

Pada pasar kripto, perbandingan antara Victory Gem (VTG) dan Tezos (XTZ) menggambarkan dua filosofi investasi yang sangat berbeda. Kedua aset ini memiliki perbedaan besar dalam peringkat kapitalisasi pasar, skenario penggunaan, dan performa harga, mewakili posisi berlawanan dalam lanskap aset kripto.
Victory Gem (VTG): Diluncurkan sebagai token di Binance Smart Chain, VTG mengukuhkan posisinya di sektor gaming dan play-to-earn. Pengguna bisa memperoleh VTG melalui partisipasi di game kompetitif multipemain pada nWayPlay, lalu memakai token yang didapat untuk membeli NFT dengan utilitas in-game. Ekosistem ini mencakup judul Olympic Games Jam yang diotorisasi resmi oleh IOC.
Tezos (XTZ): Sejak diluncurkan tahun 2018, Tezos telah menjadi platform blockchain terdesentralisasi yang menitikberatkan pada verifikasi formal dan tata kelola protokol yang dapat berevolusi mandiri. Jaringan ini mengutamakan kepastian matematis terhadap akurasi kode transaksi serta keamanan smart contract, sehingga diposisikan sebagai buku besar kriptografi universal yang dapat diperbarui sendiri.
Analisis ini akan mengulas secara menyeluruh nilai investasi VTG versus XTZ dari sisi performa harga historis, mekanisme suplai, adopsi pasar, ekosistem teknologi, hingga prospek ke depan. Kami bertujuan menjawab pertanyaan utama investor:
"Mana pilihan terbaik saat ini?"
Lihat harga real-time:

XTZ: Tezos menganut model suplai maksimum tak terbatas, berbeda dengan aset suplai tetap seperti Bitcoin. Saat ini, 98,16% total suplai telah beredar (1,069 miliar / 1,089 miliar XTZ), dengan bagian terkunci yang menekan inflasi dan struktur suplai yang matang. Model suplai tak terbatas bisa mempengaruhi kelangkaan jangka panjang serta potensi kenaikan harga, namun tingkat peredaran yang tinggi menunjukkan mayoritas token aktif di ekosistem.
VTG: Informasi tokenomics VTG tidak tersedia dalam referensi.
📌 Pola Historis: XTZ pernah mencapai rekor $9,12 (4 Oktober 2021), meningkat signifikan dari awal peluncuran. Namun, token ini juga mengalami penurunan 69,83% per tahun, menegaskan pengaruh dinamika suplai dan siklus pasar pada harga.
Kepemilikan Institusi: Adopsi institusi XTZ masih sedang, volume trading harian sekitar $290.000, menunjukkan likuiditas menengah dan risiko volatilitas posisi. Data adopsi VTG tidak tersedia dalam referensi.
Adopsi Korporasi: Penggunaan XTZ berfokus pada pengembangan infrastruktur blockchain dan protokol, bukan pada pembayaran lintas negara konvensional. Platform ini mengedepankan tata kelola on-chain dan keamanan smart contract lewat verifikasi formal, sehingga lebih banyak digunakan di sektor pengembang dan infrastruktur.
Kebijakan Nasional: Ketidakpastian regulasi global menjadi risiko utama untuk kedua aset. Namun, detail sikap regulasi spesifik negara terhadap XTZ atau VTG tidak tersedia dalam referensi.
Pembaruan Teknis XTZ: Upgrade protokol ke-18 memperkenalkan siklus jaringan 1 hari, meningkatkan fleksibilitas staking dan mengalokasikan 10% reward untuk data availability layer, memperkuat ekspansi Layer 2 serta menaikkan ambang batas Baker yang tidak aktif. Upgrade ke-17 menurunkan waktu blok ke 8 detik dengan finalitas 16 detik, mengoptimalkan staking dan memperbaiki model ekonomi. Ini menunjukkan kemajuan teknis berkelanjutan dengan fokus pada skalabilitas, pengalaman developer, dan keamanan smart contract.
Pengembangan Teknis VTG: Informasi pengembangan teknis VTG tidak tersedia dalam referensi.
Perbandingan Ekosistem: Tezos mengusung arsitektur modular yang mengintegrasikan protokol Bitcoin, Ethereum, dan Cryptonote, membangun ekosistem multi-protokol yang fleksibel. Platform ini menonjol lewat verifikasi formal untuk menjamin akurasi kode transaksi secara matematis dan memperkuat keamanan smart contract, berbeda dengan blockchain tradisional yang memerlukan hard fork—Tezos mendukung evolusi protokol tanpa pemecahan jaringan melalui tata kelola on-chain. Meski verifikasi formal meningkatkan keamanan, risiko smart contract tetap tidak dapat dihilangkan sepenuhnya.
