Kebijakan Kenaikan Suku Bunga Federal Reserve yang Agresif
Sejak dimulai pada Maret 2022, Federal Reserve Amerika Serikat melaksanakan rencana kenaikan suku bunga yang jarang terjadi secara agresif. Hingga akhir 2023, total kenaikan suku bunga sebanyak 20 kali, dengan total kenaikan 500 basis poin, dan suku bunga acuan melonjak dari hampir nol hingga kisaran 5,00%~5,25%.
Dalam perbandingan sejarah kenaikan suku bunga selama lebih dari tiga puluh tahun, siklus ini bisa dikatakan yang paling cepat. Dalam sepuluh rapat kebijakan, Federal Reserve tidak pernah absen menaikkan suku bunga acuan, terutama pada bulan Juni, Juli, September, dan November 2022 yang berturut-turut menaikkan 75 basis poin, mencatat rekor sejarah. Penyebab utama dari semua ini adalah inflasi yang tidak terkendali—pada Juni 2022, indeks harga konsumen AS mencapai level tertinggi dalam 40 tahun.
Seiring inflasi perlahan menurun, ekspektasi pasar terhadap apakah Federal Reserve akan melanjutkan kenaikan suku bunga menjadi semakin kompleks. Meskipun tingkat inflasi menurun dari bulan ke bulan, jaraknya masih jauh dari target 2%. Pada saat yang sama, krisis perbankan yang meletus pada 2023 juga memicu kekhawatiran stabilitas keuangan. Berdasarkan prediksi pasar, Federal Reserve kemungkinan akan melakukan beberapa penyesuaian suku bunga lagi pada 2024.
Perkiraan Jadwal Rapat Kebijakan Federal Reserve 2024 (Waktu Taiwan)
Tanggal Keputusan Suku Bunga
Tanggal Rilis Notulen
Perkiraan Batas Suku Bunga Pasar (%)
1 Februari
22 Februari
5.50
21 Maret
11 April
5.50
2 Mei
23 Mei
5.25
13 Juni
4 Juli
5.00
1 Agustus
22 Agustus
4.75
10 September
10 Oktober
4.50
8 November
29 November
4.25
19 Desember
9 Januari
4.00
Bagaimana Kenaikan Suku Bunga Mengubah Pasar Keuangan
Respon Langsung Pasar Valuta Asing
Kenaikan suku bunga menarik banyak modal internasional yang mencari hasil. Setelah suku bunga bank meningkat, investor asing berlomba membeli dolar AS dan menyimpannya di bank-bank AS. Akibatnya, dolar AS menguat relatif. Pada 2022, indeks dolar AS meningkat sebesar 8,5% dalam satu tahun, menunjukkan performa yang kuat dan mengguncang pasar keuangan global.
Tekanan pada Pasar Saham
Kenaikan suku bunga memberikan tekanan ganda pada pasar saham. Pertama, dalam penetapan harga aset keuangan, suku bunga pasar dan harga aset berlawanan arah. Semakin tinggi suku bunga, valuasi perusahaan yang terdaftar semakin rendah, sehingga harga saham pun turun. Kedua, biaya pendanaan perusahaan meningkat, laba bersih terkikis, dan imbal hasil pemegang saham pun menurun.
Pada 2022, pasar saham global mengalami kekacauan—indeks S&P 500 turun 17%, dan indeks Nasdaq turun hingga 30%. Namun, memasuki 2023, pasar saham mulai rebound, mencerminkan ekspektasi investor bahwa Federal Reserve akan berhenti menaikkan suku bunga atau bahkan mulai menurunkannya. Perlu diingat bahwa volatilitas pasar saham dipengaruhi oleh berbagai faktor, dan kenaikan suku bunga hanyalah salah satunya.
Pergerakan Terbalik Emas dan Obligasi
Harga emas dan ekspektasi suku bunga berlawanan arah. Ketika pasar memperkirakan Federal Reserve akan memperbesar kenaikan suku bunga, investor beralih ke aset kas, dan permintaan emas menurun. Sebaliknya, jika ekspektasi berbalik, harga emas cenderung naik. Oleh karena itu, kenaikan suku bunga tidak selalu menjadi berita buruk bagi emas; tergantung pada bagaimana kebijakan dan ekspektasi berkembang. Sebelum November 2022, harga emas terus turun, tetapi kemudian naik secara konsisten, mencerminkan perubahan ekspektasi dari “melanjutkan kenaikan suku bunga” menjadi “penurunan suku bunga segera”.
