Trader pemula sering melewatkan banyak peluang karena tidak mengetahui cara membaca support dan resistance dengan benar. Jika memahami support dan resistance dengan baik, maka setengah dari keberhasilan trading sudah tercapai, karena Anda dapat menentukan titik masuk dan keluar posisi yang tepat tanpa bergantung pada alat yang terlalu rumit.
Apa sebenarnya support dan resistance?
Saat ini istilah support (Support) dan resistance (Resistance) sangat fleksibel penggunaannya. Kadang orang menggunakan istilah ini untuk titik berbeda dari harga, kadang untuk zona yang luas. Jika ingin definisi yang lebih tepat:
Resistance terjadi di area harga yang terbentuk dari pergerakan kenaikan yang terhambat. Harga menemui hambatan, tidak bisa naik lebih tinggi, dan cenderung berbalik turun untuk menyesuaikan diri. Ini adalah area di mana perilaku penjual menunjukkan banyaknya saham yang dilepas.
Support adalah kebalikan, terjadi saat harga turun hingga menemukan banyak pembeli. Harga berhenti turun dan berbalik naik. Pembeli datang ke area ini untuk membeli dengan harga yang dianggap wajar.
Mengapa support dan resistance bisa sangat kuat?
Pandangan dari Ekonomi
Harga naik turun mengikuti hukum penawaran dan permintaan (Supply and Demand)
Ketika ada kelebihan penjual (Excess Supply) di satu level harga tertentu, harga akan ditekan turun, menjadikan area tersebut sebagai titik di mana pembeli melihat harga tidak akan turun lagi. Jika harga turun di bawah level ini, itu berarti angka lain, dan orang memutuskan untuk membeli, sehingga menjadi support.
Sebaliknya, ketika ada kelebihan pembeli (Excess Demand) di satu level harga, harga akan didorong naik sampai mencapai level di mana penjual merasa harga tersebut bagus. Mereka melepas saham agar harga tidak naik lebih jauh, menjadikannya resistance.
Pandangan dari Psikologi Trader
Pasar terdiri dari tiga tipe orang:
Kelompok pertama adalah mereka yang sudah membeli dan menunggu harga naik lagi. Ketika harga menyentuh resistance, mereka memutuskan untuk menjual karena melihat ini sebagai peluang.
Kelompok kedua adalah mereka yang sudah menjual (Short Selling) dan menunggu harga turun. Ketika harga menyentuh support, mereka menambah posisi (Add to Position) karena yakin harga akan berhenti di sini.
Kelompok ketiga adalah mereka yang melihat harga di area ini dan membuka posisi baru, baik beli maupun jual, tergantung posisi harga.
Ketika ketiga kelompok ini berkumpul di satu area, support dan resistance yang kuat terbentuk.
5 cara mengidentifikasi support dan resistance yang efektif
Cara 1: Garis Tren (Trendline)
Garis tren sangat sederhana dan penting untuk menemukan support dan resistance, dengan menarik garis melalui titik terendah atau tertinggi harga.
Dalam tren naik (Uptrend): tarik garis melalui titik terendah yang semakin tinggi (Higher Lows), ini akan menjadi support. Tarik juga garis melalui titik tertinggi yang semakin tinggi (Higher Highs), ini akan menjadi resistance.
Dalam tren turun (Downtrend): tarik garis melalui titik tertinggi yang semakin rendah (Lower Highs), ini akan menjadi resistance. Tarik juga garis melalui titik terendah yang semakin rendah (Lower Lows), ini akan menjadi support.
Cara 2: Angka Bulat (Round Numbers)
Angka yang berakhiran 0 sangat berpengaruh. Orang menganggap harga $10 lebih penting daripada $9.95( tanpa ragu.
Ketika harga Bitcoin mendekati $30.000, $40.000, atau $50.000, akan terjadi pertempuran sengit di angka-angka ini karena orang menganggapnya sebagai level psikologis )Psychological Level###.
( Cara 3: Moving Average )Moving Average###
Moving Average adalah rata-rata harga penutupan selama periode tertentu, dianggap sebagai biaya rata-rata investor selama waktu tersebut.
Dalam tren naik: harga biasanya berada di atas MA, menjadikannya support.
Dalam tren turun: harga biasanya di bawah MA, menjadikannya resistance.
( Cara 4: Fibonacci Retracement )Fibonacci(
Fibonacci Retracement diambil dari deret angka matematika )23.6%, 38.2%, 61.8%, 78.6%### yang dipercaya muncul di alam dan refleksi harga mengikuti rasio ini.
Contohnya, jika Bitcoin naik dari $30.000 ke $40.000 lalu turun 23.6%, levelnya sekitar $37.640, di mana kemungkinan ada pembeli masuk. Level 38.2% juga menjadi support lain.
( Cara 5: Gap Harga )Window Gap###
Gap terjadi saat harga melonjak tinggi atau turun drastis, meninggalkan celah dari harga penutupan hari sebelumnya. Gap ini biasanya penting.
