## Harga Saham Setelah Dividen dan Hak Memegang Saham Rebound vs Turun? Pahami Tiga Faktor Ini untuk Menilai



Banyak investor tertarik sekaligus ragu terhadap saham dengan dividen tinggi. Memang, perusahaan yang rutin membagikan dividen biasanya mewakili model bisnis yang solid dan arus kas yang sehat, bahkan Warren Buffett pun sangat menyukai saham semacam ini. Tapi pertanyaannya—**apakah harga saham pasti turun pada hari ex-dividen? Bagaimana memilih waktu masuk pasar?**

Jawabannya sebenarnya tidak selalu mutlak. Dari tren historis, harga saham setelah ex-dividen bisa naik maupun turun, tidak selalu turun.

### Logika Penyesuaian Harga Saham Secara Teoritis

Pertama, mari kita pahami bagaimana pengaruh ex-dividen terhadap harga saham. Ketika perusahaan membagikan dividen tunai, dana tersebut keluar dari aset perusahaan, sehingga harga saham akan menyesuaikan ke bawah. Berikut adalah cara perhitungan teoritisnya:

Misalnya, harga saham sebelum ex-dividen adalah 35 dolar, termasuk cadangan kas sebesar 5 dolar. Perusahaan memutuskan membagikan dividen khusus sebesar 4 dolar, dan menyisakan 1 dolar sebagai cadangan. Maka, pada hari ex-dividen, harga saham secara teoritis akan turun dari 35 dolar menjadi 31 dolar.

Kondisi rights issue sedikit lebih kompleks. Misalnya, harga saham 10 dolar, harga rights issue 5 dolar, dan rasio rights issue 1:2, maka harga saham setelah rights issue secara teoritis = (10-5)/(2+1) ≈ 1.67 dolar.

Tapi yang penting—**teori dan kenyataan sering berbeda**.

### Mengapa Variasi Harga Saham Setelah Ex-Dividend Begitu Besar?

Sebenarnya, tren harga saham pada hari ex-dividen dipengaruhi oleh banyak faktor, tidak hanya sekadar perhitungan matematis.

Contohnya, Coca-Cola yang memiliki tradisi pembayaran dividen yang panjang. Pada 14 September 2023 dan 30 November 2023, harga saham justru sedikit naik; sementara pada 13 Juni 2025 dan 14 Maret 2025, sedikit turun. Kasus Apple lebih menarik—karena tren saham teknologi yang sedang panas, pada 10 November 2023, hari ex-dividen, harga Apple naik dari 182 dolar ke 186 dolar, kenaikan yang cukup signifikan.

Perusahaan-perusahaan besar seperti Walmart, Coca-Cola, Johnson & Johnson juga sering mengalami kenaikan harga saham secara kontra tren pada hari ex-dividen. Kenapa? Karena **pergerakan harga dipengaruhi oleh sentimen pasar, kinerja perusahaan, dan ekspektasi investor yang beragam**.

### Apakah Membeli Setelah Ex-Dividend Menguntungkan? Tergantung Tiga Hal Ini

**Pertama, Performa Harga Sebelum Ex-Dividend**

Jika harga saham sudah naik ke level tinggi sebelum ex-dividen, banyak investor akan mengambil keuntungan lebih awal, terutama yang ingin menghindari pajak. Membeli saat itu bisa berarti membeli saham yang sedang dijual oleh investor lain, dan ini tidak selalu menguntungkan.

**Kedua, Penilaian Berdasarkan Tren Historis**

Dari pengalaman, kasus harga saham turun setelah ex-dividen memang lebih banyak. Ini tidak menguntungkan trader jangka pendek—risiko kerugian lebih tinggi. Tapi jika harga terus turun sampai menyentuh support teknikal dan mulai stabil, itu bisa menjadi peluang beli baru.

**Ketiga, Fundamental Perusahaan dan Jangka Waktu Kepemilikan**

Untuk perusahaan yang fundamentalnya kuat dan posisi industrinya unggul, ex-dividen hanyalah penyesuaian harga, bukan penurunan nilai. Membeli setelah ex-dividen dan memegang jangka panjang seringkali memberi peluang mendapatkan aset berkualitas dengan harga lebih baik.

### Dua Konsep Kunci yang Perlu Dipahami

**Fill-Right**: Setelah ex-dividen, harga saham mungkin turun sementara, tetapi seiring investor optimis terhadap prospek perusahaan, harga akan perlahan kembali ke level sebelum ex-dividen. Ini menunjukkan pasar tetap optimis terhadap masa depan perusahaan.

**Discount-Right**: Harga saham setelah ex-dividen tetap rendah dan tidak kembali ke level sebelumnya. Biasanya ini menandakan kekhawatiran investor terhadap kinerja perusahaan di masa depan, mungkin karena kinerja yang buruk atau perubahan kondisi pasar.

### Jangan Abaikan Biaya Tersembunyi Ini

Jika membeli melalui akun pajak pribadi, setelah ex-dividen akan menghadapi dua kerugian sekaligus—penurunan harga saham yang belum terealisasi dan pajak atas dividen yang diterima.

Selain itu, ada biaya transaksi dan pajak perdagangan. Di pasar saham Taiwan, biaya transaksi = harga saham × 0.1425% × diskon (biasanya diskon 50-60%); pajak transaksi tergantung jenis saham, saham biasa 0.3%, ETF 0.1%.

Biaya-biaya ini akan terkumpul dan secara signifikan menggerogoti keuntungan dalam trading jangka pendek yang sering dilakukan.

### Saran Strategi Investasi

Pada akhirnya, arah harga saham setelah ex-dividen dipengaruhi oleh banyak faktor yang saling berinteraksi. Jika Anda adalah investor jangka panjang yang fokus pada arus kas stabil dan pertumbuhan perusahaan, membeli saham berkualitas di sekitar hari ex-dividen tidak masalah, bahkan bisa menjadi peluang menambah posisi.

Namun, jika Anda ingin memanfaatkan fluktuasi jangka pendek sebelum dan sesudah ex-dividen, perlu analisis teknikal, sentimen pasar, dan fundamental perusahaan secara cermat—bindung dari keinginan membeli terlalu tinggi atau panik menjual.

Yang terpenting—**sesuaikan strategi dengan tujuan investasi dan toleransi risiko Anda. Pergerakan harga setelah ex-dividen bisa tidak menentu, dan pengambilan keputusan yang bijak lebih penting daripada sekadar memprediksi harga**.
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
  • Hadiah
  • Komentar
  • Posting ulang
  • Bagikan
Komentar
0/400
Tidak ada komentar
  • Sematkan

Perdagangkan Kripto Di Mana Saja Kapan Saja
qrCode
Pindai untuk mengunduh aplikasi Gate
Komunitas
Bahasa Indonesia
  • 简体中文
  • English
  • Tiếng Việt
  • 繁體中文
  • Español
  • Русский
  • Français (Afrique)
  • Português (Portugal)
  • Bahasa Indonesia
  • 日本語
  • بالعربية
  • Українська
  • Português (Brasil)