Ledger memperkuat ekspansinya di AS dengan dua langkah besar. Perusahaan keamanan kripto ini telah merekrut mantan eksekutif Circle, John Andrews, sebagai chief financial officer baru dan membuka kantor baru di New York City. Bersama-sama, langkah-langkah ini menunjukkan bahwa Ledger menginginkan peran yang lebih besar di pasar aset digital Amerika.
Perusahaan yang berbasis di Prancis ini mengatakan bahwa kantor barunya di New York adalah bagian dari investasi multi-juta dolar di Amerika Serikat. Lokasi ini akan mendukung tim di seluruh Ledger Enterprise dan pemasaran. Yang lebih penting, ini membuat perusahaan lebih dekat dengan bank, manajer aset, dan penerbit stablecoin yang membutuhkan infrastruktur kripto yang aman.
CEO Pascal Gauthier mengatakan bahwa kantor ini menempatkan bisnis institusional Ledger di pusat keuangan global. Hal ini penting karena semakin banyak perusahaan keuangan yang menginginkan alat terpercaya untuk mengelola, menyimpan, dan memperdagangkan aset digital dengan aman.
Andrews membawa pengalaman lebih dari 25 tahun dalam kepemimpinan keuangan ke Ledger. Dia sebelumnya bekerja di Circle sebagai kepala pasar modal dan hubungan investor. Latar belakang ini dapat membantu Ledger saat menjajaki opsi pertumbuhan jangka panjang di AS.
Pengalamannya sangat relevan karena Circle sudah go public di Bursa Saham New York dengan kode CRCL. Secara sederhana, Ledger sekarang memiliki CFO yang memahami strategi kripto dan pasar publik. Itu adalah kombinasi yang berguna untuk perusahaan dengan ambisi yang lebih besar.
Laporan awal tahun ini mengatakan Ledger telah mengontrak penasihat Wall Street untuk mempelajari kemungkinan IPO di New York. Laporan tersebut juga menyebutkan bahwa perusahaan bisa dinilai lebih dari $4 miliar. Pada saat yang sama, pendapatan Ledger dilaporkan meningkat tajam pada 2025 karena permintaan dompet perangkat keras yang meningkat.
Skala Ledger membantu menjelaskan momentum tersebut:
Ledger dimulai sebagai merek dompet perangkat keras, tetapi sekarang tampaknya siap untuk berkembang menjadi platform keamanan kripto institusional yang lebih luas. Selain itu, dorongan terbaru di AS menunjukkan bahwa perusahaan ingin menjadi pemain utama di fase berikutnya dari keuangan digital.