Kebenaran di balik kegagalan investasi: Tujuh dari sepuluh investor pernah jatuh ke lubang yang sama

Mengapa Kerugian Investasi Begitu Umum?

Ada data kejam yang patut kita waspadai: lebih dari tujuh puluh persen investor pernah mengalami kerugian karena keputusan yang salah. Ini bukan kasus tunggal, melainkan fenomena umum di pasar.

Anda mungkin pernah mengalami situasi seperti ini—dengan penuh harap membeli di suatu posisi, tetapi kemudian menyadari tren pasar berbalik sama sekali dari yang diperkirakan. Lebih menyakitkan lagi, Anda mungkin menganggap diri sudah menguasai banyak teknik investasi dan mahir menganalisis data pasar, tetapi akhirnya tetap berakhir dengan kegagalan.

Masalahnya bukan karena Anda tidak cukup pintar, melainkan kerugian investasi hampir menjadi proses pertumbuhan yang harus dilalui setiap investor. Perbedaan sejati terletak pada, ada yang belajar dari pengalaman dan menjadi lebih stabil, ada pula yang terus jatuh ke lubang yang sama berulang kali.

Tujuh Penyebab Nyata Kerugian Investasi

Emosi Mengendalikan Keputusan

Ketakutan dan keserakahan adalah dua kekuatan terbesar dalam dunia investasi, dan yang paling merusak. Ketika investor dengan daya tahan risiko rendah menghadapi ketidakstabilan pasar dan didorong oleh emosi spekulatif untuk mengejar risiko tinggi, mereka sangat rentan mengalami kepanikan psikologis. Akibatnya—melihat harga naik langsung ikut beli, melihat harga turun langsung jual, transaksi sembarangan yang menyebabkan kerugian.

Akar utama dari ini adalah kurangnya disiplin. Pengendalian risiko, kesabaran, dan disiplin diri—ketiganya adalah hal yang tidak bisa diabaikan oleh investor.

Sistem Pengetahuan Investasi yang Tidak Lengkap

Banyak orang berinvestasi seperti membuka kotak keberuntungan—tanpa tujuan investasi yang jelas, dan tanpa pemahaman yang benar tentang arah investasi, akhirnya mudah mengikuti tren secara buta.

Lebih buruk lagi, mereka akan langsung “menyalin” strategi trading orang lain, berharap mengikuti petunjuk dan mendapatkan keuntungan. Tapi kenyataannya, setiap investor memiliki kemampuan risiko, skala dana, dan kerangka waktu yang berbeda, metode orang lain yang menghasilkan uang sering kali berubah menjadi alat kerugian di tangan Anda.

Ketidakseimbangan Portofolio

Lubang ini terbagi menjadi dua ekstrem:

Konsentrasi Berlebihan: Mengalokasikan sebagian besar aset ke investasi berisiko tinggi, seperti menaruh semua telur dalam satu keranjang, jika keranjang jatuh, semua hancur.

Diversifikasi Berlebihan: Sebaliknya, ada yang terlalu tersebar sehingga tidak terbentuk skala ekonomi. Meski memegang saham perusahaan bagus, jumlahnya terlalu sedikit sehingga sulit menghasilkan keuntungan yang signifikan.

Investasi Jangka Pendek adalah Kuburan Pemula

Operasi jangka pendek membutuhkan pengalaman praktis yang kaya dan kemampuan analisis teknis yang tinggi, tetapi kebanyakan pemula kekurangan keduanya. Akibatnya: membeli di harga tinggi, lalu karena fluktuasi emosi, menjual di harga rendah. Dalam pasar jangka pendek, satu kesalahan cukup menghapus keuntungan dari beberapa transaksi sebelumnya.

Kurangnya Pengawasan Aset

Investasi jangka panjang tidak perlu memantau pasar setiap hari, tetapi perlu secara rutin mengikuti informasi penting terkait aset, kebijakan, perubahan perusahaan, dan lain-lain. Terutama bagi yang berpartisipasi dalam dana investasi, harus rutin memantau kinerja dana dan pergerakan manajer dana, jika tidak risiko akan terkumpul tanpa disadari.

Sikap Berlebihan dalam Kehati-hatian Juga Mematikan

Menariknya, investor yang berhati-hati pun bisa mengalami kerugian. Saat pasar bergejolak, mereka terlalu fokus menghindari kerugian dan malah melewatkan peluang mendapatkan keuntungan besar. Misalnya, saat pasar sedang bergejolak, mereka lebih memilih menjual lebih awal untuk mengamankan keuntungan, tetapi malah berakibat kerugian.