Kinerja pada Lingkungan Inflasi: Model suplai tak terbatas XTZ membatasi sifat anti-inflasi dibanding aset suplai tetap. Penurunan 69,83% per tahun menunjukkan kerentanan besar terhadap bear market dan siklus kripto.
Dampak Kebijakan Moneter: XTZ sangat sensitif terhadap siklus pasar kripto dan sentimen makroekonomi. Perubahan suku bunga dan indeks dolar berdampak lebih besar pada aset kripto menengah ketimbang aset utama. Sebagai platform Layer-1, XTZ bersaing dengan Ethereum dan Cardano, dengan sentimen pasar sangat mempengaruhi kinerja.
Faktor Geopolitik: Tidak tersedia data terkait dampak geopolitik pada permintaan transaksi lintas negara atau efek situasi internasional terhadap VTG maupun XTZ dalam referensi.
VTG:
| Tahun | Proyeksi Harga Tertinggi | Proyeksi Harga Rata-rata | Proyeksi Harga Terendah | Persentase Perubahan |
|---|---|---|---|---|
| 2026 | 0,000222852 | 0,0001516 | 0,00014402 | 0 |
| 2027 | 0,00026398866 | 0,000187226 | 0,0001591421 | 23 |
| 2028 | 0,000270728796 | 0,00022560733 | 0,0002053026703 | 48 |
| 2029 | 0,00026553982741 | 0,000248168063 | 0,00013897411528 | 63 |
| 2030 | 0,00035188990493 | 0,000256853945205 | 0,000133564051506 | 69 |
| 2031 | 0,000356115152329 | 0,000304371925067 | 0,000213060347547 | 100 |
XTZ:
| Tahun | Proyeksi Harga Tertinggi | Proyeksi Harga Rata-rata | Proyeksi Harga Terendah | Persentase Perubahan |
|---|---|---|---|---|
| 2026 | 0,791712 | 0,5498 | 0,296892 | 0 |
| 2027 | 0,82502988 | 0,670756 | 0,6036804 | 21 |
| 2028 | 0,8301611634 | 0,74789294 | 0,598314352 | 35 |
| 2029 | 0,899490838938 | 0,7890270517 | 0,418184337401 | 43 |
| 2030 | 1,07220886055513 | 0,844258945319 | 0,76827564024029 | 53 |
| 2031 | 1,111551327406995 | 0,958233902937065 | 0,613269697879721 | 74 |
VTG: Cocok untuk investor yang ingin terlibat pada ekosistem gaming dan play-to-earn baru dengan toleransi volatilitas ekstrim dan kecenderungan spekulatif. Potensi trading jangka pendek bisa didapat saat fase konsolidasi, tetapi kendala likuiditas menjadi tantangan utama.
XTZ: Cocok bagi investor yang ingin mendapatkan eksposur infrastruktur blockchain tingkat protokol dengan penekanan pada keamanan verifikasi formal dan tata kelola mandiri. Alokasi menengah hingga panjang tepat untuk mereka yang percaya pada kematangan Layer-1 dan adopsi institusi terhadap infrastruktur terdesentralisasi.
Investor Konservatif: VTG 0% vs XTZ 5–10% (eksposur minimal mengingat volatilitas XTZ; alokasi hanya untuk diversifikasi portofolio)
Investor Agresif: VTG 5–15% vs XTZ 15–25% (alokasi VTG dibatasi likuiditas dan kapitalisasi pasar; XTZ menjadi taruhan infrastruktur dengan keyakinan lebih tinggi)
Instrumen Hedging: Alokasi stablecoin untuk mengelola volatilitas, rata-rata pembelian sepanjang periode proyeksi, memantau korelasi lintas aset dengan Ethereum dan Cardano, serta penentuan ukuran posisi pada berbagai jangka waktu
VTG: Konsentrasi likuiditas ekstrim ($73.327,41 volume harian) menyebabkan risiko slippage tinggi dan potensi manipulasi harga. Kapitalisasi pasar hanya $151.700 menunjukkan eksposur micro-cap dengan likuiditas keluar yang sangat terbatas saat pasar bergejolak. Penurunan 99,89% dari harga tertinggi mencerminkan risiko penurunan ekstrem tanpa dukungan fundamental.
XTZ: Likuiditas sedang ($226.698,34 volume harian) dan kapitalisasi pasar besar ($600.583.608,94) memberikan eksekusi trading lebih baik, namun penurunan tahunan 69,83% tetap menandakan risiko siklus kripto. Persaingan dari Layer-1 besar lain (Ethereum, Cardano) membawa risiko kehilangan adopsi pengembang dan nilai ekosistem.
VTG: Minimnya data teknis dari referensi menghambat penilaian risiko keamanan menyeluruh. Ekosistem gaming dan play-to-earn menghadapi risiko smart contract, keberlanjutan keterlibatan pengguna, serta ketergantungan pada valuasi NFT.