Breakaway Gap terjadi saat perubahan tren besar dengan volume tinggi.
Runaway Gap terjadi di tengah tren.
Exhaustion Gap muncul di akhir tren dan bisa menjadi sinyal pembalikan.
Gap ini sering menjadi support dan resistance yang kuat.
Menggunakan support dan resistance dalam trading nyata
( Strategi 1: Trading Range )Range Trading###
Saat harga tidak tren jelas dan bergerak di antara support dan resistance:
Beli saat menyentuh support
Jual saat menyentuh resistance
Waspadai keluar dari range
( Strategi 2: Reversal Trading )Reversal###
Saat harga menyentuh resistance dalam tren naik, bisa berbalik turun, jual keluar, atau tunggu konfirmasi pembalikan.
Saat harga menyentuh support dalam tren turun, bisa berbalik naik, beli, atau tunggu konfirmasi.
( Strategi 3: Breakout Trading )Breakout###
Saat harga menembus resistance dengan volume besar, resistance lama menjadi support baru. Anda bisa:
Membeli saat harga menembus resistance
Atau menunggu harga kembali menguji support baru, dan jika tidak kembali turun, beli.
Dalam tren turun, logikanya sama, tetapi keputusan harus berlawanan.
Perhatian penting yang harus diketahui trader
( Poin 1: Jangan bertentangan dengan tren
“Trend is Your Friend” bukan sekadar slogan. Saat tren naik, menjual )Short### di resistance adalah taruhan melawan tren. Harga hanya mundur sementara dan membentuk titik tertinggi baru, yang bisa menyebabkan kerugian besar.
( Poin 2: Support dan resistance yang sering diuji menjadi lemah
Semakin sering support dan resistance diuji, semakin besar risiko mereka ditembus )Break### dan tidak kembali. Bersabarlah dan kelola risiko dengan baik.
Poin 3: False Breakout sangat berbahaya
Harga kadang menembus support/resistance lalu kembali, disebut False Breakout. Kuncinya adalah perhatikan volume. Jika volume rendah, itu bisa tipuan. Jangan bertaruh besar dan selalu pasang Stop Loss.
Kesimpulan
Support dan resistance bukan ilmu pasti 100%, tetapi alat yang membantu melakukan transaksi dengan hati-hati dan perencanaan. Semakin sering latihan, semakin jelas gambaran yang didapat. Yang penting diingat, tidak ada indikator atau alat yang selalu akurat, sehingga pengelolaan risiko yang baik sangat diperlukan. Selalu pasang Stop Loss.
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
Dari teori ke praktik: Alat support dan resistance yang perlu dipahami oleh trader
Trader pemula sering melewatkan banyak peluang karena tidak mengetahui cara membaca support dan resistance dengan benar. Jika memahami support dan resistance dengan baik, maka setengah dari keberhasilan trading sudah tercapai, karena Anda dapat menentukan titik masuk dan keluar posisi yang tepat tanpa bergantung pada alat yang terlalu rumit.
Apa sebenarnya support dan resistance?
Saat ini istilah support (Support) dan resistance (Resistance) sangat fleksibel penggunaannya. Kadang orang menggunakan istilah ini untuk titik berbeda dari harga, kadang untuk zona yang luas. Jika ingin definisi yang lebih tepat:
Resistance terjadi di area harga yang terbentuk dari pergerakan kenaikan yang terhambat. Harga menemui hambatan, tidak bisa naik lebih tinggi, dan cenderung berbalik turun untuk menyesuaikan diri. Ini adalah area di mana perilaku penjual menunjukkan banyaknya saham yang dilepas.
Support adalah kebalikan, terjadi saat harga turun hingga menemukan banyak pembeli. Harga berhenti turun dan berbalik naik. Pembeli datang ke area ini untuk membeli dengan harga yang dianggap wajar.
Mengapa support dan resistance bisa sangat kuat?
Pandangan dari Ekonomi
Harga naik turun mengikuti hukum penawaran dan permintaan (Supply and Demand)
Ketika ada kelebihan penjual (Excess Supply) di satu level harga tertentu, harga akan ditekan turun, menjadikan area tersebut sebagai titik di mana pembeli melihat harga tidak akan turun lagi. Jika harga turun di bawah level ini, itu berarti angka lain, dan orang memutuskan untuk membeli, sehingga menjadi support.
Sebaliknya, ketika ada kelebihan pembeli (Excess Demand) di satu level harga, harga akan didorong naik sampai mencapai level di mana penjual merasa harga tersebut bagus. Mereka melepas saham agar harga tidak naik lebih jauh, menjadikannya resistance.
Pandangan dari Psikologi Trader
Pasar terdiri dari tiga tipe orang:
Kelompok pertama adalah mereka yang sudah membeli dan menunggu harga naik lagi. Ketika harga menyentuh resistance, mereka memutuskan untuk menjual karena melihat ini sebagai peluang.
