
Gambar: https://x.com/sssionggg/status/2007275334551646302
Pada 3 Januari 2026, Co-founder Jupiter, SIONG, memunculkan pertanyaan di media sosial mengenai perlu tidaknya menghentikan strategi buyback JUP, yang langsung menyita perhatian luas di industri kripto. Selama satu tahun terakhir, tim Jupiter telah mengalokasikan sumber daya besar untuk buyback token, namun harga JUP tetap gagal menunjukkan tren kenaikan berkelanjutan. Hasil ini mendorong tim untuk mengevaluasi kembali alokasi sumber daya dan efektivitas jangka panjang dari pendekatan buyback tersebut.
Buyback secara tradisional dianggap sebagai alat untuk menopang harga dan meningkatkan kepercayaan pasar, baik di sektor keuangan tradisional maupun proyek blockchain. Namun, bagi Jupiter, strategi ini tidak memenuhi ekspektasi. Struktur pasar, pembukaan token yang terus berlangsung, serta tren penurunan yang lebih luas, semuanya membuat satu strategi buyback saja sulit membalikkan tren harga token.

Gambar: https://www.gate.com/trade/JUP_USDT
Data industri menunjukkan Jupiter telah menghabiskan lebih dari $70 juta untuk buyback sepanjang 2025, namun harga JUP tetap lemah bahkan mengalami penurunan tajam selama periode buyback. Sejumlah analis menilai hal ini membuktikan terbatasnya dampak buyback di tengah kondisi pasar saat ini—terutama dengan pembukaan token yang terus berjalan dan tekanan jual yang tinggi. Mengandalkan buyback saja menyulitkan upaya stabilisasi harga token.
Volatilitas harga JUP juga dipengaruhi oleh sentimen pasar dan tren pasar kripto secara umum. Buyback saja tidak mampu mengatasi persoalan mendasar. Karena itu, banyak anggota komunitas menilai perlu adanya mekanisme yang tidak hanya mendorong partisipasi pengguna, tetapi juga meningkatkan nilai jaringan, bukan sekadar menopang harga token.
Di tengah perdebatan terkait penghentian buyback, komunitas mengusulkan pemanfaatan staking rewards serta insentif aset protokol guna mendorong pemegang jangka panjang. Co-founder Solana, Anatoly Yakovenko, berpendapat bahwa alih-alih melanjutkan buyback yang tidak efektif, dana tersebut lebih baik dialokasikan untuk memberikan penghargaan kepada peserta jangka panjang. Ini bisa berupa alokasi aset protokol dan pemberian staking rewards, sehingga anggota komunitas dapat berkontribusi secara jangka panjang dalam pengembangan ekosistem.
Usulan utama meliputi:
Inti dari usulan-usulan ini adalah memberikan nilai lebih besar kepada partisipan seiring berkembangnya protokol, mendorong kepemilikan jangka panjang dan kontribusi pada ekosistem, bukan sekadar mengandalkan dukungan harga jangka pendek.
Pendukung pergeseran dari buyback ke mekanisme insentif baru meyakini langkah ini dapat meningkatkan penguncian token serta keterlibatan ekosistem, sehingga memperkuat kesehatan secara keseluruhan. Staking jangka panjang mengurangi suplai beredar dan menekan tekanan jual, sementara reward aset protokol dapat mendistribusikan nilai ekonomi secara lebih langsung kepada kontributor aktif.
Namun, para kritikus menilai buyback merupakan sinyal kepercayaan tim terhadap proyek, dan penghapusan buyback sepenuhnya dapat meningkatkan volatilitas pasar jangka pendek. Merancang sistem reward yang adil dan berkelanjutan serta menghindari dilusi berlebihan juga menjadi tantangan tata kelola yang harus diatasi.
Dari sudut pandang ekosistem jangka panjang, peningkatan staking rewards dan insentif aset protokol dapat mendorong partisipasi lebih besar dalam tata kelola proyek, penyediaan likuiditas, serta pemanfaatan layanan protokol secara mendalam. Hal ini tidak hanya meningkatkan engagement ekosistem, tetapi juga memperkuat pengaruh JUP dalam ekosistem Solana.
Lebih penting lagi, model insentif ini membantu membangun loyalitas komunitas yang berkelanjutan, sehingga nilai proyek tidak hanya bersumber dari harga token, melainkan juga dari utilitas protokol dan keterlibatan partisipan.
Singkatnya, pertimbangan co-founder Jupiter untuk menghentikan buyback JUP bukan sekadar evaluasi strategi masa lalu, tetapi juga diskusi penting mengenai model insentif masa depan. Usulan komunitas terkait staking rewards dan insentif aset protokol dapat membawa Jupiter ke fase pengembangan baru. Tentu, hal ini memerlukan tata kelola yang kuat, penyempurnaan mekanisme, dan manajemen risiko sepanjang prosesnya.
Seiring perubahan kondisi pasar dan kemajuan pengembangan ekosistem, Jupiter diperkirakan akan mengadopsi strategi insentif yang lebih inklusif dan berjangka panjang demi memperkuat keberlanjutan tokenomics-nya.





