Pendapat: Trump berusaha memanfaatkan perpecahan antara Presiden Iran dan militer untuk mempengaruhi situasi

BlockBeatNews

Pesan BlockBeats, 1 April, Trump beberapa saat sebelumnya menyatakan, “Presiden rezim baru Iran baru saja meminta gencatan senjata kepada AS.” Menurut seorang analis, Pezeshkian sudah menjabat sebagai presiden Iran sebelum konflik berlangsung, dan hingga kini ia masih menjabat sebagai presiden petahana. Intinya adalah, saat ini belum jelas apakah ia benar-benar berkuasa, atau pernah berkuasa. Presiden Iran biasanya merupakan jabatan seremonial, yang menangani urusan sipil pemerintahan; kebijakan perlu mendapat persetujuan dari Pemimpin Tertinggi dan Garda Revolusi Islam. Belakangan ini semakin banyak tanda yang menunjukkan adanya perpecahan antara presiden dan Garda Revolusi Islam. Strategi Trump tampaknya memanfaatkan perpecahan ini: dari arah presiden, ia mengirimkan sinyal perdamaian kepada rakyat Iran, sambil mengklaim bahwa Garda Revolusi Islam menjadi penghalang dalam proses perundingan. Hal ini berpotensi memicu gejolak internal, yang pada akhirnya bisa mengarah pada pergantian rezim, atau setidaknya menimbulkan situasi yang tidak stabil.

Penafian: Informasi di halaman ini dapat berasal dari pihak ketiga dan tidak mewakili pandangan atau opini Gate. Konten yang ditampilkan hanya untuk tujuan referensi dan bukan merupakan nasihat keuangan, investasi, atau hukum. Gate tidak menjamin keakuratan maupun kelengkapan informasi dan tidak bertanggung jawab atas kerugian apa pun yang timbul akibat penggunaan informasi ini. Investasi aset virtual memiliki risiko tinggi dan rentan terhadap volatilitas harga yang signifikan. Anda dapat kehilangan seluruh modal yang diinvestasikan. Harap pahami sepenuhnya risiko yang terkait dan buat keputusan secara bijak berdasarkan kondisi keuangan serta toleransi risiko Anda sendiri. Untuk detail lebih lanjut, silakan merujuk ke Penafian.
Komentar
0/400
Tidak ada komentar