Perplexity AI terbaru meluncurkan sistem proxy bernama “Computer”, yang dianggap berpotensi menciptakan versi alternatif dari Bloomberg Terminal, memicu perhatian tinggi dari dunia keuangan dan teknologi.
Dimulai dari sebuah video demonstrasi yang viral, pasar mulai mempertimbangkan kembali: ketika AI dapat secara otomatis menulis kode, mengintegrasikan data, dan menghasilkan alat analisis, apakah model biaya tinggi dan tingkat kesulitan tinggi yang selama ini diterapkan Bloomberg akan menghadapi tantangan yang belum pernah terjadi sebelumnya?
(Perplexity meluncurkan “Perplexity Computer”: kolaborasi multi-model membuat AI menjadi komputer)
AI menciptakan pengganti “Bloomberg Terminal” dalam satu kalimat
Pada akhir Februari 2026, sebuah video yang dibagikan oleh pengguna X @hamptonism dengan cepat menjadi viral di media sosial. Dalam video tersebut, “Computer” dari Perplexity hanya dengan perintah bahasa alami secara otomatis membangun sebuah dashboard analisis saham real-time untuk Nvidia ($NVDA).
Sistem ini tidak hanya menampilkan grafik harga saham, tetapi juga mengintegrasikan data fundamental, aliran berita, dan informasi keuangan terkini, dengan gaya visual yang bahkan meniru antarmuka klasik Bloomberg Terminal yang berwarna hitam dengan tulisan oranye. Demonstrasi ini dengan cepat menarik jutaan penonton dan banyak dibagikan di Threads, Instagram, dan platform X.
Lebih mengejutkan lagi adalah perbandingan biaya: biaya langganan Perplexity Computer sekitar 200 dolar AS per bulan, sedangkan Bloomberg Terminal selama bertahun-tahun dikenal dengan harga lebih dari 30.000 dolar AS per tahun per pengguna. Selisih harga ini membuat narasi “AI pengganti Bloomberg” dengan cepat menyebar di internet.
Perplexity Computer: Lebih dari sekadar chatbot
Berbeda dari asisten AI tradisional, Perplexity Computer diposisikan sebagai sistem “AI Agenik”. Ia tidak hanya mampu menjawab pertanyaan, tetapi juga secara aktif memecah tugas, menulis kode, mengambil data real-time, dan terus mengoptimalkan hasilnya.
Dalam demonstrasi nyata, sistem secara otomatis menyelesaikan proses berikut:
Memahami kebutuhan pengguna (misalnya analisis NVDA)
Mencari dan mengintegrasikan sumber data keuangan
Menulis kode front-end dan back-end
Mendeploy sebagai antarmuka analisis yang dapat digunakan
Kemampuan otomatisasi dari “0 ke 1” ini memungkinkan pembuatan alat keuangan yang sebelumnya membutuhkan minggu bahkan bulan pengembangan, kini bisa diselesaikan dalam hitungan menit.
Seiring semakin banyak pengguna yang ikut menguji, berbagai aplikasi turunan mulai muncul di pasar, termasuk dashboard makroekonomi, alat analisis laporan keuangan, bahkan otomatisasi lengkap alur kerja riset.
Mengapa pasar begitu antusias? Biaya dan hambatan diubah ulang
Bloomberg Terminal selama bertahun-tahun dianggap sebagai alat standar bagi profesional keuangan, tetapi biaya tinggi dan kompleksitas operasinya membuat lembaga kecil dan investor individu sulit membayar.
Solusi dari Perplexity menawarkan pengalaman yang sama sekali berbeda: menggunakan perintah bahasa alami menggantikan shortcut kompleks, dan AI secara otomatis mengintegrasikan serta menganalisis data.
Ini berarti:
Trader independen dapat mengakses alat tingkat tinggi dengan biaya rendah
Fund kecil dan startup menurunkan hambatan masuk
Pengguna non-profesional juga bisa dengan cepat menguasai analisis keuangan
Bagi banyak orang, ini bukan sekadar inovasi produk, tetapi langkah penting dalam demokratisasi informasi keuangan.
