Di antara mata uang utama yang beredar secara global, GBP menempati peringkat keempat, dengan volume transaksi valuta asing harian sekitar 13%. Sebagai mata uang resmi Inggris (kode GBP), mata uang ini diterbitkan oleh Bank of England, dengan simbol £.
Dalam pasar valuta asing, GBP terhadap USD (GBP/USD) adalah salah satu dari lima pasangan mata uang dengan volume perdagangan tertinggi, menarik perhatian kedua setelah pasangan mata uang Eropa-Amerika. Ketika Anda melihat kutipan GBP/USD sebesar 1.2120, ini berarti untuk membeli 1 poundsterling diperlukan 1.2120 dolar AS. Digit ketiga di belakang koma disebut “poin”, digunakan untuk mengukur besarnya fluktuasi harga.
GBP memiliki dua karakteristik mencolok: likuiditas tinggi tetapi volatilitas yang tajam. Dibandingkan dengan ukuran pasar euro, GBP lebih kecil, sehingga lebih sensitif terhadap kebijakan Bank Sentral Inggris, data ekonomi (GDP, tingkat pengangguran, inflasi). Ditambah ketidakpastian politik pasca Brexit, GBP menjadi mata uang yang sangat “berkarakter” — gejolak politik langsung mempengaruhi nilai tukar.
Tiga Titik Balik Sejarah Pergerakan GBP
2015: Puncak Kejayaan Terakhir
Tahun itu GBP masih berkisar di level tinggi, sekitar 1.53 terhadap USD. Ekonomi Inggris stabil, pasar merespons isu Brexit dengan lambat, dan tidak banyak yang menganggap serius.
2016-2020: Dua Kali Kejatuhan Drastis
Pada malam referendum Brexit, GBP mengalami penurunan terbesar dalam satu hari selama puluhan tahun — dari 1.47 langsung jatuh ke 1.22. Pasar akhirnya menyadari: GBP sangat sensitif terhadap ketidakpastian politik.
Empat tahun kemudian, pandemi COVID-19 menyebar ke seluruh dunia. Lockdown di Inggris berlangsung lama, tekanan ekonomi besar, GBP sempat jatuh di bawah 1.15. Dolar AS sebagai mata uang safe haven melonjak, dan GBP secara alami menjadi “kambing hitam”.
2022: Keruntuhan Epik
Perdana Menteri Inggris yang baru meluncurkan “anggaran mini”, berjanji memotong pajak secara besar-besaran tanpa penjelasan sumber dana. Pasar panik, pasar obligasi dan valuta keduanya melonjak. GBP mencapai level terendah dalam sejarah — 1.03. Penurunan ini bisa disebut sebagai titik balik dalam tren GBP.
2023-2025: Pemulihan Perlahan
Sejak 2023, dengan Federal Reserve memperlambat kenaikan suku bunga dan Bank of England tetap bersikap hawkish, GBP mulai stabil. Hingga awal 2025, nilai tukar berfluktuasi di sekitar 1.26. Meskipun jauh lebih baik dari dasar tahun 2022, masih tertinggal dari puncak tahun 2015.
Tiga Hukum Dasar di Balik Pergerakan GBP
Hukum 1: Ketidakpastian Politik = Penurunan GBP
Dari referendum Brexit hingga krisis anggaran mini, dan isu kemerdekaan Skotlandia, setiap kali masalah internal Inggris tidak terselesaikan, GBP cenderung langsung terpengaruh. Pasar keuangan paling takut terhadap ketidakpastian, dan GBP adalah mata uang yang paling sensitif terhadap politik.
Hukum 2: Saat Federal Reserve menaikkan suku bunga, GBP tertekan
AS adalah pusat aliran dana global. Kenaikan suku bunga Fed → penguatan dolar AS → pelemahan GBP. Kecuali Bank of England ikut menaikkan suku bunga secara bersamaan, dana akan cenderung mengalir ke aset dolar.