Fobia “Kehilangan Posisi” pada Investor Ritel

Ini adalah masalah paling umum: selama ada uang di akun, selalu ingin bertransaksi.

Namun kenyataannya, investor yang benar-benar mendapatkan keuntungan besar di pasar saham sangat memperhatikan posisi ringan dan posisi kosong. Peluang menghasilkan uang di pasar saham sebenarnya terbatas, jika menghabiskan waktu, tenaga, dan dana pada peluang biasa-biasa saja, saat beruntung bisa mendapatkan sedikit keuntungan, tetapi kemungkinan besar akan mengembalikan keuntungan tersebut.

Cara cerdas adalah: fokus pada peluang dengan probabilitas tinggi dan kepastian tinggi, jika tidak ada sinyal transaksi yang jelas, lebih baik mengikuti posisi kosong dan bersabar menunggu waktu yang tepat.

Bagaimana Mengatasi Kerugian Investasi?

Belajar dari Pengalaman Orang Lain

Cara tercepat untuk memulihkan mental saat gagal adalah dengan berdiskusi dengan orang yang pernah mengalami hal serupa. Pengalaman mereka keluar dari kesulitan bisa memberi kekuatan, dan saran rasional dari keluarga serta teman juga bisa memberikan dukungan emosional.

Jauhkan Diri Sementara dari Banjir Informasi Keuangan

Setelah mengalami kegagalan, jangan biarkan diri terbenam dalam banyak informasi keuangan, karena ini hanya akan memperburuk kelelahan mental dan bahkan menyebabkan kegagalan lagi. Alihkan perhatian ke hobi lain, ini jauh lebih bijaksana.

Dan ingat satu hal: Informasi media hanya mencerminkan fakta sementara, pasar berubah dengan cepat, data tidak pernah bisa memprediksi masa depan secara pasti. Jangan terlalu bergantung pada media dalam pengambilan keputusan investasi.

Berpikir Jangka Panjang

Investasi jangka pendek jauh lebih sulit dari yang dibayangkan, tidak perlu memaksakan diri untuk beroperasi secara sempurna dalam jangka pendek. Fokuslah pada investasi jangka panjang yang substansial, sehingga kerugian jangka pendek tidak membuat Anda terlalu kecewa.

Investasi pada dasarnya adalah kegiatan yang berorientasi masa depan, fluktuasi jangka pendek tidak seharusnya menjadi beban psikologis Anda.

Kendalikan Dorongan Transaksi Jangka Pendek

Ada satu kasus yang patut direnungkan: sebuah dana yang tumbuh pesat setelah krisis keuangan, dari 2008 sebesar 18,7 miliar dolar AS menjadi 87,1 miliar dolar AS pada April 2013, tetapi kemudian turun dengan cepat.

Strategi dana ini adalah sering mengubah alokasi saham, obligasi, dan kas, mencoba menyeimbangkan secara aktif. Tetapi kenyataannya, pola perubahan yang sering ini tidak mampu menjaga kenaikan berkelanjutan, apalagi menjamin keuntungan jangka panjang.

Fokus pada Faktor yang Bisa Dikendalikan

Bagi investor biasa, daripada pusing dengan pergerakan pasar dan perubahan suku bunga, lebih baik fokus pada faktor yang bisa dikendalikan: mengoptimalkan pengelolaan portofolio, menyesuaikan alokasi aset, memaksimalkan pendapatan, meminimalkan biaya.

Jika mampu, ubah dana aktif menjadi dana yang lebih aman, untuk mengurangi risiko lebih jauh.

Diversifikasi Portofolio

Konsentrasi berlebihan maupun diversifikasi berlebihan akan merusak keseimbangan portofolio. Strategi diversifikasi yang tepat dapat memaksimalkan keuntungan investasi—misalnya, memegang saham dari berbagai ukuran kapitalisasi, atau berinvestasi di beberapa sektor yang berkinerja baik, sehingga meningkatkan peluang mendapatkan keuntungan besar.

Kesadaran Manajemen Risiko Sebelum Investasi

Sebelum berinvestasi, pertimbangkan secara matang faktor usia, kondisi keuangan, dan toleransi risiko. Bisa berkonsultasi dengan perencana keuangan profesional untuk mendapatkan saran.