Kelompok kedua adalah mereka yang sudah menjual (Short Selling) dan menunggu harga turun. Ketika harga menyentuh support, mereka menambah posisi (Add to Position) karena yakin harga akan berhenti di sini.
Kelompok ketiga adalah mereka yang melihat harga di area ini dan membuka posisi baru, baik beli maupun jual, tergantung posisi harga.
Ketika ketiga kelompok ini berkumpul di satu area, support dan resistance yang kuat terbentuk.
5 cara mengidentifikasi support dan resistance yang efektif
Cara 1: Garis Tren (Trendline)
Garis tren sangat sederhana dan penting untuk menemukan support dan resistance, dengan menarik garis melalui titik terendah atau tertinggi harga.
Dalam tren naik (Uptrend): tarik garis melalui titik terendah yang semakin tinggi (Higher Lows), ini akan menjadi support. Tarik juga garis melalui titik tertinggi yang semakin tinggi (Higher Highs), ini akan menjadi resistance.
Dalam tren turun (Downtrend): tarik garis melalui titik tertinggi yang semakin rendah (Lower Highs), ini akan menjadi resistance. Tarik juga garis melalui titik terendah yang semakin rendah (Lower Lows), ini akan menjadi support.
Cara 2: Angka Bulat (Round Numbers)
Angka yang berakhiran 0 sangat berpengaruh. Orang menganggap harga $10 lebih penting daripada $9.95( tanpa ragu.
Ketika harga Bitcoin mendekati $30.000, $40.000, atau $50.000, akan terjadi pertempuran sengit di angka-angka ini karena orang menganggapnya sebagai level psikologis )Psychological Level###.
( Cara 3: Moving Average )Moving Average###
Moving Average adalah rata-rata harga penutupan selama periode tertentu, dianggap sebagai biaya rata-rata investor selama waktu tersebut.
Dalam tren naik: harga biasanya berada di atas MA, menjadikannya support.
Dalam tren turun: harga biasanya di bawah MA, menjadikannya resistance.
( Cara 4: Fibonacci Retracement )Fibonacci(
Fibonacci Retracement diambil dari deret angka matematika )23.6%, 38.2%, 61.8%, 78.6%### yang dipercaya muncul di alam dan refleksi harga mengikuti rasio ini.
Contohnya, jika Bitcoin naik dari $30.000 ke $40.000 lalu turun 23.6%, levelnya sekitar $37.640, di mana kemungkinan ada pembeli masuk. Level 38.2% juga menjadi support lain.
( Cara 5: Gap Harga )Window Gap###
Gap terjadi saat harga melonjak tinggi atau turun drastis, meninggalkan celah dari harga penutupan hari sebelumnya. Gap ini biasanya penting.
Breakaway Gap terjadi saat perubahan tren besar dengan volume tinggi. Runaway Gap terjadi di tengah tren. Exhaustion Gap muncul di akhir tren dan bisa menjadi sinyal pembalikan.
Gap ini sering menjadi support dan resistance yang kuat.
Menggunakan support dan resistance dalam trading nyata
( Strategi 1: Trading Range )Range Trading###
Saat harga tidak tren jelas dan bergerak di antara support dan resistance:
( Strategi 2: Reversal Trading )Reversal###
Saat harga menyentuh resistance dalam tren naik, bisa berbalik turun, jual keluar, atau tunggu konfirmasi pembalikan.
Saat harga menyentuh support dalam tren turun, bisa berbalik naik, beli, atau tunggu konfirmasi.
( Strategi 3: Breakout Trading )Breakout###
Saat harga menembus resistance dengan volume besar, resistance lama menjadi support baru. Anda bisa:
Dalam tren turun, logikanya sama, tetapi keputusan harus berlawanan.
Perhatian penting yang harus diketahui trader
( Poin 1: Jangan bertentangan dengan tren
“Trend is Your Friend” bukan sekadar slogan. Saat tren naik, menjual )Short### di resistance adalah taruhan melawan tren. Harga hanya mundur sementara dan membentuk titik tertinggi baru, yang bisa menyebabkan kerugian besar.
( Poin 2: Support dan resistance yang sering diuji menjadi lemah
Semakin sering support dan resistance diuji, semakin besar risiko mereka ditembus )Break### dan tidak kembali. Bersabarlah dan kelola risiko dengan baik.
Poin 3: False Breakout sangat berbahaya
Harga kadang menembus support/resistance lalu kembali, disebut False Breakout. Kuncinya adalah perhatikan volume. Jika volume rendah, itu bisa tipuan. Jangan bertaruh besar dan selalu pasang Stop Loss.
Kesimpulan
Support dan resistance bukan ilmu pasti 100%, tetapi alat yang membantu melakukan transaksi dengan hati-hati dan perencanaan. Semakin sering latihan, semakin jelas gambaran yang didapat. Yang penting diingat, tidak ada indikator atau alat yang selalu akurat, sehingga pengelolaan risiko yang baik sangat diperlukan. Selalu pasang Stop Loss.