Namun, situasi saat ini berbalik. Sejak akhir 2024, pasar secara umum memperkirakan AS akan memasuki siklus penurunan suku bunga (diperkirakan penurunan 75-100 basis poin di paruh kedua 2025). Sementara itu, Inggris tetap mempertahankan inflasi sekitar 3%, dan bank sentral menegaskan akan menjaga suku bunga tinggi dalam jangka panjang. “Ketidaksesuaian kebijakan” ini memberi GBP dukungan, bahkan berpotensi menguat.
Hukum 3: Data ekonomi Inggris yang membaik = rebound GBP
Data ketenagakerjaan yang baik, sinyal hawkish dari bank sentral, dan perbaikan pertumbuhan ekonomi — semuanya akan mendorong GBP naik. Sejak 2023, Bank of England beberapa kali mengisyaratkan akan mempertahankan suku bunga tinggi dalam waktu lama, pasar mulai bullish terhadap GBP, dan nilai tukar perlahan naik kembali ke sekitar 1.26.
Fokus Utama GBP Tahun 2025
Perbedaan suku bunga menentukan arah
Logika sederhana: suku bunga tinggi menarik dana. Ketika AS menurunkan suku bunga dan Inggris mempertahankan suku bunga tinggi, GBP menjadi relatif lebih berharga.
Saat ini, inflasi Inggris sekitar 3.2% per tahun, tingkat pengangguran 4.1%, dan upah meningkat pesat. Pada kuartal keempat 2024, GDP tumbuh 0.3%, menandakan Inggris keluar dari resesi teknis, dan perkiraan pertumbuhan tahunan sekitar 1.1%-1.3%. Data ini tidak luar biasa, tetapi juga tidak mengkhawatirkan, cukup untuk mendukung bank sentral mempertahankan suku bunga tinggi.
Dua skenario prediksi nilai tukar
Skenario optimis: AS sesuai jadwal menurunkan suku bunga, Inggris tetap mempertahankan suku bunga tinggi, GBP berpotensi naik ke 1.30, bahkan menyentuh 1.35.
Skenario pesimis: Ekonomi Inggris memburuk, bank sentral terpaksa menurunkan suku bunga lebih awal, GBP bisa kembali ke 1.20 atau lebih rendah.
Peluang Perdagangan dalam Pergerakan GBP
Waktu perdagangan paling aktif
Pembukaan pasar London (pukul 14:00 waktu Asia) adalah titik awal perdagangan GBP. Setelah pasar AS buka (pukul 20:00 waktu Asia), aktivitas mencapai puncaknya. Periode overlap kedua pasar (20:00 hingga pukul 02:00 dini hari) biasanya menunjukkan volatilitas terbesar.
Perhatikan pengumuman kebijakan Bank of England (biasanya sekitar pukul 20:00 waktu Asia) dan rilis data GDP (pukul 17-18:00), saat-saat ini pergerakan GBP paling ekstrem.
Tips strategi perdagangan
Beli (long): Jika bullish GBP, bisa langsung beli dengan order pasar, atau pasang limit order di harga lebih rendah untuk menunggu trigger. Penting untuk menetapkan stop loss yang masuk akal — jangan biarkan kerugian membesar.
Jual (short): Jika bearish GBP, gunakan order pasar atau limit untuk masuk posisi jual. Jika memperkirakan penurunan berlanjut, bisa pasang trailing stop (menyesuaikan stop saat harga turun).
Apapun posisi Anda, stop loss dan take profit harus sudah ditetapkan sebelumnya. Ini penting untuk mengendalikan risiko dan mencapai keuntungan stabil jangka panjang.
Kesimpulan
Meskipun GBP sangat volatil, logika di balik pergerakannya jelas: stabilitas politik, perbedaan kebijakan suku bunga, dan data ekonomi — kuasai ketiga poin ini, dan Anda bisa mengendalikan irama pergerakan GBP. Pada tahun 2025, dengan Federal Reserve memasuki siklus penurunan suku bunga dan Bank of England tetap bersikap hawkish, GBP menghadapi peluang baru. Selalu perhatikan sinyal kebijakan dan data ekonomi, ini akan lebih menguntungkan daripada sekadar mengandalkan grafik teknikal.