Pasar obligasi memiliki logika yang lebih langsung—harga obligasi berlawanan arah dengan suku bunga. Kenaikan suku bunga langsung menekan valuasi obligasi. Krisis perbankan di AS pada 2023 sebagian disebabkan oleh hal ini: banyak bank memegang obligasi yang nilainya menurun drastis selama kenaikan suku bunga, dan saat terjadi penarikan dana dari nasabah, mereka terpaksa menjual obligasi dengan kerugian, menciptakan siklus yang merugikan.
Dampak Kenaikan Suku Bunga AS terhadap Ekonomi Taiwan
Rantai Penurunan Nilai TWD
Penguatan dolar AS memiliki efek samping berupa penurunan nilai TWD. Kuatnya dolar AS berarti jumlah TWD yang dibutuhkan untuk menukar dolar AS berkurang, dan daya beli pun menurun. Karena banyak barang impor di Taiwan dihitung dalam dolar AS, penurunan nilai TWD langsung menaikkan harga barang impor.
Hal ini paling terasa dalam kehidupan masyarakat—pada 2022, indeks harga konsumen makanan di Taiwan naik 6%, dengan kenaikan luar biasa pada harga telur sebesar 26%. Kenaikan harga telur yang tampaknya sederhana sebenarnya didukung oleh naiknya biaya pakan impor. Jagung, sorgum, dan barley, sebagai bahan pakan utama, diimpor dari AS, yang merupakan pemasok utama produk pertanian Taiwan, dengan 22,8% dari total impor pertanian berasal dari AS tahun lalu.
Untuk mencegah penurunan nilai TWD lebih lanjut, Bank Sentral Taiwan juga menaikkan suku bunga, melakukan lima kali kenaikan sejak 2022, dengan total 75 basis poin. Namun, dibandingkan langkah agresif Federal Reserve, langkah ini jelas kurang memadai dan tidak mampu secara efektif melawan tren penurunan nilai TWD.
Kekhawatiran Kapital Keluar
Penurunan nilai mata uang juga memicu konsekuensi yang lebih serius—keluarnya modal dari negara. Bayangkan Anda adalah investor asing, menukar 100.000 dolar AS menjadi 2,7 juta TWD untuk berinvestasi di pasar saham Taiwan. Setelah satu tahun, keuntungan di buku sebesar 300.000 TWD, seharusnya membuat Anda sangat senang. Tetapi, pada 2022, nilai tukar TWD terhadap dolar AS melemah 11%, sehingga 3 juta TWD hanya bisa dikonversi kembali menjadi 97.000 dolar AS, malah mengalami kerugian. Dalam situasi ini, pilihan rasional adalah menjual saham dan menukar dolar AS untuk melindungi modal. Ketika banyak investor melakukan hal yang sama secara bersamaan, pasar saham akan mengalami fluktuasi besar.
Tantangan yang Dihadapi Pasar Saham Taiwan
Kenaikan suku bunga memberikan tekanan ganda pada pasar saham Taiwan. Di satu sisi, penguatan dolar AS menyebabkan keluar masuk modal asing, menekan pasar saham. Di sisi lain, langkah kenaikan suku bunga Taiwan meningkatkan suku bunga tanpa risiko, sehingga valuasi saham relatif menurun dan daya tariknya berkurang.
Data menunjukkan kondisi sulit ini secara jelas: pada 2022, keluar bersih modal sebesar 41,6 miliar dolar AS dari pasar saham Taiwan, tertinggi di Asia. Pada tahun yang sama, indeks weighted Taiwan turun 21%, menempatkannya di posisi terbawah di antara pasar saham utama dunia.
