## Menjelang Rilis Minutes Federal Reserve, Volatilitas BTC terhadap USD Meningkat — Perbedaan Pandangan Institusi Menonjolkan Prospek Pergerakan 2026
Dalam latar belakang perdagangan yang tenang menjelang akhir tahun, Bitcoin belakangan ini berulang kali berfluktuasi di sekitar level kunci 90.000 USD, dengan data terbaru menunjukkan BTC saat ini diperdagangkan di 91,57K USD, naik 1,95% dalam 24 jam terakhir, tetapi belum mampu menembus secara efektif. Seiring perubahan lingkungan likuiditas di awal tahun, gelombang volatilitas ini memicu diskusi sengit di pasar tentang arah masa depan.
### Volume Perdagangan Lemah Batasi Momentum Penguatan
Dari performa pasar, Bitcoin berfluktuasi dalam kisaran 89,67K hingga 91,81K USD, sementara Ethereum berkisar di sekitar 3,15K USD dengan kenaikan 1,42%. Namun, yang tidak boleh diabaikan adalah bahwa kekuatan dukungan volume transaksi di balik fluktuasi harga ini terbatas.
QCP Capital dari institusi menunjukkan bahwa beberapa upaya untuk menembus level 90.000 USD di dekat angka bulat ini kurang didukung oleh partisipasi pasar yang cukup. Penyebab utama adalah adanya perubahan struktural setelah berakhirnya opsi periode sebelumnya — Open Interest (OI) menurun drastis hampir 50%, menunjukkan banyak trader memilih untuk menunggu dan keluar dari pasar. Perubahan struktur ini langsung mempengaruhi perilaku lindung risiko market maker: sebelum dan sesudah jatuh tempo opsi, market maker beralih dari posisi Gamma positif ke posisi Gamma negatif yang cenderung naik, membatasi efek umpan balik positif selama kenaikan harga.
### Pelarian Dana dan Alokasi Selektif Berlangsung Bersamaan
Lebih menarik lagi adalah pergerakan dana. Data terbaru CoinShares menunjukkan bahwa minggu lalu, produk investasi aset digital mengalami outflow sebesar 446 juta USD, dengan produk Bitcoin keluar sebesar 443 juta USD, dan produk Ethereum keluar sebesar 59,5 juta USD. Data ini secara visual mencerminkan bahwa investor secara fase tertentu mulai mengurangi ketertarikan terhadap mata uang utama.
Namun, produk terkait XRP dan Solana mencatat masuk dana bersih selama periode yang sama, menunjukkan bahwa dana tidak sepenuhnya keluar dari pasar kripto, melainkan melakukan alokasi secara selektif. Sebaliknya, logam mulia menunjukkan performa yang kuat di 2025 — emas naik sekitar 60% sepanjang tahun, perak bahkan naik sekitar 150%, memperlihatkan rotasi aset yang semakin menegaskan bahwa sentimen pasar sangat fluktuatif.
### Perbedaan Sikap Antara Pembeli Perusahaan dan Institusi
Perlu dicatat bahwa perusahaan tetap menunjukkan sikap akumulasi. Berdasarkan dokumen SEC yang diajukan oleh perusahaan kepemilikan Bitcoin strategis, perusahaan tersebut membeli 1.229 BTC senilai 108,8 juta USD antara 22 hingga 28 Desember, dengan harga rata-rata 88.568 USD, sehingga total kepemilikan BTC mereka meningkat menjadi 672.497 BTC. Pendanaan perusahaan berasal dari rencana penerbitan saham, menunjukkan bahwa institusi masih berminat menempatkan dana di BTC terhadap USD di level rendah.
Sementara itu, di pasar saham AS, saham terkait kripto mengalami tekanan: harga Coinbase turun 1,3%, dan harga perusahaan Bitcoin strategis turun 2,2%. Performa harga ini kontras dengan peningkatan posisi spot, mencerminkan kompleksitas persepsi pasar terhadap prospek aset kripto.
### Ekspektasi Kebijakan Federal Reserve dan Likuiditas Makro Menjadi Fokus
Investor saat ini memantau dengan ketat rilis Minutes Federal Reserve yang akan diumumkan Selasa mendatang, dokumen ini akan memberikan petunjuk penting tentang jalur penurunan suku bunga Fed di 2026. Selain itu, data dari Federal Reserve New York menunjukkan bahwa bank meminjam sebesar 25,95 miliar USD melalui fasilitas repo cadangan, data ini biasanya meningkat di akhir kuartal atau akhir tahun dan dianggap sebagai indikator tekanan likuiditas jangka pendek.