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
Pergerakan Pound Inggris 2025: Pola Nilai Tukar, Titik Balik Sejarah, dan Peluang Masa Depan
Mengapa GBP Layak Diperhatikan?
Di antara mata uang utama yang beredar secara global, GBP menempati peringkat keempat, dengan volume transaksi valuta asing harian sekitar 13%. Sebagai mata uang resmi Inggris (kode GBP), mata uang ini diterbitkan oleh Bank of England, dengan simbol £.
Dalam pasar valuta asing, GBP terhadap USD (GBP/USD) adalah salah satu dari lima pasangan mata uang dengan volume perdagangan tertinggi, menarik perhatian kedua setelah pasangan mata uang Eropa-Amerika. Ketika Anda melihat kutipan GBP/USD sebesar 1.2120, ini berarti untuk membeli 1 poundsterling diperlukan 1.2120 dolar AS. Digit ketiga di belakang koma disebut “poin”, digunakan untuk mengukur besarnya fluktuasi harga.
GBP memiliki dua karakteristik mencolok: likuiditas tinggi tetapi volatilitas yang tajam. Dibandingkan dengan ukuran pasar euro, GBP lebih kecil, sehingga lebih sensitif terhadap kebijakan Bank Sentral Inggris, data ekonomi (GDP, tingkat pengangguran, inflasi). Ditambah ketidakpastian politik pasca Brexit, GBP menjadi mata uang yang sangat “berkarakter” — gejolak politik langsung mempengaruhi nilai tukar.
Tiga Titik Balik Sejarah Pergerakan GBP
2015: Puncak Kejayaan Terakhir
Tahun itu GBP masih berkisar di level tinggi, sekitar 1.53 terhadap USD. Ekonomi Inggris stabil, pasar merespons isu Brexit dengan lambat, dan tidak banyak yang menganggap serius.
2016-2020: Dua Kali Kejatuhan Drastis
Pada malam referendum Brexit, GBP mengalami penurunan terbesar dalam satu hari selama puluhan tahun — dari 1.47 langsung jatuh ke 1.22. Pasar akhirnya menyadari: GBP sangat sensitif terhadap ketidakpastian politik.
Empat tahun kemudian, pandemi COVID-19 menyebar ke seluruh dunia. Lockdown di Inggris berlangsung lama, tekanan ekonomi besar, GBP sempat jatuh di bawah 1.15. Dolar AS sebagai mata uang safe haven melonjak, dan GBP secara alami menjadi “kambing hitam”.
2022: Keruntuhan Epik
Perdana Menteri Inggris yang baru meluncurkan “anggaran mini”, berjanji memotong pajak secara besar-besaran tanpa penjelasan sumber dana. Pasar panik, pasar obligasi dan valuta keduanya melonjak. GBP mencapai level terendah dalam sejarah — 1.03. Penurunan ini bisa disebut sebagai titik balik dalam tren GBP.
2023-2025: Pemulihan Perlahan
Sejak 2023, dengan Federal Reserve memperlambat kenaikan suku bunga dan Bank of England tetap bersikap hawkish, GBP mulai stabil. Hingga awal 2025, nilai tukar berfluktuasi di sekitar 1.26. Meskipun jauh lebih baik dari dasar tahun 2022, masih tertinggal dari puncak tahun 2015.
Tiga Hukum Dasar di Balik Pergerakan GBP
Hukum 1: Ketidakpastian Politik = Penurunan GBP
Dari referendum Brexit hingga krisis anggaran mini, dan isu kemerdekaan Skotlandia, setiap kali masalah internal Inggris tidak terselesaikan, GBP cenderung langsung terpengaruh. Pasar keuangan paling takut terhadap ketidakpastian, dan GBP adalah mata uang yang paling sensitif terhadap politik.
Hukum 2: Saat Federal Reserve menaikkan suku bunga, GBP tertekan
AS adalah pusat aliran dana global. Kenaikan suku bunga Fed → penguatan dolar AS → pelemahan GBP. Kecuali Bank of England ikut menaikkan suku bunga secara bersamaan, dana akan cenderung mengalir ke aset dolar.