Namun, di balik krisis ini, tersimpan peluang. Dalam siklus kenaikan suku bunga, institusi keuangan seperti bank mendapatkan manfaat dari pelebaran margin bunga dan peningkatan profitabilitas. Sebagai contoh, Bank Taiwan Cooperative Bank (Taiwan Coop Bank) mencatat pendapatan bunga sebesar 33,3 miliar TWD pada 2022, meningkat 38% dari tahun sebelumnya, dan harga sahamnya naik 20% dalam satu tahun. Indeks dana terkait sektor keuangan pun turut diuntungkan.
Strategi Menghadapi Investor
Strategi 1: Penempatan Aset Dolar AS
Karena tren penguatan dolar AS sudah pasti, berinvestasi dalam dolar AS menjadi cara paling langsung untuk mendapatkan manfaat. Melalui konversi valuta di bank, kontrak berjangka, dan kontrak selisih harga (CFD), semua bisa dilakukan. Investor kecil juga dapat mempertimbangkan penggunaan leverage untuk mengerakkan keuntungan lebih besar dengan modal lebih kecil.
Strategi 2: Rebalancing Portofolio Saham
Dalam lingkungan kenaikan suku bunga, sebaiknya mengurangi kepemilikan saham dengan valuasi tinggi (terutama saham teknologi), dan meningkatkan porsi saham dividen tinggi. Saham sektor keuangan, karena karakteristik bisnisnya, tampil menonjol selama kenaikan suku bunga dan menjadi fokus perhatian. Dana indeks terkait tema ini juga merupakan pilihan yang praktis.
Strategi 3: Lindung Nilai Indeks
Indeks weighted Taiwan dan indeks Nasdaq sangat berkorelasi positif. Dengan melakukan short pada indeks teknologi AS, kerugian dari penurunan pasar saham Taiwan dapat dikurangi, sehingga tercapai perlindungan yang efektif.
Pandangan Umum
Kenaikan suku bunga AS memberikan dampak mendalam terhadap ekonomi Taiwan—penurunan nilai TWD yang terus berlanjut, tekanan pasar saham, dan keluarnya modal. Tetapi, siklus pasar sering berbalik di saat ekstrem. Biasanya, akhir siklus kenaikan suku bunga menandai titik balik yang mendekat, dan perubahan kebijakan Federal Reserve dapat membuka peluang investasi baru. Kuncinya adalah investor harus mampu mengenali tren dan mengambil tindakan yang tepat pada waktu yang tepat.
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
Apa konsekuensi yang akan dihadapi Taiwan jika AS menaikkan suku bunga? Daftar keputusan suku bunga 2024
Kebijakan Kenaikan Suku Bunga Federal Reserve yang Agresif
Sejak dimulai pada Maret 2022, Federal Reserve Amerika Serikat melaksanakan rencana kenaikan suku bunga yang jarang terjadi secara agresif. Hingga akhir 2023, total kenaikan suku bunga sebanyak 20 kali, dengan total kenaikan 500 basis poin, dan suku bunga acuan melonjak dari hampir nol hingga kisaran 5,00%~5,25%.
Dalam perbandingan sejarah kenaikan suku bunga selama lebih dari tiga puluh tahun, siklus ini bisa dikatakan yang paling cepat. Dalam sepuluh rapat kebijakan, Federal Reserve tidak pernah absen menaikkan suku bunga acuan, terutama pada bulan Juni, Juli, September, dan November 2022 yang berturut-turut menaikkan 75 basis poin, mencatat rekor sejarah. Penyebab utama dari semua ini adalah inflasi yang tidak terkendali—pada Juni 2022, indeks harga konsumen AS mencapai level tertinggi dalam 40 tahun.
Seiring inflasi perlahan menurun, ekspektasi pasar terhadap apakah Federal Reserve akan melanjutkan kenaikan suku bunga menjadi semakin kompleks. Meskipun tingkat inflasi menurun dari bulan ke bulan, jaraknya masih jauh dari target 2%. Pada saat yang sama, krisis perbankan yang meletus pada 2023 juga memicu kekhawatiran stabilitas keuangan. Berdasarkan prediksi pasar, Federal Reserve kemungkinan akan melakukan beberapa penyesuaian suku bunga lagi pada 2024.
