Gate News berita, 24 Maret, seiring situasi perang Iran yang terus memicu perhatian pasar, pasar saham Eropa dibuka pada hari Selasa mungkin mengalami tekanan. Indeks FTSE 100 Inggris diperkirakan turun 0,3%, indeks DAX Jerman diperkirakan turun 0,5%, dan indeks CAC 40 Prancis diperkirakan turun sekitar 0,5%. Pada hari Senin, Presiden AS Donald Trump menyatakan telah melakukan pembicaraan yang produktif mengenai konflik Iran dan berharap mencapai kesepakatan, namun Teheran kemudian membantah adanya negosiasi.
Dipicu ketegangan di Timur Tengah, harga minyak mentah Brent naik lebih dari 3% pada hari Selasa, berfluktuasi di atas 100 dolar AS per barel, mencerminkan sensitivitas investor terhadap risiko geopolitik. Pasar saham Asia semalam mengikuti kenaikan Wall Street, tetapi kenaikannya berkurang. Data futures AS menunjukkan kemungkinan tekanan turun saat pembukaan hari Selasa. Sementara itu, harga emas melanjutkan tren penurunan, emas spot diperdagangkan di 4386,69 dolar AS per ons, turun 0,4%, semakin masuk ke zona pasar bearish.
Dari segi data ekonomi, indeks Manajer Pembelian (PMI) manufaktur Jerman, PMI manufaktur awal S&P Global Inggris, dan volume pendaftaran mobil baru Uni Eropa akan diumumkan pada hari Selasa, dan data ini berpotensi mempengaruhi pergerakan pasar. Dari sisi perusahaan, raksasa kosmetik Estée Lauder mengumumkan pada Senin malam bahwa mereka sedang melakukan negosiasi dengan Grup Puig dari Spanyol terkait potensi merger merek-merek seperti Jean Paul Gaultier, Charlotte Tilbury, dan Rabanne, menunjukkan bahwa perusahaan multinasional besar masih mencari peluang ekspansi dan integrasi.
Para analis menunjukkan bahwa konflik geopolitik dan fluktuasi pasar energi meningkatkan ketidakpastian pasar, dan suasana hati investor cenderung berhati-hati. Dalam konteks ini, pasar saham Eropa kemungkinan besar akan mengalami tekanan jangka pendek, sementara fluktuasi harga minyak dan emas akan terus menjadi fokus utama. Dalam beberapa hari mendatang, investor akan memantau perkembangan situasi di Timur Tengah dan data ekonomi terkait untuk menyesuaikan strategi investasi. (CNBC)