
Trailing stop order merupakan jenis order lanjutan yang memungkinkan trader untuk memaksimalkan sekaligus melindungi keuntungan dari posisi terbuka. Order ini adalah pengembangan dari stop order standar, yang secara otomatis menempatkan order pada titik spesifik di atas atau di bawah harga pasar saat ini.
Trailing stop order sangat berguna ketika pergerakan harga menguntungkan bagi trader, namun mereka tidak dapat memantau posisi secara intensif atau belum yakin seberapa jauh tren akan berlanjut. Dengan sistem otomatis ini, keputusan perdagangan menjadi lebih objektif dan keuntungan tetap terjaga, sementara posisi dibiarkan terbuka selama kondisi pasar mendukung.
Mekanisme trailing stop menjaga jarak tertentu dari harga pasar dan akan menyesuaikan otomatis saat harga bergerak sesuai keinginan trader. Jika pasar berbalik dan bergerak melawan posisi sejauh batas yang ditentukan, trailing stop order akan aktif dan berubah menjadi market order.
Terdapat dua jenis utama trailing stop order: berbasis persentase dan konstan (jumlah tetap). Trader juga dapat menentukan harga aktivasi yang mengatur kapan trailing stop mulai mengikuti harga pasar.
Trailing stop berbasis persentase menyesuaikan sesuai persentase harga pasar saat ini, sehingga ideal untuk aset dengan harga yang fluktuatif. Jenis ini secara otomatis mengikuti perubahan nilai aset.
Trailing stop konstan mempertahankan jarak tetap dalam dolar atau mata uang dari harga pasar, memberikan perlindungan pasti terlepas dari fluktuasi harga. Pendekatan ini umum digunakan ketika trader menginginkan parameter risiko yang pasti.
Misalkan harga saat ini adalah $100 dan Anda menetapkan trailing stop order untuk menjual aset Anda 10% di bawah harga pasar.
Jika harga turun 10% dari $100 menjadi $90, trailing stop order Anda akan aktif dan berubah menjadi market order untuk menjual.
Jika harga naik ke $150 lalu turun 7% ke $140, trailing stop order jual Anda tidak akan aktif. Hal ini karena trailing stop order baru aktif di $135 (10% di bawah harga pasar).
Jika harga naik ke $200 lalu turun 10% ke $180, trailing stop order jual Anda akan aktif dan berubah menjadi market order untuk menjual di $180.
Contoh di atas memperlihatkan bagaimana trailing stop menyesuaikan ke atas saat harga bergerak positif, mengunci keuntungan yang semakin tinggi dengan perlindungan persentase tetap.
Misalkan harga saat ini adalah $100 dan Anda menetapkan trailing stop order untuk menjual aset Anda $30 di bawah harga pasar.
Jika harga turun $30 dari titik masuk $100 menjadi $70, trailing stop order Anda akan aktif dan berubah menjadi market order untuk menjual.
Jika harga naik ke $150 lalu turun $20 ke $130, trailing stop order jual Anda tidak akan aktif. Hal ini karena trailing stop order baru aktif di $120 ($30 di bawah harga pasar).
Jika harga naik ke $200 lalu turun $30 ke $170, trailing stop order jual Anda akan aktif dan berubah menjadi market order untuk menjual.
Trailing stop konstan menjaga jarak dolar tetap dari harga tertinggi yang tercapai, memberikan perlindungan absolut tanpa mengikuti perubahan persentase.
Dalam menggunakan trailing stop order, trader perlu memperhatikan beberapa faktor penting yang dapat memengaruhi eksekusi order:
Posisi dan margin Anda tidak akan dibekukan hingga trailing stop order aktif. Pastikan Anda selalu menjaga ukuran posisi atau margin yang cukup untuk mendukung order.
Trailing stop order dapat gagal aktif karena beberapa faktor seperti batas harga, pembatasan posisi, margin tidak mencukupi, status non-trading, atau gangguan sistem. Setelah aktif, market order berikutnya bisa saja tidak tereksekusi, mirip dengan market order biasa. Order yang belum tereksekusi dapat ditemukan di Open Orders.
Volatilitas pasar dapat menyebabkan pergerakan harga yang sangat cepat sehingga eksekusi bisa terjadi pada harga yang jauh berbeda dari level trailing stop, terutama pada periode likuiditas rendah atau volatilitas tinggi.
Disarankan untuk secara berkala meninjau dan menyesuaikan parameter trailing stop sesuai perubahan pasar dan toleransi risiko Anda. Trailing stop yang terlalu ketat berisiko keluar posisi lebih awal, sementara terlalu longgar dapat menyebabkan drawdown yang besar.
Selalu pastikan saldo akun Anda memadai dan pantau persyaratan margin, karena trailing stop order tidak melakukan reservasi dana hingga aktif. Hal ini dapat menyebabkan pembatalan order jika margin tidak mencukupi ketika order aktif.
Trailing stop order adalah stop-loss yang secara otomatis mengikuti kenaikan harga aset Anda, mengunci keuntungan sekaligus memberikan ruang bagi kenaikan lebih lanjut. Order ini akan aktif saat harga turun di bawah jumlah trailing yang Anda tetapkan, sehingga keuntungan Anda tetap terlindungi saat pasar bergerak positif.
Trailing Stop Order akan menyesuaikan ke atas saat harga naik dan mengunci keuntungan. Stop Loss Order biasa tetap di satu level harga tetap. Trailing Stop melindungi keuntungan di tren naik, sedangkan Stop Loss Order hanya aktif di harga tertentu yang sudah ditetapkan.
Masuk ke akun Anda, buka bagian order, pilih Trailing Stop, lalu isi pasangan perdagangan, persentase stop loss, dan jumlah order. Konfirmasikan pengaturan Anda dan kirimkan untuk mengaktifkan trailing stop order.
Kelebihan: melindungi keuntungan secara otomatis dengan menyesuaikan stop loss saat harga naik dan mengurangi keputusan emosional. Kekurangan: dapat aktif terlalu cepat saat volatilitas tinggi, dan berpotensi menimbulkan biaya slippage di pasar yang bergerak cepat.
Ya, trailing stop order tersedia dalam perdagangan mata uang kripto. Order ini akan menyesuaikan level stop-loss Anda secara otomatis ketika harga bergerak positif, sehingga Anda dapat melindungi keuntungan dan membatasi kerugian sambil tetap memanfaatkan tren pasar.
Tetapkan trailing stop pada kisaran 2–5% sesuai volatilitas pasar. Persentase rendah cocok untuk aset yang stabil, sementara persentase tinggi lebih sesuai untuk pasar yang volatil. Sesuaikan dengan toleransi risiko dan strategi perdagangan Anda.