Perkiraan Jadwal Rapat Kebijakan Federal Reserve 2024 (Waktu Taiwan)
Bagaimana Kenaikan Suku Bunga Mengubah Pasar Keuangan
Respon Langsung Pasar Valuta Asing
Kenaikan suku bunga menarik banyak modal internasional yang mencari hasil. Setelah suku bunga bank meningkat, investor asing berlomba membeli dolar AS dan menyimpannya di bank-bank AS. Akibatnya, dolar AS menguat relatif. Pada 2022, indeks dolar AS meningkat sebesar 8,5% dalam satu tahun, menunjukkan performa yang kuat dan mengguncang pasar keuangan global.
Tekanan pada Pasar Saham
Kenaikan suku bunga memberikan tekanan ganda pada pasar saham. Pertama, dalam penetapan harga aset keuangan, suku bunga pasar dan harga aset berlawanan arah. Semakin tinggi suku bunga, valuasi perusahaan yang terdaftar semakin rendah, sehingga harga saham pun turun. Kedua, biaya pendanaan perusahaan meningkat, laba bersih terkikis, dan imbal hasil pemegang saham pun menurun.
Pada 2022, pasar saham global mengalami kekacauan—indeks S&P 500 turun 17%, dan indeks Nasdaq turun hingga 30%. Namun, memasuki 2023, pasar saham mulai rebound, mencerminkan ekspektasi investor bahwa Federal Reserve akan berhenti menaikkan suku bunga atau bahkan mulai menurunkannya. Perlu diingat bahwa volatilitas pasar saham dipengaruhi oleh berbagai faktor, dan kenaikan suku bunga hanyalah salah satunya.
Pergerakan Terbalik Emas dan Obligasi
Harga emas dan ekspektasi suku bunga berlawanan arah. Ketika pasar memperkirakan Federal Reserve akan memperbesar kenaikan suku bunga, investor beralih ke aset kas, dan permintaan emas menurun. Sebaliknya, jika ekspektasi berbalik, harga emas cenderung naik. Oleh karena itu, kenaikan suku bunga tidak selalu menjadi berita buruk bagi emas; tergantung pada bagaimana kebijakan dan ekspektasi berkembang. Sebelum November 2022, harga emas terus turun, tetapi kemudian naik secara konsisten, mencerminkan perubahan ekspektasi dari “melanjutkan kenaikan suku bunga” menjadi “penurunan suku bunga segera”.
Pasar obligasi memiliki logika yang lebih langsung—harga obligasi berlawanan arah dengan suku bunga. Kenaikan suku bunga langsung menekan valuasi obligasi. Krisis perbankan di AS pada 2023 sebagian disebabkan oleh hal ini: banyak bank memegang obligasi yang nilainya menurun drastis selama kenaikan suku bunga, dan saat terjadi penarikan dana dari nasabah, mereka terpaksa menjual obligasi dengan kerugian, menciptakan siklus yang merugikan.
Dampak Kenaikan Suku Bunga AS terhadap Ekonomi Taiwan
Rantai Penurunan Nilai TWD
Penguatan dolar AS memiliki efek samping berupa penurunan nilai TWD. Kuatnya dolar AS berarti jumlah TWD yang dibutuhkan untuk menukar dolar AS berkurang, dan daya beli pun menurun. Karena banyak barang impor di Taiwan dihitung dalam dolar AS, penurunan nilai TWD langsung menaikkan harga barang impor.
Hal ini paling terasa dalam kehidupan masyarakat—pada 2022, indeks harga konsumen makanan di Taiwan naik 6%, dengan kenaikan luar biasa pada harga telur sebesar 26%. Kenaikan harga telur yang tampaknya sederhana sebenarnya didukung oleh naiknya biaya pakan impor. Jagung, sorgum, dan barley, sebagai bahan pakan utama, diimpor dari AS, yang merupakan pemasok utama produk pertanian Taiwan, dengan 22,8% dari total impor pertanian berasal dari AS tahun lalu.
Untuk mencegah penurunan nilai TWD lebih lanjut, Bank Sentral Taiwan juga menaikkan suku bunga, melakukan lima kali kenaikan sejak 2022, dengan total 75 basis poin. Namun, dibandingkan langkah agresif Federal Reserve, langkah ini jelas kurang memadai dan tidak mampu secara efektif melawan tren penurunan nilai TWD.