### Analisis Teknis: Level Kunci Menentukan Arah Pergerakan
Dari sudut pandang teknikal, analis Bitcoin Magazine berpendapat bahwa pasar masih berada dalam struktur wedge ekspansi, dengan beberapa penolakan dari bullish di level harga lebih rendah menunjukkan melemahnya momentum penurunan. Untuk mengendalikan kembali tren, Bitcoin perlu menembus resistance di 91.400 USD dan kemudian stabil di atas 94.000 USD.
Jika mampu menutup mingguan di atas 94.000 USD, potensi kenaikan lebih lanjut terbuka, dengan target di 101.000 USD bahkan 108.000 USD, meskipun akan menghadapi resistansi signifikan di jalur tersebut. Sementara itu, support utama berada di 84.000 USD; jika ditembus, harga bisa cepat turun ke kisaran 72.000-68.000 USD, dan jika kembali menembus 68.000 USD, risiko koreksi yang lebih dalam akan meningkat secara signifikan.
### Pandangan Berlawanan Antara "Super Bull" dan Bear
Menatap 2026, terdapat perbedaan pandangan yang mencolok di dalam pasar.
**Kamp Bull Tetap Optimis**: Standard Chartered memprediksi Bitcoin akan menembus 500.000 USD sekitar tahun 2030, didorong oleh permintaan ETF dan akumulasi perusahaan yang berkelanjutan. Pendiri Ark Invest, Cathie Wood, bulan lalu menyampaikan skenario "pesimis" di 2030 yang juga mencapai 500.000 USD, sedangkan skenario "optimis" bisa mencapai 1,2 juta USD, dan dia berpendapat Bitcoin akan secara bertahap dianggap sebagai "emas digital" dan lindung nilai terhadap inflasi. CEO perusahaan Bitcoin strategis Michael Saylor bahkan memproyeksikan Bitcoin bisa mencapai 1,3 juta USD dalam 10 tahun dan 17 juta USD dalam 20 tahun.
John Glover, mantan Managing Director Barclays dan saat ini Chief Investment Officer di platform pinjaman kripto Ledn, menyatakan bahwa meskipun pola teknikal membuka ruang untuk kenaikan jangka pendek, kepastian masih terbatas. Ia memperkirakan dalam beberapa minggu hingga bulan ke depan, Bitcoin kemungkinan akan bergerak "berkonsolidasi atau sedikit menurun", cenderung menambah posisi long secara bertahap di kisaran 71.000-84.000 USD, menganggap ini sebagai gelombang keempat dari teori Elliott Wave. Jika dasar gelombang keempat ini terkonfirmasi di Q1/Q2 2026, ia memperkirakan akan terjadi rebound dengan target di 145.000-160.000 USD.
**Suara Bearish Juga Kuat**: Analis Bloomberg, Mike McGlone, memperkirakan bahwa Bitcoin dalam satu tahun ke depan bahkan berpotensi mengalami penurunan besar, dengan skenario ekstrem bisa kembali ke 10.000 USD. Logikanya didasarkan pada kenyataan bahwa aset kripto harus bersaing dengan berbagai alokasi investasi lain di tengah sumber daya terbatas global, terutama karena kenaikan pesat industri AI yang telah mengalihkan sebagian modal risiko dari kripto.
### Pandangan dan Peringatan
Secara umum, meskipun Bitcoin baru saja mencapai rekor tertinggi di 126.080 USD dan kemudian mengalami koreksi, persepsi pasar terhadap prospek jangka panjangnya tetap terbagi secara signifikan. Fluktuasi likuiditas, perubahan preferensi risiko, dan ketidakpastian makroekonomi tetap berpotensi menyebabkan volatilitas besar.
Para pelaku pasar mengingatkan bahwa sentimen dan ekspektasi psikologis dapat berubah dengan cepat dalam waktu singkat. Jika ekonomi tetap tangguh dan lingkungan likuiditas membaik, aset risiko mungkin mengalami tahun yang lebih baik; namun, jika guncangan makro meningkat, pasar bisa kembali memasuki fase volatilitas tinggi bahkan koreksi mendalam. Menjelang rilis Minutes Fed dan peristiwa penting lainnya, investor harus memantau secara ketat perubahan likuiditas dan pergeseran ekspektasi makro.
