Stablecoin USR dari Resolv Labs mengalami keruntuhan yang sangat tajam. Token ini kehilangan sekitar 80% nilainya setelah terjadi eksploitasi besar. Serangan terjadi pada 22 Maret. Dalam beberapa jam, USR turun dari hampir $1 menjadi serendah $0,20. Pada satu titik, bahkan turun lebih rendah di beberapa platform. Penyerang menggunakan sejumlah kecil dana untuk memicu eksploitasi tersebut.
Laporan menunjukkan mereka menggunakan jaminan kurang dari $200.000. Kemudian mereka menciptakan sekitar 80 juta token USR. Token ini tidak didukung oleh aset nyata. Penyerang kemudian menjual token tersebut di bursa desentralisasi. Ini menguras sekitar $23 juta dari sistem.
Serangan dimulai dengan deposit jaminan kecil. Tak lama kemudian, penyerang mencetak sekitar 80 juta token USR tanpa dukungan yang tepat. Mereka dengan cepat menjual token ini di berbagai bursa desentralisasi. Ini memicu tekanan jual yang besar.
Akibatnya, harga jatuh dalam beberapa jam. Kerugian menyebar ke berbagai platform DeFi, mempengaruhi pool dan pengguna. Penjualan mendadak ini menciptakan kepanikan dan stablecoin kehilangan patoknya dengan cepat.
Masalah berasal dari sistem kontrol yang lemah. Para ahli percaya bahwa kunci pribadi yang terkait dengan protokol telah dikompromikan. Ini memberi akses khusus kepada penyerang. Dengan akses tersebut, mereka bisa mencetak token tanpa pemeriksaan yang memadai. Biasanya, stablecoin memerlukan aturan ketat sebelum token baru dibuat. Dalam kasus ini, pemeriksaan tersebut gagal.
Penyerang menggunakan proses dua langkah. Pertama, mereka meminta pencetakan token. Kemudian, mereka menyelesaikan proses tersebut tanpa jaminan yang cukup. Karena kelemahan ini, sistem mengizinkan pencetakan berlebihan secara besar-besaran. Ini bukan sekadar bug sederhana. Ini menunjukkan masalah yang lebih dalam terkait kontrol akses dan keamanan.
Kerusakan menyebar dengan cepat di seluruh ruang DeFi. Banyak pengguna memegang USR di platform pinjaman dan pool likuiditas. Ketika harga jatuh, posisi-posisi ini kehilangan nilai. Ini memicu likuidasi di berbagai protokol.
Sementara sistem menjadi tidak stabil. Laporan menunjukkan sekitar $95 juta aset berbanding $173 juta kewajiban. Ini berarti protokol kini berada di bawah tekanan. Tidak cukup jaminan untuk menutupi semua token. Resolv Labs menyatakan jaminan utama masih aman. Tapi pengguna tetap mengalami kerugian. Peristiwa ini juga menimbulkan kekhawatiran baru. Ini menunjukkan risiko stablecoin yang didukung kripto.
Resolv Labs telah menghentikan sementara protokolnya. Tim sedang menyelidiki eksploitasi dan menyusun rencana pemulihan. Mereka juga mulai mengambil langkah untuk mengendalikan kerusakan. Beberapa token telah dibakar untuk mengurangi pasokan.
Pada saat yang sama, mereka melacak aktivitas dompet penyerang. Harga USR menunjukkan pemulihan kecil tetapi tetap jauh di bawah patoknya. Pengguna kini menunggu pembaruan yang jelas dan kemungkinan rencana kompensasi.
Insiden ini memberikan pelajaran yang jelas. Pertama, keamanan yang kuat sangat penting. Kunci pribadi harus dilindungi setiap saat. Kedua, pengguna sebaiknya tidak bergantung pada satu stablecoin saja. Diversifikasi dapat mengurangi risiko. Ketiga, selalu pantau proyek secara ketat. Peringatan dini dapat membantu menghindari kerugian. Terakhir, bahkan stablecoin tidak selalu stabil.
Keruntuhan USR dari Resolv menunjukkan betapa cepatnya keadaan bisa memburuk di DeFi. Sementara ruang ini terus berkembang, risiko tetap tinggi. Untuk saat ini, kejadian ini menjadi pengingat bahwa inovasi harus disertai dengan keamanan yang kuat.