Kekhawatiran Kapital Keluar
Penurunan nilai mata uang juga memicu konsekuensi yang lebih serius—keluarnya modal dari negara. Bayangkan Anda adalah investor asing, menukar 100.000 dolar AS menjadi 2,7 juta TWD untuk berinvestasi di pasar saham Taiwan. Setelah satu tahun, keuntungan di buku sebesar 300.000 TWD, seharusnya membuat Anda sangat senang. Tetapi, pada 2022, nilai tukar TWD terhadap dolar AS melemah 11%, sehingga 3 juta TWD hanya bisa dikonversi kembali menjadi 97.000 dolar AS, malah mengalami kerugian. Dalam situasi ini, pilihan rasional adalah menjual saham dan menukar dolar AS untuk melindungi modal. Ketika banyak investor melakukan hal yang sama secara bersamaan, pasar saham akan mengalami fluktuasi besar.
Tantangan yang Dihadapi Pasar Saham Taiwan
Kenaikan suku bunga memberikan tekanan ganda pada pasar saham Taiwan. Di satu sisi, penguatan dolar AS menyebabkan keluar masuk modal asing, menekan pasar saham. Di sisi lain, langkah kenaikan suku bunga Taiwan meningkatkan suku bunga tanpa risiko, sehingga valuasi saham relatif menurun dan daya tariknya berkurang.
Data menunjukkan kondisi sulit ini secara jelas: pada 2022, keluar bersih modal sebesar 41,6 miliar dolar AS dari pasar saham Taiwan, tertinggi di Asia. Pada tahun yang sama, indeks weighted Taiwan turun 21%, menempatkannya di posisi terbawah di antara pasar saham utama dunia.
Namun, di balik krisis ini, tersimpan peluang. Dalam siklus kenaikan suku bunga, institusi keuangan seperti bank mendapatkan manfaat dari pelebaran margin bunga dan peningkatan profitabilitas. Sebagai contoh, Bank Taiwan Cooperative Bank (Taiwan Coop Bank) mencatat pendapatan bunga sebesar 33,3 miliar TWD pada 2022, meningkat 38% dari tahun sebelumnya, dan harga sahamnya naik 20% dalam satu tahun. Indeks dana terkait sektor keuangan pun turut diuntungkan.
Strategi Menghadapi Investor
Strategi 1: Penempatan Aset Dolar AS
Karena tren penguatan dolar AS sudah pasti, berinvestasi dalam dolar AS menjadi cara paling langsung untuk mendapatkan manfaat. Melalui konversi valuta di bank, kontrak berjangka, dan kontrak selisih harga (CFD), semua bisa dilakukan. Investor kecil juga dapat mempertimbangkan penggunaan leverage untuk mengerakkan keuntungan lebih besar dengan modal lebih kecil.
Strategi 2: Rebalancing Portofolio Saham
Dalam lingkungan kenaikan suku bunga, sebaiknya mengurangi kepemilikan saham dengan valuasi tinggi (terutama saham teknologi), dan meningkatkan porsi saham dividen tinggi. Saham sektor keuangan, karena karakteristik bisnisnya, tampil menonjol selama kenaikan suku bunga dan menjadi fokus perhatian. Dana indeks terkait tema ini juga merupakan pilihan yang praktis.
Strategi 3: Lindung Nilai Indeks
Indeks weighted Taiwan dan indeks Nasdaq sangat berkorelasi positif. Dengan melakukan short pada indeks teknologi AS, kerugian dari penurunan pasar saham Taiwan dapat dikurangi, sehingga tercapai perlindungan yang efektif.
Pandangan Umum
Kenaikan suku bunga AS memberikan dampak mendalam terhadap ekonomi Taiwan—penurunan nilai TWD yang terus berlanjut, tekanan pasar saham, dan keluarnya modal. Tetapi, siklus pasar sering berbalik di saat ekstrem. Biasanya, akhir siklus kenaikan suku bunga menandai titik balik yang mendekat, dan perubahan kebijakan Federal Reserve dapat membuka peluang investasi baru. Kuncinya adalah investor harus mampu mengenali tren dan mengambil tindakan yang tepat pada waktu yang tepat.