XTZ: Mekanisme verifikasi formal meningkatkan kepastian kode transaksi, namun tidak menghilangkan seluruh risiko smart contract. Kompleksitas upgrade protokol perlu koordinasi matang untuk mencegah masalah konsensus. Tata kelola on-chain memungkinkan adaptasi cepat tetapi membawa risiko politik akibat konsentrasi voting Baker.
Ketidakpastian Kebijakan Global: Kedua aset menghadapi ketidakpastian regulasi di berbagai yurisdiksi utama. Token gaming menghadapi pengawasan ketat di pasar yang membatasi game. Token infrastruktur blockchain menghadapi ketidakpastian klasifikasi terkait regulasi sekuritas dan kerangka tanggung jawab platform.
Tindakan Penegakan: Perubahan prioritas penegakan terhadap platform terdesentralisasi atau token gaming bisa berdampak besar dan cepat pada valuasi dan kelangsungan operasional.
Kelebihan VTG: Partisipasi ekosistem gaming dan play-to-earn, peluang kemitraan resmi Olympic Games, serta potensi apresiasi spekulatif awal bila ekosistem berhasil mendapatkan traksi pasar
Kelebihan XTZ: Protokol mapan sejak 2018, kerangka keamanan verifikasi formal, pembaruan teknis berkelanjutan (protokol 17–18) menandakan pengembangan aktif, kapitalisasi pasar dan likuiditas jauh lebih besar untuk kepastian eksekusi, tata kelola self-amending mendukung evolusi protokol jangka panjang
Investor Pemula: Alokasikan hanya pada XTZ (jika ingin eksposur kripto). XTZ menawarkan likuiditas lebih baik, kejelasan regulasi sebagai aset infrastruktur mapan, dan risiko eksekusi lebih kecil. Eksposur VTG terlalu kompleks dan illiquid untuk investor ritel.
Investor Berpengalaman: Alokasi XTZ (10–20% portofolio kripto) memberi eksposur infrastruktur berimbang dengan partisipasi makro kripto. VTG maksimal 2–5% hanya untuk investor yang sangat yakin pada ekosistem gaming dan siap menanggung risiko tinggi; pertimbangkan akumulasi saat harga sangat oversold (referensi $0,00005) dengan manajemen ukuran posisi ketat.
Investor Institusi: XTZ layak untuk mandat infrastruktur blockchain terdiversifikasi dengan tata kelola dan mekanisme upgrade yang mapan. VTG saat ini kurang cocok karena likuiditas rendah, status micro-cap, dan infrastruktur institusi (kustodian, sistem trading, kejelasan regulasi) belum memadai.
⚠️ Disclaimer Risiko: Pasar kripto sangat volatil dan berpotensi menyebabkan kerugian total. VTG mengalami penurunan historis 99,89%; XTZ masih rawan turun 69,83% per tahun. Analisis ini bukan saran investasi. Investor wajib melakukan riset sendiri, menilai toleransi risiko, dan berkonsultasi dengan penasihat keuangan sebelum membuat keputusan. Kinerja masa lalu tidak menjamin hasil di masa mendatang.
VTG adalah token proyek Verge yang berfokus pada privasi dan kecepatan transaksi. XTZ adalah token proyek Tezos yang fokus pada tata kelola on-chain dan smart contract. Keduanya berasal dari ekosistem blockchain publik yang berbeda, dengan fungsi dan arah teknologi yang berbeda.
VTG memakai mekanisme Proof of Authority (PoA), berfokus pada solusi rantai pasok dan enterprise; XTZ mengadopsi Proof of Stake (Baking), menekankan tata kelola on-chain dan fitur smart contract. Jalur teknologi dan skenario aplikasinya pun berbeda.
XTZ lebih aman berkat tata kelola on-chain yang matang. Risiko VTG terutama pada ketidakpastian regulasi, sedangkan risiko XTZ pada kompleksitas upgrade jaringan. Kedua aset perlu dievaluasi dengan saksama.
XTZ adalah platform smart contract untuk DeFi, NFT, dan bidang lain, dengan ekosistem yang matang. Informasi VTG terbatas, silakan cek sumber resmi untuk aplikasi dan perkembangan ekosistemnya. Keduanya terus membangun ekosistemnya.
XTZ lebih banyak diaplikasikan pada smart contract dan tata kelola serta ekosistemnya lebih matang. Aplikasi VTG belum jelas. Untuk potensi jangka panjang, XTZ layak jadi perhatian.
Skala pasar dan likuiditas XTZ jauh melebihi VTG. Sebagai blockchain publik terkemuka, XTZ punya pengakuan pasar dan aktivitas perdagangan tinggi, sedangkan VTG likuiditas dan partisipasinya terbatas.