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
## Menjelang Rilis Minutes Federal Reserve, Volatilitas BTC terhadap USD Meningkat — Perbedaan Pandangan Institusi Menonjolkan Prospek Pergerakan 2026
Dalam latar belakang perdagangan yang tenang menjelang akhir tahun, Bitcoin belakangan ini berulang kali berfluktuasi di sekitar level kunci 90.000 USD, dengan data terbaru menunjukkan BTC saat ini diperdagangkan di 91,57K USD, naik 1,95% dalam 24 jam terakhir, tetapi belum mampu menembus secara efektif. Seiring perubahan lingkungan likuiditas di awal tahun, gelombang volatilitas ini memicu diskusi sengit di pasar tentang arah masa depan.
### Volume Perdagangan Lemah Batasi Momentum Penguatan
Dari performa pasar, Bitcoin berfluktuasi dalam kisaran 89,67K hingga 91,81K USD, sementara Ethereum berkisar di sekitar 3,15K USD dengan kenaikan 1,42%. Namun, yang tidak boleh diabaikan adalah bahwa kekuatan dukungan volume transaksi di balik fluktuasi harga ini terbatas.
QCP Capital dari institusi menunjukkan bahwa beberapa upaya untuk menembus level 90.000 USD di dekat angka bulat ini kurang didukung oleh partisipasi pasar yang cukup. Penyebab utama adalah adanya perubahan struktural setelah berakhirnya opsi periode sebelumnya — Open Interest (OI) menurun drastis hampir 50%, menunjukkan banyak trader memilih untuk menunggu dan keluar dari pasar. Perubahan struktur ini langsung mempengaruhi perilaku lindung risiko market maker: sebelum dan sesudah jatuh tempo opsi, market maker beralih dari posisi Gamma positif ke posisi Gamma negatif yang cenderung naik, membatasi efek umpan balik positif selama kenaikan harga.
### Pelarian Dana dan Alokasi Selektif Berlangsung Bersamaan
Lebih menarik lagi adalah pergerakan dana. Data terbaru CoinShares menunjukkan bahwa minggu lalu, produk investasi aset digital mengalami outflow sebesar 446 juta USD, dengan produk Bitcoin keluar sebesar 443 juta USD, dan produk Ethereum keluar sebesar 59,5 juta USD. Data ini secara visual mencerminkan bahwa investor secara fase tertentu mulai mengurangi ketertarikan terhadap mata uang utama.
Namun, produk terkait XRP dan Solana mencatat masuk dana bersih selama periode yang sama, menunjukkan bahwa dana tidak sepenuhnya keluar dari pasar kripto, melainkan melakukan alokasi secara selektif. Sebaliknya, logam mulia menunjukkan performa yang kuat di 2025 — emas naik sekitar 60% sepanjang tahun, perak bahkan naik sekitar 150%, memperlihatkan rotasi aset yang semakin menegaskan bahwa sentimen pasar sangat fluktuatif.
### Perbedaan Sikap Antara Pembeli Perusahaan dan Institusi
Perlu dicatat bahwa perusahaan tetap menunjukkan sikap akumulasi. Berdasarkan dokumen SEC yang diajukan oleh perusahaan kepemilikan Bitcoin strategis, perusahaan tersebut membeli 1.229 BTC senilai 108,8 juta USD antara 22 hingga 28 Desember, dengan harga rata-rata 88.568 USD, sehingga total kepemilikan BTC mereka meningkat menjadi 672.497 BTC. Pendanaan perusahaan berasal dari rencana penerbitan saham, menunjukkan bahwa institusi masih berminat menempatkan dana di BTC terhadap USD di level rendah.
Sementara itu, di pasar saham AS, saham terkait kripto mengalami tekanan: harga Coinbase turun 1,3%, dan harga perusahaan Bitcoin strategis turun 2,2%. Performa harga ini kontras dengan peningkatan posisi spot, mencerminkan kompleksitas persepsi pasar terhadap prospek aset kripto.
### Ekspektasi Kebijakan Federal Reserve dan Likuiditas Makro Menjadi Fokus
Investor saat ini memantau dengan ketat rilis Minutes Federal Reserve yang akan diumumkan Selasa mendatang, dokumen ini akan memberikan petunjuk penting tentang jalur penurunan suku bunga Fed di 2026. Selain itu, data dari Federal Reserve New York menunjukkan bahwa bank meminjam sebesar 25,95 miliar USD melalui fasilitas repo cadangan, data ini biasanya meningkat di akhir kuartal atau akhir tahun dan dianggap sebagai indikator tekanan likuiditas jangka pendek.
