Pada 8 Maret 2026 pukul 12:00 hingga 12:15 (UTC), imbal hasil BTC tercatat -0,70%, harga dengan cepat turun kembali di kisaran 67.000,0 hingga 67.648,9 USDT, dengan volatilitas 15 menit mencapai 0,96%. Fluktuasi jangka pendek ini menarik perhatian pasar, suasana secara keseluruhan cenderung berhati-hati, dan aktivitas perdagangan tetap pada tingkat yang relatif rendah.
Faktor utama yang memicu pergerakan ini adalah aliran dana besar dari para paus di blockchain yang terkonsentrasi masuk ke bursa, meningkatkan tekanan jual secara signifikan dalam waktu singkat. Data dari Glassnode menunjukkan bahwa alamat besar yang memegang lebih dari seribu BTC mengalami peningkatan net inflow ke seluruh bursa di jaringan, sementara indikator keluar masuk para paus juga naik secara bersamaan, mengungkapkan bahwa institusi dan pemegang dalam jumlah besar sedang melakukan rebalancing posisi, langsung mendorong harga turun. Selain itu, pasar derivatif mengalami likuidasi massal yang mempercepat penurunan, dengan total likuidasi terkait BTC dalam 24 jam terakhir mencapai 739 juta dolar AS, puncak likuidasi ini sebagian besar terjadi dalam 12 jam sebelum dan sesudah pergerakan, dengan leverage posisi long secara besar-besaran mengurangi posisi, memperparah penurunan harga.
Selain itu, biaya transaksi di blockchain dan aktivitas mempool tetap berada pada level terendah dalam sejarah, menunjukkan bahwa likuiditas pasar sangat rapuh dan mudah digoyang oleh dana besar. Dari segi makroekonomi, data menunjukkan bahwa jumlah pekerjaan non-pertanian di AS pada Februari secara tak terduga menurun sebanyak 92.000, dan tingkat pengangguran mendekati 4,4%, memberikan tekanan pada aset risiko global dan membatasi momentum kenaikan jangka pendek BTC. Selain itu, Bitcoin saat ini berada dalam siklus penurunan empat tahunan, ditambah ketegangan geopolitik (seperti insiden terkait Iran) dan prediksi dari ZX Squared Capital, secara keseluruhan pasar tetap berhati-hati terhadap kinerja selanjutnya. Data prediksi on-chain dari Polymarket menunjukkan bahwa probabilitas penurunan BTC pada 9 Maret 2026 mencapai 74%, mencerminkan konsensus pasar yang cenderung bearish, dan resonansi dari berbagai faktor ini semakin memperbesar volatilitas.
Risiko fluktuasi saat ini sangat tinggi, sehingga penting untuk memantau dinamika dana paus dan data likuidasi secara ketat. Kenaikan aktivitas on-chain dan pemulihan likuiditas merupakan sinyal stabilitas pasar di masa mendatang. Faktor makroekonomi, kebijakan, serta struktur leverage di pasar derivatif juga akan terus mempengaruhi pergerakan harga. Disarankan agar investor memperhatikan level support utama, memantau indikator on-chain dan pengumuman kebijakan atau data ekonomi selanjutnya, serta mengantisipasi risiko peningkatan volatilitas jangka pendek, agar dapat terus memperoleh informasi harga secara real-time.