Versi Asia Tenggara Uber "Grab" Mengumumkan Akuisisi Bisnis Foodpanda Taiwan dengan Kas 600 Juta Dolar

ChainNewsAbmedia

Grab, raksasa layanan antar jemput dan pengantaran makanan di Asia Tenggara, mengumumkan bahwa mereka akan membeli bisnis foodpanda Taiwan dengan uang tunai sebesar 600 juta dolar AS. Transaksi ini masih menunggu persetujuan dari otoritas terkait dan diperkirakan akan selesai pada paruh kedua tahun ini. Pada tahun 2025, total transaksi foodpanda Taiwan diperkirakan mencapai 1,8 miliar dolar AS. CEO Delivery Hero, Niklas Östberg, menyatakan bahwa penjualan ini merupakan bagian dari penyesuaian strategi perusahaan. Setelah transaksi selesai, layanan Grab akan mencakup 21 kota di Taiwan dan berencana mengintegrasikan teknologi AI serta sistem operasional mereka, termasuk layanan peta buatan sendiri, GrabMaps.

Grab Umumkan Akuisisi Foodpanda Taiwan dengan Uang Tunai 600 Juta Dolar AS

Hari ini, platform layanan antar jemput terkemuka di Asia Tenggara, Grab, mengumumkan bahwa mereka telah mencapai kesepakatan dengan Delivery Hero. Dalam pengumuman tersebut, disebutkan bahwa Grab akan membeli bisnis pengantaran makanan foodpanda Taiwan dengan uang tunai sebesar 600 juta dolar AS. Transaksi ini menggunakan struktur tanpa uang tunai dan tanpa utang, dan masih menunggu persetujuan dari otoritas terkait. Diperkirakan, transaksi ini akan selesai pada paruh kedua tahun 2026.

Langkah ini tidak hanya menandai ekspansi Grab ke pasar kesembilan mereka, tetapi juga merupakan kali pertama mereka melangkah keluar dari Asia Tenggara dan memasuki wilayah non-inti mereka. CEO dan salah satu pendiri Grab, Anthony Tan, menyatakan bahwa Taiwan yang sangat urban dan memiliki kebiasaan konsumsi yang mengutamakan mobilitas sangat mirip dengan pasar Asia Tenggara.

Perkiraan Total Transaksi Barang Foodpanda Taiwan Mencapai 1,8 Miliar Dolar AS pada 2025

Saat ini, bisnis foodpanda Taiwan telah mencapai skala operasional yang matang. Pada tahun 2025, total transaksi barang (GMV) diperkirakan mencapai 1,8 miliar dolar AS, dan perusahaan mampu mencapai laba EBITDA tanpa memperhitungkan biaya grup. CEO Delivery Hero, Niklas Östberg, menyatakan bahwa penjualan ini merupakan bagian dari penyesuaian strategi perusahaan dan juga mencerminkan nilai sebenarnya dari bisnis foodpanda Taiwan.

Setelah transaksi selesai, layanan Grab akan mencakup 21 kota di Taiwan dan berencana mengintegrasikan teknologi AI serta sistem operasional mereka, termasuk layanan peta internal GrabMaps, asisten bisnis berbasis AI, dan alat analisis data real-time untuk meningkatkan efisiensi pengantaran dan kemampuan operasional merchant. Selain itu, Grab juga akan memperkuat pengalaman pengguna melalui sistem rekomendasi personalisasi.

Grab menyatakan bahwa mereka menciptakan sekitar 18,8 miliar dolar AS nilai ekonomi tahunan di Asia Tenggara dan berharap dapat meniru model serupa di Taiwan, memberikan lebih banyak peluang pendapatan bagi usaha kecil dan mitra pengantaran makanan, serta mendorong pertumbuhan ekonomi digital dan industri kuliner lokal. Selama masa transisi, Delivery Hero akan terus mengelola bisnis foodpanda Taiwan dan menyediakan layanan dukungan pasca transaksi. Grab memperkirakan akan menyelesaikan integrasi platform pada paruh pertama tahun 2027, memindahkan seluruh pengguna, merchant, dan mitra pengantaran ke aplikasi Grab.

Dari segi keuangan, akuisisi ini diperkirakan akan memberikan kontribusi positif terhadap pendapatan Grab tahun 2026 (diperkirakan antara 4,04 miliar hingga 4,1 miliar dolar AS), dan diharapkan dapat menyumbang EBITDA yang disesuaikan minimal 60 juta dolar AS pada 2028, mendukung target mereka untuk mencapai EBITDA sebesar 1,5 miliar dolar AS dalam tiga tahun.

Artikel ini berjudul “Uber Asia Tenggara ‘Grab’ Umumkan Akuisisi Foodpanda Taiwan dengan Uang Tunai 600 Juta Dolar AS” dan pertama kali muncul di Chain News ABMedia.

Lihat Asli
Penafian: Informasi di halaman ini dapat berasal dari pihak ketiga dan tidak mewakili pandangan atau opini Gate. Konten yang ditampilkan hanya untuk tujuan referensi dan bukan merupakan nasihat keuangan, investasi, atau hukum. Gate tidak menjamin keakuratan maupun kelengkapan informasi dan tidak bertanggung jawab atas kerugian apa pun yang timbul akibat penggunaan informasi ini. Investasi aset virtual memiliki risiko tinggi dan rentan terhadap volatilitas harga yang signifikan. Anda dapat kehilangan seluruh modal yang diinvestasikan. Harap pahami sepenuhnya risiko yang terkait dan buat keputusan secara bijak berdasarkan kondisi keuangan serta toleransi risiko Anda sendiri. Untuk detail lebih lanjut, silakan merujuk ke Penafian.
Komentar
0/400
Tidak ada komentar