

Jika Anda ingin melakukan trading secara aktif, bukan sekadar menyimpan aset, Anda kemungkinan besar harus menggunakan berbagai jenis order selain order pasar. Stop-limit order memberikan kontrol dan personalisasi lebih dalam strategi trading Anda. Konsep ini seringkali membingungkan untuk pemula, jadi mari telaah terlebih dahulu perbedaan utama antara limit order, stop-loss order, dan stop-limit order.
Limit order, stop-loss order, dan stop-limit order termasuk jenis order paling umum dalam aktivitas trading. Limit order memungkinkan Anda menentukan rentang harga untuk melakukan transaksi. Stop-loss order menetapkan harga stop yang akan memicu order pasar. Stop-limit order mengombinasikan kedua fitur tersebut. Mari kita bahas satu per satu:
Saat membuat limit order, Anda menentukan harga maksimum untuk membeli atau harga minimum untuk menjual. Broker Anda akan berupaya mengeksekusi limit order secara otomatis ketika harga pasar menyentuh atau melampaui harga yang Anda tentukan. Jenis order ini sangat berguna jika Anda memiliki target harga masuk atau keluar dan bersedia menunggu sampai pasar memenuhi kriteria Anda.
Biasanya, trader menempatkan sell limit order di atas harga pasar saat ini, dan buy limit order di bawah harga pasar saat ini. Jika Anda membuat limit order pada harga pasar saat ini, order kemungkinan akan tereksekusi dalam hitungan detik (kecuali di pasar yang likuiditasnya rendah).
Contoh, jika harga pasar Bitcoin adalah $32.000, Anda dapat memasang buy limit order di $31.000 untuk membeli BTC saat harga menyentuh $31.000 atau lebih rendah. Anda juga dapat membuat sell limit order di $33.000, sehingga broker akan menjual BTC Anda apabila harga naik ke $33.000 atau lebih tinggi.
Stop-loss order menetapkan harga stop yang secara otomatis memicu order pasar jika harga tersebut tercapai. Jenis order ini umum digunakan untuk membatasi potensi kerugian dengan otomatis menjual aset jika harganya turun ke level tertentu.
Seperti dijelaskan sebelumnya, stop-limit order menggabungkan mekanisme pemicu pada stop order dengan limit order. Stop order menambahkan harga aktivasi sehingga broker dapat memasukkan limit order Anda ke dalam order book. Berikut cara kerjanya.
Cara paling efektif memahami stop-limit order adalah memecahnya. Harga stop berfungsi sebagai harga aktivasi untuk membuat limit order. Ketika pasar mencapai harga stop, sistem otomatis membuat limit order dengan harga yang sudah Anda tentukan (harga limit).
Harga stop dan harga limit bisa saja sama, namun tidak wajib demikian. Bahkan, untuk sell order, lebih aman jika harga stop sedikit lebih tinggi dari harga limit. Untuk buy order, Anda bisa menetapkan harga stop sedikit lebih rendah dari harga limit. Ini akan meningkatkan kemungkinan limit order Anda terisi setelah aktifasi.
Misal harga BNB saat ini $300, dan Anda ingin membeli ketika mulai memasuki tren naik. Namun, Anda ingin membatasi harga beli agar tidak terlalu mahal jika harga naik tajam.
Asumsikan analisis teknikal Anda menunjukkan tren naik akan dimulai jika harga pasar melewati $310. Anda memutuskan membuka posisi menggunakan buy stop-limit order jika kenaikan ini terjadi. Anda tetapkan harga stop di $310 dan harga limit di $315. Begitu BNB menyentuh $310, sistem otomatis membuat limit order pembelian BNB di $315. Order Anda bisa terisi di harga $315 atau lebih rendah. Perlu diingat, $315 adalah harga limit Anda; jika harga pasar naik sangat cepat di atas nilai itu, order Anda mungkin tidak seluruhnya terisi.
Misal Anda membeli BNB di $285, dan sekarang harganya $300. Untuk menghindari kerugian, Anda menggunakan sell stop-limit order jika harga BNB turun ke harga masuk Anda. Anda mengatur sell stop-limit order dengan harga stop $289 dan harga limit $285 (harga beli BNB Anda). Jika harga menyentuh $289, limit order jual akan dibuat di $285. Order Anda bisa terisi di harga $285 atau lebih tinggi.
Anggap Anda baru membeli lima BTC di $31.820,50 karena yakin harganya akan segera naik. Dalam situasi ini, Anda mungkin ingin memasang sell stop-limit order untuk meminimalisir kerugian jika prediksi Anda salah dan harga mulai turun.
Caranya, masuk ke akun trading Anda dan akses pasar BTC/BUSD. Klik tab Stop-Limit dan atur harga stop, harga limit, serta jumlah BTC yang ingin dijual. Jika Anda percaya $31.820 adalah level support yang kuat, Anda dapat memasang stop-limit order sedikit di bawah harga tersebut (jika support tidak bertahan). Dalam contoh ini, kita pasang stop-limit order untuk 5 BTC dengan harga stop $31.790 dan harga limit $31.700.
Saat Anda klik untuk menjual BTC, akan muncul jendela konfirmasi. Pastikan semua informasi sudah benar dan pilih Create Order untuk mengonfirmasi. Setelah stop-limit order dibuat, akan muncul pesan konfirmasi. Anda juga dapat menggulir ke bawah untuk melihat dan mengelola order terbuka.
Perlu diingat, stop-limit order hanya dieksekusi saat harga stop tercapai. Limit order hanya terisi jika harga pasar menyentuh harga limit Anda atau lebih baik. Jika limit order Anda terpicu (oleh harga stop), namun harga pasar tidak mencapai harga yang Anda tetapkan atau lebih baik, limit order akan tetap terbuka.