Misalnya, investor yang mendekati usia pensiun tidak cocok mengalokasikan terlalu banyak ke investasi saham, dan sebaiknya beralih ke instrumen yang risiko lebih rendah.

Mencari Kepastian dalam Ketidakpastian

Dalam beberapa tahun terakhir, pasar keuangan sangat fluktuatif dan penuh ketidakpastian. Bagaimana investor mengatasi bias kognitif dan menemukan kepastian di tengah kekacauan?

Kunci 1: Potensi Keuntungan Perusahaan

Inti dari investasi adalah bertaruh pada pertumbuhan laba perusahaan. Jadi fokus utama harus pada kemampuan laba dan daya saing inti yang berkelanjutan dari perusahaan.

Jika sebuah perusahaan memiliki kemampuan laba yang kuat dan berkelanjutan, pasar tidak akan alasan untuk meninggalkannya. Sebaliknya, perusahaan yang hanya mengikuti tren, jika angin berbalik, akan ditinggalkan pasar—karena mereka tidak memiliki keunggulan kompetitif yang berkelanjutan.

Kunci 2: Strategi Alokasi Multi-Aset

Dalam lingkungan yang kacau, pengaturan aset yang rasional dapat memberikan kepastian investasi yang lebih tinggi.

Investor biasa mudah tersesat dalam informasi yang kompleks dan berujung ekstrem: entah mengalokasikan sebagian besar dana ke aset berisiko tinggi, menanggung risiko terlalu besar; atau hanya berinvestasi di aset risiko rendah, sehingga tidak mencapai target keuntungan.

Diversifikasi multi-aset dengan manajemen dinamis dapat membantu Anda memanfaatkan peluang sekaligus mengurangi risiko secara efektif di pasar yang kacau.

Kunci 3: Pandang Rasional terhadap Risiko dan Imbal Hasil

Risiko tidak bisa dihindari, yang bisa dilakukan investor adalah mengendalikan risiko dalam batas toleransi mereka. Ini membutuhkan dua langkah:

Pertama, memahami secara penuh toleransi risiko diri sendiri, dan mengontrol posisi secara ketat. Kedua, hanya berinvestasi di perusahaan yang benar-benar dipahami—mengerti model bisnis, kompetisi industri, keunggulan dan kelemahan perusahaan, rantai pasok dan hulu hilirnya. Jangan ambil uang di luar kemampuan Anda.

Kunci 4: Percaya Pada Kekuasaan Akal Sehat

Investor biasa tidak bisa memprediksi pergerakan pasar jangka pendek secara akurat, tetapi jika memperpanjang garis waktu, akan memahami bahwa perusahaan berkualitas yang undervalued akhirnya akan kembali ke nilai sebenarnya.

Inovasi teknologi dan perkembangan energi berkelanjutan kemungkinan besar akan menjadi arah utama struktur ekonomi masa depan.

Kata Penutup

Orang bijak berkata, “Mengetahui tetapi tidak berinvestasi adalah kerugian, berinvestasi tanpa pengetahuan adalah kelalaian.” Kerugian dalam investasi tidak menakutkan, yang menakutkan adalah kita tidak belajar dari pengalaman tersebut.

Keberhasilan investasi sejati membutuhkan pemahaman diri dari berbagai aspek: pengetahuan, skala dana, dan daya tahan psikologis. Selalu belajar tentang keuangan dan investasi, memahami tren pasar dan pergerakannya, analisis situasi secara hati-hati. Tetapkan tujuan investasi yang jelas, buat strategi yang terdefinisi dengan baik, dan kendalikan biaya serta risiko secara ketat.

Kerugian dalam investasi hanyalah bagian dari proses, bukan akhir dari segalanya. Yang penting adalah bagaimana Anda meresponsnya.

Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
  • Hadiah
  • Komentar
  • Posting ulang
  • Bagikan
Komentar
0/400
Tidak ada komentar
  • Sematkan

Perdagangkan Kripto Di Mana Saja Kapan Saja
qrCode
Pindai untuk mengunduh aplikasi Gate
Komunitas
Bahasa Indonesia
  • 简体中文
  • English
  • Tiếng Việt
  • 繁體中文
  • Español
  • Русский
  • Français (Afrique)
  • Português (Portugal)
  • Bahasa Indonesia
  • 日本語
  • بالعربية
  • Українська
  • Português (Brasil)