Mohammad Bagher Ghalibaf, Ketua Majelis Consultatif Islam di Iran, baru saja mengungkapkan kata yang tenang secara terbuka tentang pemerintah seperti AS yang mengendalikan narasi untuk memanipulasi pasar. Ia memperingatkan bahwa hype pra-pasar sering kali bertentangan dengan indikator sebenarnya.
Ghalibaf memperingatkan di X bahwa berita atau pos tertentu dari Presiden AS Donald Trump di Truth Social hanyalah pengaturan untuk pengambilan keuntungan besar. Ia mengklaim mereka adalah indikator terbalik, jadi para investor harus melakukan sebaliknya.
“Lakukan sebaliknya: Jika mereka mendorongnya, jual pendek. Jika mereka menjatuhkannya, beli panjang,” kata Ghalibaf di akun media sosialnya di X.
IKLANPernyataan Ketua Parlemen Iran menyusul jaminan konstan Trump bahwa AS menggambarkan dirinya sebagai pemenang dalam perang Iran. Baru-baru ini, Trump juga mengatakan kepada pers bahwa AS berencana untuk merebut Pulau Kharg, pusat ekspor Iran, untuk menguasai jalur pasokan minyak.
Selain itu, baik AS maupun Israel dilaporkan sedang mempersiapkan mobilisasi pasukan darat di daerah konflik.
Perkembangan terbaru mendorong harga minyak mentah Brent melewati $116 per barel setelah tengah malam (UTC) selama pra-pasar. Sementara itu, futures West Texas Intermediate naik lebih dari $102 dalam periode yang sama.
IKLANDalam 24 jam terakhir, Bitcoin (BTC) diperdagangkan antara $64,000 dan $67,000. Namun, ia telah mengungguli emas di grafik, karena logam mulia bergerak antara $4,400 dan $4,500. Tak lain adalah JPMorgan yang mengonfirmasi tren tersebut.
Narasi Ghalibaf memicu respons campur aduk secara online. Banyak yang mengecamnya karena tiba-tiba bertindak seperti ahli pasar, sementara banyak orang Iran sedang menderita akibat kekurangan makanan, listrik, perawatan kesehatan, dan pendidikan. Selain itu, mereka mempertanyakan dugaan pergeserannya dari seorang pemimpin formal menjadi pengacara pasar yang memalukan, menyarankan adanya keputusasaan di pihaknya dalam konflik AS-Iran.
Di sisi lain, beberapa mendukung pejabat Iran tersebut. Mereka mencatat bahwa ia hanya membahas masalah besar, yaitu memancing dan menjebak investor ritel ke dalam perdagangan yang buruk kapan pun Gedung Putih mengeluarkan laporan menyesatkan tentang ketegangan di Timur Tengah.
Namun, mereka yang berada di posisi netral mengkritik Ghalibaf karena hanya menyatakan yang jelas dan karena hipokrasinya. Mereka berargumen bahwa ia adalah bagian dari kelompok yang mempengaruhi laporan dari pemerintah Iran. Oleh karena itu, publik tidak seharusnya menganggapnya sebagai sumber informasi yang dapat diandalkan, terutama nasihat keuangan.
IKLAN