Anda mungkin sudah sering mendengar tentang metaverse di mana-mana, tapi masih terasa samar? Mari kita kupas konsep ini dalam beberapa poin kunci.
Asal usulnya
Istilah ini berasal dari novel fiksi ilmiah tahun 1992 (“Snow Crash”). Idenya sederhana: sebuah dunia virtual 3D paralel di mana orang berinteraksi melalui avatar digital, dengan ekonomi lengkap, data, konten – singkatnya, sebuah masyarakat yang berfungsi tapi sepenuhnya digital.
Komponen teknologi utama
Blockchain: menjamin kepemilikan aset virtual di dunia nyata
VR/AR/MR: pengalaman imersi total
AI: untuk memproses volume data yang sangat besar
Cloud computing: kekuatan komputasi dan latensi real-time
Game engine: alat untuk membangun semuanya
Di mana ini mulai nyata?
Gaming: Sandbox (bayangkan Minecraft di blockchain)
NFT & GameFi: Axie Infinity melejit dengan model play-to-earn
Properti digital: Decentraland, orang-orang membeli/menjual tanah virtual
DeFi: seluruh keuangan terdesentralisasi berjalan di dalamnya
Momen tahun 2021
2021 = tahunnya metaverse. Meta (sebelumnya Facebook) mengucurkan 15 miliar dolar untuk pengembangan, Roblox IPO di angka lebih dari 40 miliar USD, Epic Games mengumpulkan 1 miliar… singkatnya, para raksasa teknologi berlomba-lomba memperebutkan bagian.
Masalah utamanya
Metaverse sudah ada, tapi masih terfragmentasi. Platform-platform berbeda belum bisa saling terhubung, pengalaman pengguna masih biasa saja, teknologinya pun jauh dari matang. Membangun metaverse sejati = tantangan besar.
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
Metaverse, apa sebenarnya itu?
Anda mungkin sudah sering mendengar tentang metaverse di mana-mana, tapi masih terasa samar? Mari kita kupas konsep ini dalam beberapa poin kunci.
Asal usulnya
Istilah ini berasal dari novel fiksi ilmiah tahun 1992 (“Snow Crash”). Idenya sederhana: sebuah dunia virtual 3D paralel di mana orang berinteraksi melalui avatar digital, dengan ekonomi lengkap, data, konten – singkatnya, sebuah masyarakat yang berfungsi tapi sepenuhnya digital.
Komponen teknologi utama
Blockchain: menjamin kepemilikan aset virtual di dunia nyata
VR/AR/MR: pengalaman imersi total
AI: untuk memproses volume data yang sangat besar
Cloud computing: kekuatan komputasi dan latensi real-time
Game engine: alat untuk membangun semuanya
Di mana ini mulai nyata?
Momen tahun 2021
2021 = tahunnya metaverse. Meta (sebelumnya Facebook) mengucurkan 15 miliar dolar untuk pengembangan, Roblox IPO di angka lebih dari 40 miliar USD, Epic Games mengumpulkan 1 miliar… singkatnya, para raksasa teknologi berlomba-lomba memperebutkan bagian.
Masalah utamanya
Metaverse sudah ada, tapi masih terfragmentasi. Platform-platform berbeda belum bisa saling terhubung, pengalaman pengguna masih biasa saja, teknologinya pun jauh dari matang. Membangun metaverse sejati = tantangan besar.
Intinya: ini masa depan, tapi butuh kesabaran.