Bloomberg melawan balik: Luncurkan AI proxy sendiri “ASKB”
Menghadapi ancaman potensial, Bloomberg tidak tinggal diam. Pada 23 Februari 2026, perusahaan ini secara resmi meluncurkan sistem AI proxy mereka sendiri bernama “ASKB”, yang saat ini sudah dalam tahap pengujian di Terminal.
ASKB juga mendukung query bahasa alami, dan mampu mengintegrasikan informasi dari database proprietary Bloomberg yang luas, termasuk berita, laporan riset, model analisis, dan data historis.
Chief Technology Officer Bloomberg, Shawn Edwards, menyatakan bahwa sistem ini adalah “jaringan AI yang bekerja sama dengan banyak agen”, yang dapat memberikan hasil analisis yang lebih lengkap dan ber konteks.
Ini menunjukkan bahwa strategi Bloomberg bukan menolak AI, melainkan mengintegrasikannya ke dalam ekosistem yang sudah ada, untuk memperkuat posisi kompetitif mereka.
Apakah AI benar-benar bisa menggantikan Bloomberg?
Meskipun pasar sangat antusias, banyak profesional industri tetap berhati-hati terhadap klaim “Perplexity menggantikan Bloomberg”.
Beberapa trader berpengalaman menunjukkan bahwa nilai inti Bloomberg Terminal bukan hanya dari antarmuka atau fitur, tetapi dari aset kunci di baliknya, seperti:
Data tick-by-tick real-time
Data keuangan proprietary dan konten eksklusif
Alat kepatuhan dan audit
Jaringan sosial keuangan yang kuat (termasuk sistem chat Terminal)
Selain itu, efek jaringan Bloomberg juga menjadi benteng utama. Ketika para profesional keuangan di seluruh dunia berinteraksi dan melakukan transaksi di platform yang sama, nilainya jauh melampaui sekadar alat.
Oleh karena itu, meskipun Perplexity mampu dengan cepat menghasilkan antarmuka mirip terminal, masih ada jarak yang harus ditempuh untuk benar-benar menggantikan Bloomberg.
Tren yang lebih besar: Agentic AI sedang mengubah infrastruktur keuangan
Inti dari diskusi ini sebenarnya bukan hanya kompetisi antara Perplexity dan Bloomberg, tetapi tentang bagaimana AI agenik mempercepat evolusi teknologi keuangan.
Dalam beberapa tahun terakhir, alat seperti OpenBB, Koyfin, dan lainnya mulai menantang platform data keuangan tradisional, dan kehadiran Agentic AI semakin menurunkan hambatan pengembangan dan penggunaan.
Pasar secara umum memprediksi akan muncul “model dua jalur”: satu sisi, pemain kecil dan pengguna individu mengadopsi alat AI untuk efisiensi dan penghematan biaya; di sisi lain, bank investasi besar dan hedge fund tetap bergantung pada platform seperti Bloomberg untuk pengambilan keputusan penting.
Perlemahan benteng Bloomberg, tetapi belum runtuh
Kesuksesan Perplexity Computer tentu mengirimkan sinyal penting: struktur nilai alat keuangan sedang berubah.
Meskipun posisi Bloomberg Terminal belum tergoyahkan sepenuhnya, harga tinggi dan antarmuka tradisionalnya menghadapi tantangan yang belum pernah terjadi sebelumnya. Ketika AI mampu menawarkan fungsi serupa dengan biaya lebih rendah, pasar akan mulai menilai kembali kebutuhan akan alat tersebut.
Pertanyaan utama di masa depan bukan lagi “Apakah AI bisa menggantikan Bloomberg?”, melainkan sejauh mana AI akan mengubah cara akses informasi keuangan, dan siapa yang akan memegang kendali dalam perubahan ini.
Pertarungan berikutnya di Wall Street mungkin bukan lagi soal kecepatan transaksi, tetapi siapa yang memiliki AI proxy terkuat.
Artikel ini pertama kali muncul di Chain News ABMedia.