CEO Abacus.AI, Bindu Reddy, baru-baru ini di X secara langsung mengkritik performa Google Gemini 3.0 yang dianggap mengecewakan. Dia menunjukkan bahwa sebagian besar pengguna masih tetap di Gemini 2.5 dan tidak terdorong untuk melakukan upgrade ke versi 3.0, yang menandakan bahwa 3.0 belum membawa kemajuan nyata.
Reddy juga mengajukan sebuah saran berani: Google sebaiknya meninggalkan pekerjaan sampingan dan memusatkan kekuatan, dengan membiarkan 100 tim secara bersamaan melatih 100 model, lalu memilih versi terbaik dari sana. Logikanya sangat sederhana—daripada melakukan iterasi lambat pada satu versi, lebih baik menyebar peluang dan menghemat waktu.
Saat postingan ini memicu diskusi, Elon Musk tiba-tiba membalas dengan sebuah kalimat yang sangat ringkas: “Google akan memenangkan perlombaan AI di Barat, China akan memenangkan di Bumi, SpaceX akan memenangkan di luar angkasa.” Kalimat ini langsung dipahami oleh banyak netizen sebagai upaya Musk untuk “mendukung Google dan menekan OpenAI,” dan ada juga yang berpendapat bahwa dia sedang mempromosikan SpaceX.
Terlepas dari niat Musk, percakapan ini mencerminkan kekhawatiran yang nyata: perlombaan senjata AI telah memasuki tahap yang sangat intensif, bahkan para profesional di bidang AI mulai secara terbuka mempertanyakan ritme dan strategi dari berbagai perusahaan besar. Apakah Gemini 3.0 mampu membuktikan dirinya, jawabannya mungkin baru akan terungkap dalam waktu yang tidak terlalu lama.