Namun, situasi saat ini berbalik. Sejak akhir 2024, pasar secara umum memperkirakan AS akan memasuki siklus penurunan suku bunga (diperkirakan penurunan 75-100 basis poin di paruh kedua 2025). Sementara itu, Inggris tetap mempertahankan inflasi sekitar 3%, dan bank sentral menegaskan akan menjaga suku bunga tinggi dalam jangka panjang. “Ketidaksesuaian kebijakan” ini memberi GBP dukungan, bahkan berpotensi menguat.
Hukum 3: Data ekonomi Inggris yang membaik = rebound GBP
Data ketenagakerjaan yang baik, sinyal hawkish dari bank sentral, dan perbaikan pertumbuhan ekonomi — semuanya akan mendorong GBP naik. Sejak 2023, Bank of England beberapa kali mengisyaratkan akan mempertahankan suku bunga tinggi dalam waktu lama, pasar mulai bullish terhadap GBP, dan nilai tukar perlahan naik kembali ke sekitar 1.26.
Fokus Utama GBP Tahun 2025
Perbedaan suku bunga menentukan arah
Logika sederhana: suku bunga tinggi menarik dana. Ketika AS menurunkan suku bunga dan Inggris mempertahankan suku bunga tinggi, GBP menjadi relatif lebih berharga.
Saat ini, inflasi Inggris sekitar 3.2% per tahun, tingkat pengangguran 4.1%, dan upah meningkat pesat. Pada kuartal keempat 2024, GDP tumbuh 0.3%, menandakan Inggris keluar dari resesi teknis, dan perkiraan pertumbuhan tahunan sekitar 1.1%-1.3%. Data ini tidak luar biasa, tetapi juga tidak mengkhawatirkan, cukup untuk mendukung bank sentral mempertahankan suku bunga tinggi.
Dua skenario prediksi nilai tukar
Skenario optimis: AS sesuai jadwal menurunkan suku bunga, Inggris tetap mempertahankan suku bunga tinggi, GBP berpotensi naik ke 1.30, bahkan menyentuh 1.35.
Skenario pesimis: Ekonomi Inggris memburuk, bank sentral terpaksa menurunkan suku bunga lebih awal, GBP bisa kembali ke 1.20 atau lebih rendah.
Peluang Perdagangan dalam Pergerakan GBP
Waktu perdagangan paling aktif
Pembukaan pasar London (pukul 14:00 waktu Asia) adalah titik awal perdagangan GBP. Setelah pasar AS buka (pukul 20:00 waktu Asia), aktivitas mencapai puncaknya. Periode overlap kedua pasar (20:00 hingga pukul 02:00 dini hari) biasanya menunjukkan volatilitas terbesar.
Perhatikan pengumuman kebijakan Bank of England (biasanya sekitar pukul 20:00 waktu Asia) dan rilis data GDP (pukul 17-18:00), saat-saat ini pergerakan GBP paling ekstrem.
Tips strategi perdagangan
Beli (long): Jika bullish GBP, bisa langsung beli dengan order pasar, atau pasang limit order di harga lebih rendah untuk menunggu trigger. Penting untuk menetapkan stop loss yang masuk akal — jangan biarkan kerugian membesar.
Jual (short): Jika bearish GBP, gunakan order pasar atau limit untuk masuk posisi jual. Jika memperkirakan penurunan berlanjut, bisa pasang trailing stop (menyesuaikan stop saat harga turun).
Apapun posisi Anda, stop loss dan take profit harus sudah ditetapkan sebelumnya. Ini penting untuk mengendalikan risiko dan mencapai keuntungan stabil jangka panjang.
Kesimpulan
Meskipun GBP sangat volatil, logika di balik pergerakannya jelas: stabilitas politik, perbedaan kebijakan suku bunga, dan data ekonomi — kuasai ketiga poin ini, dan Anda bisa mengendalikan irama pergerakan GBP. Pada tahun 2025, dengan Federal Reserve memasuki siklus penurunan suku bunga dan Bank of England tetap bersikap hawkish, GBP menghadapi peluang baru. Selalu perhatikan sinyal kebijakan dan data ekonomi, ini akan lebih menguntungkan daripada sekadar mengandalkan grafik teknikal.