Berita Gate News, tanggal 13 Maret, menurut laporan Bloomberg, CEO Tether Paolo Ardoino kini menjadikan Amerika Serikat sebagai pusat rencana ekspansinya dan mendapatkan dukungan dari sekutu pemerintahan Trump, termasuk Menteri Perdagangan dan bankir yang lama mendukung Tether, Howard Lutnick, yang juga berinvestasi di Tether melalui perusahaan keluarganya. Tether meluncurkan token baru USAT di pasar AS pada Januari tahun ini dan memperkuat kegiatan lobi di Washington. Selain itu, Tether juga menarik investor di seluruh dunia, berusaha menempatkan valuasi perusahaan di angka 500 miliar dolar AS, menjadikannya salah satu perusahaan swasta dengan valuasi tertinggi di dunia.
CEO Tether Paolo Ardoino menyatakan bahwa perusahaan berencana menyelesaikan audit lengkap sebelum akhir tahun 2026 dan saat ini sedang berkomunikasi dengan empat firma akuntansi besar. Tether mengungkapkan bahwa laba tahun lalu melebihi 10 miliar dolar AS, dan saat ini memegang sekitar 1,22 triliun dolar AS dalam bentuk obligasi pemerintah AS, menjadikannya pemegang obligasi AS terbesar ke-17 di dunia. Selain itu, Tether sedang mempromosikan token patuh USAT di pasar AS dan telah melakukan lebih dari 140 investasi di bidang kecerdasan buatan, energi, antarmuka otak-komputer, dan bidang lainnya.