Makroekonomi Latar Belakang: Kebijakan Federal Reserve yang Terbagi Jelas
Pasar menjelang akhir tahun memasuki mode liburan, dan minutes rapat Federal Reserve bulan Desember mengirimkan sinyal yang kompleks. Meskipun sebagian besar pejabat menganggap bahwa jika inflasi terus menurun, penurunan suku bunga lebih lanjut mungkin tepat, namun perbedaan pendapat internal tetap signifikan—beberapa pejabat mendukung menjaga suku bunga stabil untuk sementara waktu guna mengamati prospek ekonomi, menunjukkan adanya perbedaan posisi kebijakan yang jelas. Ketidakpastian ini mendorong rebound indeks dolar AS sekaligus memberikan tekanan turun terhadap logam mulia.
USD/JPY: Pola Double Top Potensial Muncul, 155.0 Menjadi Support Kunci
USD/JPY selama enam minggu terakhir berulang kali tertahan di kisaran 157.0-158.0, menunjukkan karakteristik double top klasik, dengan garis leher di 154.50. Pola ini biasanya mengindikasikan risiko penembusan ke bawah.
Di bawah, level 155.0 tetap menyediakan support yang efektif, dan jika level ini ditembus secara valid, perlu waspada terhadap potensi pembukaan ruang penurunan lebih lanjut. Target penurunan berikutnya mengarah ke level 152.0.
Di sisi atas, jika USD/JPY gagal menembus resistance di 157.0 secara efektif, dalam jangka pendek diperkirakan akan tetap berkonsolidasi di posisi tinggi.
Indeks S&P 500: Tren Naik Masih Tahan, 6790 Poin Menjadi Titik Pembatas Bulls dan Bears
Indeks S&P 500 melemah selama tiga hari perdagangan terakhir, dengan Selasa mencapai 6893.4 poin, turun 0.14%. Secara keseluruhan, indeks tetap bertahan di atas 6790 poin, menunjukkan fondasi tren kenaikan masih kokoh.
Jika indeks mampu menjaga support di 6790 poin, ruang rebound diperkirakan dapat diperpanjang ke 6900 poin, dan selanjutnya menantang level 6000 poin. Sebaliknya, jika menembus di bawah 6790 poin, perlu waspada terhadap penurunan lebih lanjut ke 6600 dan bahkan 6450.
Emas: Setelah Tembus 4300, Menghadapi Tekanan Konsolidasi, Operasi di Zona Tinggi Lebih Disarankan
Emas cenderung melemah pada hari Rabu, dengan penurunan 0.49%, mencapai level terendah di 4274 dolar, menembus level 4300 dolar. Melihat tren historis, emas pernah mengalami penurunan besar lebih dari 5% pada 21 Oktober, kemudian memasuki fase koreksi jangka panjang. Saat ini, tren emas cenderung melanjutkan konsolidasi di zona tinggi, diperkirakan berfluktuasi dalam kisaran 4150-4400 dolar.
Jika kemudian menembus level 4300 dolar ke bawah, target berikutnya adalah 4200 dolar bahkan 4150 dolar. Untuk membalikkan kelemahan, emas perlu kembali di atas 4400 dolar untuk menguatkan momentum pembalikan.
Perak: Gelombang Realisasi Keuntungan Melanda, Waspadai Perpanjangan Koreksi Jangka Pendek
Perak pada 31 Desember menunjukkan performa terlemah, dengan penurunan harian sebesar 5.8%, dan harga kembali menembus di bawah 72 dolar, mencapai titik terendah di 70.52 dolar. Logika di balik ini adalah—setelah kenaikan besar, investor melakukan pengambilan keuntungan secara kolektif, dan bertepatan dengan posisi waktu yang krusial, menandakan kemungkinan koreksi jangka pendek akan semakin dalam.
Secara teknikal, jika rebound perak terhambat di 75.0 dolar, potensi penurunan lebih jauh ke 70 dolar dan bahkan menguji support di 67.0 dolar. Untuk mengubah pola kelemahan, perak harus menembus dan bertahan di atas 75.0 dolar.
Kesimpulan: Dalam konteks likuiditas pasar yang menipis menjelang akhir tahun, karakteristik konsolidasi di zona tinggi terlihat jelas pada emas dan perak, sementara USD/JPY dan indeks S&P 500 berada di posisi penting pola, sehingga investor harus memantau secara ketat keberhasilan penembusan support dan resistance di atas sebagai acuan pengambilan keputusan trading.
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
Panduan Perdagangan Akhir Tahun: Peluang Teknikal Dolar AS/Yen Jepang, S&P 500, Emas Perak
Makroekonomi Latar Belakang: Kebijakan Federal Reserve yang Terbagi Jelas
Pasar menjelang akhir tahun memasuki mode liburan, dan minutes rapat Federal Reserve bulan Desember mengirimkan sinyal yang kompleks. Meskipun sebagian besar pejabat menganggap bahwa jika inflasi terus menurun, penurunan suku bunga lebih lanjut mungkin tepat, namun perbedaan pendapat internal tetap signifikan—beberapa pejabat mendukung menjaga suku bunga stabil untuk sementara waktu guna mengamati prospek ekonomi, menunjukkan adanya perbedaan posisi kebijakan yang jelas. Ketidakpastian ini mendorong rebound indeks dolar AS sekaligus memberikan tekanan turun terhadap logam mulia.
USD/JPY: Pola Double Top Potensial Muncul, 155.0 Menjadi Support Kunci
USD/JPY selama enam minggu terakhir berulang kali tertahan di kisaran 157.0-158.0, menunjukkan karakteristik double top klasik, dengan garis leher di 154.50. Pola ini biasanya mengindikasikan risiko penembusan ke bawah.
Di bawah, level 155.0 tetap menyediakan support yang efektif, dan jika level ini ditembus secara valid, perlu waspada terhadap potensi pembukaan ruang penurunan lebih lanjut. Target penurunan berikutnya mengarah ke level 152.0.
Di sisi atas, jika USD/JPY gagal menembus resistance di 157.0 secara efektif, dalam jangka pendek diperkirakan akan tetap berkonsolidasi di posisi tinggi.
Referensi Posisi Teknikal: Support: 155.0, 154.5, 152.0
Resistance: 157.0, 158.0, 160.0
Indeks S&P 500: Tren Naik Masih Tahan, 6790 Poin Menjadi Titik Pembatas Bulls dan Bears
Indeks S&P 500 melemah selama tiga hari perdagangan terakhir, dengan Selasa mencapai 6893.4 poin, turun 0.14%. Secara keseluruhan, indeks tetap bertahan di atas 6790 poin, menunjukkan fondasi tren kenaikan masih kokoh.
Jika indeks mampu menjaga support di 6790 poin, ruang rebound diperkirakan dapat diperpanjang ke 6900 poin, dan selanjutnya menantang level 6000 poin. Sebaliknya, jika menembus di bawah 6790 poin, perlu waspada terhadap penurunan lebih lanjut ke 6600 dan bahkan 6450.
Referensi Posisi Teknikal: Support: 6800, 6600, 6450
Resistance: 6900, 7000, 7320
Emas: Setelah Tembus 4300, Menghadapi Tekanan Konsolidasi, Operasi di Zona Tinggi Lebih Disarankan
Emas cenderung melemah pada hari Rabu, dengan penurunan 0.49%, mencapai level terendah di 4274 dolar, menembus level 4300 dolar. Melihat tren historis, emas pernah mengalami penurunan besar lebih dari 5% pada 21 Oktober, kemudian memasuki fase koreksi jangka panjang. Saat ini, tren emas cenderung melanjutkan konsolidasi di zona tinggi, diperkirakan berfluktuasi dalam kisaran 4150-4400 dolar.
Jika kemudian menembus level 4300 dolar ke bawah, target berikutnya adalah 4200 dolar bahkan 4150 dolar. Untuk membalikkan kelemahan, emas perlu kembali di atas 4400 dolar untuk menguatkan momentum pembalikan.
Referensi Posisi Teknikal: Support: 4300, 4150, 4000
Resistance: 4400, 4500, 4620
Perak: Gelombang Realisasi Keuntungan Melanda, Waspadai Perpanjangan Koreksi Jangka Pendek
Perak pada 31 Desember menunjukkan performa terlemah, dengan penurunan harian sebesar 5.8%, dan harga kembali menembus di bawah 72 dolar, mencapai titik terendah di 70.52 dolar. Logika di balik ini adalah—setelah kenaikan besar, investor melakukan pengambilan keuntungan secara kolektif, dan bertepatan dengan posisi waktu yang krusial, menandakan kemungkinan koreksi jangka pendek akan semakin dalam.
Secara teknikal, jika rebound perak terhambat di 75.0 dolar, potensi penurunan lebih jauh ke 70 dolar dan bahkan menguji support di 67.0 dolar. Untuk mengubah pola kelemahan, perak harus menembus dan bertahan di atas 75.0 dolar.
Referensi Posisi Teknikal: Support: 72.0, 70.0, 67.0
Resistance: 75.0, 80.0, 83.7
Kesimpulan: Dalam konteks likuiditas pasar yang menipis menjelang akhir tahun, karakteristik konsolidasi di zona tinggi terlihat jelas pada emas dan perak, sementara USD/JPY dan indeks S&P 500 berada di posisi penting pola, sehingga investor harus memantau secara ketat keberhasilan penembusan support dan resistance di atas sebagai acuan pengambilan keputusan trading.