Terkadang harga turun sangat cepat sehingga stop-limit order Anda terlewati dan tidak tereksekusi. Dalam kasus ini, Anda bisa menggunakan market order untuk keluar dari posisi dengan cepat.
Stop-limit order memungkinkan Anda menyesuaikan dan merencanakan transaksi. Tidak mungkin kita selalu memantau pergerakan harga, apalagi pasar kripto beroperasi 24 jam sehari, 7 hari seminggu. Keunggulan lainnya, stop-limit order memungkinkan Anda menentukan jumlah profit yang hendak direalisasikan. Tanpa limit, order Anda akan terisi di harga pasar berapa pun. Beberapa trader lebih memilih menahan aset ketimbang menjual di harga sembarangan.
Stop-limit order memiliki keterbatasan serupa dengan limit order, terutama karena tidak ada jaminan order akan dieksekusi. Limit order hanya akan mulai terisi jika menyentuh harga tertentu atau lebih baik. Namun, harga bisa saja tidak pernah mencapai nilai yang Anda tetapkan. Meski Anda bisa mengatur jarak antara harga stop dan harga limit, kadang spread itu tidak cukup. Aset dengan volatilitas tinggi dapat melampaui spread yang Anda setel dalam order.
Likuiditas juga dapat menjadi masalah jika pembeli tidak cukup untuk memenuhi order Anda. Jika Anda khawatir order terisi sebagian, pertimbangkan penggunaan fill-or-kill order. Opsi ini memastikan order Anda hanya dieksekusi jika dapat terisi penuh. Namun, semakin banyak syarat Anda tambahkan, semakin kecil peluang order tereksekusi.
Setelah mempelajari stop-limit order, bagaimana cara terbaik untuk menggunakannya? Berikut strategi trading dasar untuk meningkatkan efektivitas stop-limit order sekaligus meminimalkan risikonya:
Analisis volatilitas aset yang akan Anda pasangi stop-limit order. Disarankan memberi selisih kecil antara harga stop dan harga limit untuk meningkatkan peluang limit order terisi. Namun, jika aset sangat volatil, Anda bisa membuat spread sedikit lebih lebar.
Evaluasi likuiditas aset yang Anda perdagangkan. Stop-limit order sangat bermanfaat saat trading aset dengan spread bid-ask lebar atau likuiditas rendah (untuk menghindari harga tidak diinginkan akibat slippage).
Gunakan analisis teknikal untuk menentukan level harga. Sebaiknya tetapkan harga stop pada level support atau resistance. Salah satu caranya dengan analisis teknikal. Misal, gunakan buy stop-limit order dengan harga stop sedikit di atas resistance untuk memanfaatkan breakout. Atau sell stop-limit order sedikit di bawah support agar Anda keluar sebelum pasar jatuh lebih jauh.
Stop-limit order adalah alat yang sangat efektif untuk memberikan fleksibilitas trading lebih besar daripada order pasar biasa. Anda juga tidak harus aktif melakukan transaksi agar order bisa terisi. Dengan mengombinasikan beberapa stop-limit order, Anda dapat mengelola portofolio secara efisien terlepas dari pergerakan harga.
Stop-limit order adalah instruksi trading bersyarat yang menggabungkan fitur stop dan limit. Jika harga mencapai harga stop yang Anda tetapkan, limit order otomatis dibuat sehingga eksekusi hanya terjadi di harga limit atau lebih baik.
Stop-Loss Order dieksekusi di harga pasar saat dipicu, memberikan eksekusi cepat tanpa jaminan harga. Stop-Limit Order eksekusi di harga limit saat dipicu, menjamin harga namun berisiko gagal tereksekusi jika harga melewati limit Anda.
Stop-limit order terpicu di harga tertentu lalu eksekusi di harga limit Anda, menggabungkan fungsi stop dan limit. Limit order hanya eksekusi di harga yang Anda tentukan atau lebih baik, tanpa harga pemicu. Stop-limit order memprioritaskan perlindungan harga; limit order memprioritaskan kepastian eksekusi.
Gunakan stop-limit order untuk mengunci profit atau membatasi kerugian di level harga tertentu. Skenario utama: melindungi keuntungan saat pasar volatil, masuk posisi di harga yang diinginkan, dan mengelola risiko di pasar trending. Ideal untuk trader yang butuh kontrol presisi atas entry dan exit.
Stop-limit order berisiko gagal tereksekusi jika harga tidak mencapai harga limit. Order pasar besar bisa menggagalkan pemicu stop-loss. Pergerakan harga sangat cepat dapat membuat Anda kehilangan peluang trading terbaik.
Tetapkan harga stop untuk memicu eksekusi order, dan tentukan harga limit sebagai batas eksekusi. Saat harga pasar mencapai harga stop, limit order otomatis diajukan di harga limit atau lebih baik. Kedua harga harus ditentukan sebelum order dikirim.
Stop-limit order yang gagal dieksekusi bisa tetap tertunda atau otomatis dibatalkan tergantung jenisnya. Day order dibatalkan saat penutupan pasar jika tidak terisi. GTC (Good-Till-Canceled) order tetap aktif sampai dibatalkan manual. Aset berlikuiditas rendah bisa gagal terisi dan tetap tertunda tanpa batas waktu.
Stop-limit order memberikan kontrol harga eksekusi yang lebih baik, memastikan order hanya terisi di harga limit atau lebih baik. Namun, tidak dapat menjamin eksekusi jika terjadi gap harga dan dapat gagal terpicu jika harga stop tidak tercapai, sehingga peluang trading bisa terlewatkan.