### Analisis Teknis: Level Kunci Menentukan Arah Pergerakan
Dari sudut pandang teknikal, analis Bitcoin Magazine berpendapat bahwa pasar masih berada dalam struktur wedge ekspansi, dengan beberapa penolakan dari bullish di level harga lebih rendah menunjukkan melemahnya momentum penurunan. Untuk mengendalikan kembali tren, Bitcoin perlu menembus resistance di 91.400 USD dan kemudian stabil di atas 94.000 USD.
Jika mampu menutup mingguan di atas 94.000 USD, potensi kenaikan lebih lanjut terbuka, dengan target di 101.000 USD bahkan 108.000 USD, meskipun akan menghadapi resistansi signifikan di jalur tersebut. Sementara itu, support utama berada di 84.000 USD; jika ditembus, harga bisa cepat turun ke kisaran 72.000-68.000 USD, dan jika kembali menembus 68.000 USD, risiko koreksi yang lebih dalam akan meningkat secara signifikan.
### Pandangan Berlawanan Antara "Super Bull" dan Bear
Menatap 2026, terdapat perbedaan pandangan yang mencolok di dalam pasar.
**Kamp Bull Tetap Optimis**: Standard Chartered memprediksi Bitcoin akan menembus 500.000 USD sekitar tahun 2030, didorong oleh permintaan ETF dan akumulasi perusahaan yang berkelanjutan. Pendiri Ark Invest, Cathie Wood, bulan lalu menyampaikan skenario "pesimis" di 2030 yang juga mencapai 500.000 USD, sedangkan skenario "optimis" bisa mencapai 1,2 juta USD, dan dia berpendapat Bitcoin akan secara bertahap dianggap sebagai "emas digital" dan lindung nilai terhadap inflasi. CEO perusahaan Bitcoin strategis Michael Saylor bahkan memproyeksikan Bitcoin bisa mencapai 1,3 juta USD dalam 10 tahun dan 17 juta USD dalam 20 tahun.
John Glover, mantan Managing Director Barclays dan saat ini Chief Investment Officer di platform pinjaman kripto Ledn, menyatakan bahwa meskipun pola teknikal membuka ruang untuk kenaikan jangka pendek, kepastian masih terbatas. Ia memperkirakan dalam beberapa minggu hingga bulan ke depan, Bitcoin kemungkinan akan bergerak "berkonsolidasi atau sedikit menurun", cenderung menambah posisi long secara bertahap di kisaran 71.000-84.000 USD, menganggap ini sebagai gelombang keempat dari teori Elliott Wave. Jika dasar gelombang keempat ini terkonfirmasi di Q1/Q2 2026, ia memperkirakan akan terjadi rebound dengan target di 145.000-160.000 USD.
**Suara Bearish Juga Kuat**: Analis Bloomberg, Mike McGlone, memperkirakan bahwa Bitcoin dalam satu tahun ke depan bahkan berpotensi mengalami penurunan besar, dengan skenario ekstrem bisa kembali ke 10.000 USD. Logikanya didasarkan pada kenyataan bahwa aset kripto harus bersaing dengan berbagai alokasi investasi lain di tengah sumber daya terbatas global, terutama karena kenaikan pesat industri AI yang telah mengalihkan sebagian modal risiko dari kripto.
### Pandangan dan Peringatan
Secara umum, meskipun Bitcoin baru saja mencapai rekor tertinggi di 126.080 USD dan kemudian mengalami koreksi, persepsi pasar terhadap prospek jangka panjangnya tetap terbagi secara signifikan. Fluktuasi likuiditas, perubahan preferensi risiko, dan ketidakpastian makroekonomi tetap berpotensi menyebabkan volatilitas besar.
Para pelaku pasar mengingatkan bahwa sentimen dan ekspektasi psikologis dapat berubah dengan cepat dalam waktu singkat. Jika ekonomi tetap tangguh dan lingkungan likuiditas membaik, aset risiko mungkin mengalami tahun yang lebih baik; namun, jika guncangan makro meningkat, pasar bisa kembali memasuki fase volatilitas tinggi bahkan koreksi mendalam. Menjelang rilis Minutes Fed dan peristiwa penting lainnya, investor harus memantau secara ketat perubahan likuiditas dan pergeseran ekspektasi makro.