungkinan besar akan rebound lagi. Operasi terbaik saat itu adalah memegang atau menambah posisi kecil.
Sebaliknya, saat melihat batas kenaikan, jangan terburu-buru. Pastikan dulu apakah benar ada faktor fundamental yang mendukung harga saham terus naik. Jika faktor positif terbatas, menunggu dan observasi adalah pilihan paling bijak.
Apa itu batas kenaikan dan batas penurunan? Penjelasan paling sederhana
Batas kenaikan adalah saat harga saham naik sampai batas maksimum yang ditentukan hari itu, sudah menahan kenaikan; batas penurunan adalah saat harga saham turun sampai batas minimum hari itu, sudah menyentuh dasar.
Sebagai contoh di pasar saham Taiwan, saham yang terdaftar tidak boleh naik atau turun lebih dari 10% dari harga penutupan hari sebelumnya. Misalnya, jika TSMC tutup di 600元, hari ini maksimal naik ke 660元, dan minimal turun ke 540元.
Di layar pasar, saham yang mencapai batas kenaikan akan diberi tanda merah, dan batas penurunan diberi tanda hijau, sehingga langsung terlihat.
Saat batas kenaikan dan penurunan, Anda sebenarnya tetap bisa melakukan transaksi normal
Banyak orang salah paham bahwa saat batas kenaikan atau penurunan, tidak bisa bertransaksi. Ini adalah kesalahpahaman umum.
Saat batas kenaikan: Anda tetap bisa memasang order beli atau jual. Tapi perlu diperhatikan, order beli tidak selalu langsung terpenuhi, karena sudah ada banyak orang yang antre membeli. Tapi jika memasang order jual, karena banyak yang ingin membeli, biasanya langsung terpenuhi.
Saat batas penurunan: Juga tetap bisa bertransaksi. Order beli biasanya langsung terpenuhi (karena banyak yang ingin menjual), tapi order jual harus antre.
Singkatnya, bila saham mencapai batas kenaikan, menjual itu mudah, membeli sulit; saat batas penurunan, membeli mudah, menjual sulit.
Apa yang menyebabkan saham mencapai batas kenaikan?
Penyebab umum batas kenaikan meliputi:
Berita positif yang mendorong — Perusahaan mengumumkan laporan keuangan yang bagus (pendapatan kuartalan melonjak, EPS meningkat pesat) atau menerima pesanan besar. Contohnya, TSMC sering mencapai batas kenaikan karena mendapatkan pesanan besar dari Apple, NVIDIA; kebijakan yang mendukung juga bisa memicu masuknya dana, seperti subsidi untuk industri energi hijau, kendaraan listrik, yang langsung mendorong saham terkait ke batas kenaikan.
Daya tarik pasar terhadap tema populer — Saham konsep AI langsung melonjak karena permintaan server yang melonjak; saham biotech sering menjadi favorit spekulasi; saat akhir kuartal, dana institusi dan pelaku utama suka mengerek saham elektronik kecil dan menengah untuk meningkatkan kinerja, dan begitu ada pemicu, langsung ke batas kenaikan.
Breakthrough teknikal yang kuat — Harga menembus area konsolidasi jangka panjang dengan volume besar, atau margin pinjaman yang terlalu tinggi memicu aksi short squeeze, semuanya menarik minat beli yang mendorong harga langsung ke batas atas.
Kunci dari pelaku utama — Ketika dana asing dan dana institusi terus membeli besar-besaran, atau pelaku utama mengunci saham kecil dan menengah dengan sangat rapat, pasar tidak punya saham untuk dijual, dan begitu ada dorongan, langsung terkunci di batas atas, membuat investor ritel sulit membeli.
Lalu, bagaimana terbentuknya batas penurunan saham?
Berita buruk yang menghantam — Laporan keuangan yang mengecewakan (kerugian membesar, margin laba menurun), masalah internal perusahaan (kecurangan keuangan, pejabat terlibat kasus), industri yang sedang menurun, menyebabkan panic selling besar-besaran, langsung ke batas penurunan.
Sentimen panik pasar yang tinggi — Risiko sistemik muncul (seperti pandemi COVID-19 tahun 2020) menyebabkan banyak saham turun batas; kejatuhan pasar internasional juga menyebar, misalnya saat pasar AS anjlok, ADR TSMC memimpin kerusakan, dan saham teknologi Taiwan juga ikut turun ke batas.
Pelaku utama mulai menjual — Setelah mengerek harga untuk keluar, investor ritel terjebak; margin call yang lebih parah, seperti saat crash saham pelayaran tahun 2021, harga langsung jatuh dan memicu margin call, tekanan jual meningkat, dan investor ritel tidak sempat keluar.
Breakdown teknikal — Harga menembus garis support bulanan, kuartalan, dan support penting lainnya, memicu stop-loss jual; volume besar tiba-tiba muncul dengan candlestick hitam panjang adalah sinyal jelas pelaku utama menjual, dan tekanan jual langsung menyebabkan batas penurunan.
Pasar saham Taiwan memiliki batas kenaikan dan penurunan, bagaimana dengan pasar AS?
Menariknya, pasar AS tidak memiliki mekanisme batas kenaikan dan penurunan. Sebagai gantinya, ada mekanisme penghentian otomatis (juga disebut mekanisme penghentian perdagangan otomatis).
Saat harga bergerak ekstrem, sistem akan otomatis menghentikan perdagangan sementara, memberi waktu pasar untuk beristirahat, lalu membuka kembali setelah tenang.
Mekanisme penghentian otomatis di pasar AS terbagi menjadi dua:
Penghentian pasar secara umum — Saat indeks S&P 500 turun lebih dari 7% atau 13%, seluruh pasar akan berhenti selama 15 menit. Jika turun sampai 20%, pasar langsung tutup hari itu.
Penghentian saham individual — Jika satu saham naik atau turun lebih dari 5% dalam waktu singkat (misalnya 15 detik), akan dihentikan sementara. Standar dan durasi penghentian berbeda tergantung jenis saham.
Dibandingkan, pasar Taiwan membatasi fluktuasi harga untuk mengendalikan volatilitas, sedangkan pasar AS melalui penghentian otomatis untuk menenangkan pasar.
Saat menghadapi batas kenaikan dan penurunan, apa yang harus dilakukan investor?
Strategi satu: Transaksi saham terkait — Saat saham tertentu naik batas karena berita positif, pertimbangkan membeli perusahaan terkait di hulu-hilir atau saham sejenis. Misalnya, saat TSMC naik batas, biasanya saham semikonduktor lain juga ikut naik.
Strategi dua: Melalui pasar AS untuk investasi yang sama — Beberapa saham Taiwan juga terdaftar di AS, seperti TSMC(TSM). Bisa melalui perintah order melalui broker luar negeri, sehingga lebih praktis.
Strategi tiga: Menilai keberlanjutan berita positif/negatif — Apakah kenaikan harga setelah batas kenaikan bisa terus berlanjut tergantung dari apakah berita positif memiliki daya dorong jangka panjang. Setelah batas penurunan, jika fundamental tidak memburuk, justru bisa menjadi peluang beli di harga rendah.
Terakhir, ingatlah bahwa baik saat batas kenaikan maupun batas penurunan, mengejar harga tinggi secara impulsif dan menjual di harga rendah selalu awal dari kerugian. Lebih baik belajar, berpenilaian rasional, dan mengendalikan risiko, karena itulah jalan yang benar dalam berinvestasi.
Tiga langkah mudah mulai trading: